Menguak Kerancuan Seputar Cetak UV; Perbedaan Tinta UV dan Tinta Biasa


Sering terjadi kerancuan penggunaan dan pemahaman istilah UV dalam industri cetak, UV sendiri adalah singkatan dari Ultra Violet.

Anda mungkin mempunyai pengalaman, ternyata UV yang dimaksud oleh seseorang ternyata berbeda dengan UV yang dikemukakan secara harfiah.

Ada beberapa kemungkinan interpretasi UV dalam dunia cetak sehari-hari seperti

(1) cetak menggunakan tinta yang tahan terhadap sinar ultra violet dari cahaya matahari,

(2) tinta cetak yang berpendar saat ditimpa “black light” – lampu ultra violet,

(3) tinta cetak yang digunakan bersama dengan UV Coated dan

(4) tinta cetak yang kering atau “matang” dengan bantuan lampu ultra violet.


Artian keeempat lebih relevan disebut tinta UV, dimana percetakan menggunakan “UV curing inks” dalam mencetak.

Proses UV curing melibatkan polimerisasi atau cross linking dari monomer saat tinta cetak ditimpa sinar ultra violet.

Monomer UV mempunyai sensitizer yang menyerap energi sinar UV yang kemudian memicu proses polimerisasi pada monomer.

Artikel ini selanjutnya akan menekankan perihal tinta UV.


Tantangan mencetak tinta UV

Mencetak tinta UV, ada banyak aspek yang bisa membuat anda kelabakan dalam memilih kombinasi

yang sesuai satu sama lainnya antara jenis tinta terhadap jenis kertas, alat curing dan beragam jenis lampu UV.

Mereka semuanya mempunyai spesifikasi dan sifat yang berbeda satu sama lain

dan mempunyai keunggulan masing-masing untuk kombinasi yang berbeda.

Terlepas dari kelengakapan informasi dari masing-masing supplier atas komponen,

maka proses pengalaman dan proses coba-coba diatas mesin banyak memberi pemahaman bagaimana mencetak dengan hasil yang terbaik.


Perbedaan Komposisi Tinta UV dan Tinta Biasa

Terlepas dari usaha coba-coba diatas mesin cetak,

maka memahami proses dan material tinta UV akan sangat banyak membantu mengurangi waktu dan biaya.

Komponen utama dari tinta biasa adalah resin, pigment/additives dan solvent (pelarut),

sementara komponen tinta UV adalah resin, pigment/additives dan monomer.

Terlihat jelas disini yang membedakan adal material monomer pada tinta UV, 2 komponen utama lainnya adalah relatif sama.


Resin adalah material pertama yang mempunyai sifat rekat dan fleksibel.

Solvent pada tinta biasa dan monomer pada tinta UV berfungsi untuk melarutkan atau memotong resin

dan pigmen didalam formula tinta untuk mendapatkan suatu kekentalan yang diinginkan.

Solvent dan monomer bekerja bersama-sama dengan resin dalam membentuk ciri kinerja pengeringan dan pematangan lapisan tinta.

Material yang terakhir adala serangkaian aditif atau bahan-bahan kimia penambah pigmen untuk warna,

flow agents, serbuk pengental (thickening powders), retarders untuk tinta biasa dan catalyst.

Untuk tinta UV, catalyst adalah sensitizers atau photoinitiators.


Mekanisme Photoinitaitors

Photoinitiators memicu reaksi yang membuat monomers dan resin bersatu dan mematangkan lapisan tinta.

Photo mengacu pada kata cahaya atau sinar, dan initiate berarti memicu.

Photoinitiators menyerap energi UV pada panjang gelombang tertentu yang kemudian menyebabkan “free radicals”.

Free radicals, dalam proses kimia berarti suatu materi yang sangat reaktif,

menghubungkan molekul resins dan monomers, kemudian mereka bersama-sama bersilang kait satu sama lain,

membentuk rantai molekul yang umum kita sebut sebagai lapisan tinta yang matang (cured ink film).

Ahli kimia menyebut reaksi silang kait ini (cross linking) sebagao polimerisasi.


Tinta UV disebut 100% solid sebab hampir semua yang ada di kandungannya dgunakan habis dalam proses polimerisasi.

Sementara tinta biasa tidak demikian, pelarut atau solvents menguap dan lapisan tinta yang kering hanya mengandung sisa penguapann.


Keuntungan Tinta UV

Salah satu keuntungan menonjol dari tinta UV terhadap tinta biasa adalah tidak adanya VOC (volatile organic compounds)

dilepas keudara selama proses pengeringan.

Sementara tinta biasa akan melepas VOC keudara bersamaan dengan menguapnya pelarut.


Cepatnya proses pengeringan atau pematangan tinta UV adalah keunggulan kedua disebabkan oleh proses polimerisasi yang jauh lebih cepat

dibanding pengeringan pada tinta biasa, bahkan dalam ruang relative lebih sempit bila dibandingkan dengan sistim pengering oven.

Kertas cetakan dapat langsung diproses lanjut seperti potong dan lipat setelah terkena proses pengeringan lampu UV.

Lampu UV ditempatkan diantara stasiun cetak dari mesin cetak multi warna,

sehingga setiap warna akan kering sebelum masuk ke stasiun cetak berikutnya.

Hal ini tentu akan mengurangi terjadinya "color bleed" (warna blobor) dan goresan atau bekas gesekan diatas permukaan cetak.


Keunggulan terakhir, tanpa adanya pelarut di tinta UV,

memungkinkan operator mencetak detail gambar lebih tajam dan halus dengan resolusi yang lebih tinggi,

hal ini dapat dilakukan dengan penggunaan higher mesh counts pada screening process di prepress.


Konsep dan Mekanisme Unit UV-curing

nit pengeringan UV sangat kritis dalam cetak UV.

Unit pengeing ini berfungsi mentransfer energi ultra violet untuk memicu photoinitiators dan memulai proses polimerisasi.


Energi elektromagnetik mempunyai partikel gelombang listrik dan magnet yang berjalan diudara,

ruang hampa dan material lainnya. Kita mencirikan gelombang ini dari frekuensinya (jumlah panjang gelombang dalam 1 detik)

dan panjang gelombang (jarak dari satu paruh gelombang ke paruh gelombang yang berdekatan).

Frekuensi diukur dengan gigahertz (Ghz) dimana 1 Ghz sama dengan 1 milyar siklus/detik.

Panjang gelombang diukur dengan nanometers (nm) dan 1 nm sama dengan 1/milyar meter.

Spektrum elektromagnetik adal suatu rentang gelombang elektromganetic,

yang semuanya kecuali cahaya warna yang tampak, tidak dapat dilihat oleh mata.


Dalam spekttrum warna yang mendekati cahaya tampak,

kita dapat mengidentifikasikan panjang gelombang UV dimana rentang panjang gelombangnya adalah 10 – 400 nm.

Photoinitoators yang digunakan pada tinta UV khususnya bereaksi dengan dalam panjang gelombang antara 200 – 400 nm.

Namun demikian, panjang gelombang yang mengakibatkan proses pengeringan atau pematangan berbeda antara sistim tinta satu dengan lainnya,

tergantung dengan aplikasi tinta yang dibuat.

Oleh sebab itu, kita menemukan banyak sistim UV-curing mempunyai tipe lampu berbeda yang mengeluarkan frekuensi energi UV tertentu.


(bid/berbagai sumber)





  • READ MORE.......





  • for more details and updates about graphics design please visit.........
    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Alat kontrol operator pembuatan pelat maupun operator cetak


    Kebanyakan tools atau alat kontrol dikembangkan oleh GATF (Graphic Arts Technical Foundation) sejak 20 tahun terakhir.
    Sarana yang dipergunakan untuk membuat alat kontrol pada umumnya terbentuk dari unsur-unsur geometris yang dihasilkan pada film photographi positif atau negatif.
    Disain ini secara luas dipergunakan oleh para operator pembuatan pelat maupun operator cetak dalam mengendalikan kwalitas tanpa harus menggunakan alat pembesar atau lup.

    Alat kontrol yang digunakan diantaranya :

    1. STAR TARGET.

    Star target dikembangkan oleh GATF dalam bentuk lingkaran yang berdiameter 10 milimeter dan berisi 36 jari-jari yang berpendar dari titik pusat (target).
    Dengan kondisi seperti itu star target mudah digunakan dalam mengidentifikasi :

    a. Dot gain (pembesaran titik)

    Bila terjadi dot gain dapat dilihat dari terbentuknya jeruji yang saling mengikat dan akan menimbulkan bagian yang solid atau pekat pada daerah target (pusat/inti).

    Dot gain dapat diakibatkan oleh :

    1. Vacuum frame kontak yang tidak sempurna.

    2. Over exposure pada pelat cetak jenis presensitised negatif

    3. Over developing pada jenis pelat cetak multi logam.

    Pada proses cetak/printing process dot gain dapat disebabkan oleh :

    4. Lapisan tinta cetak terlalu tebal

    5. Tegangan/tensile strength kain karet atau blanket tidak sempurna

    6. Kelebihan tekanan (over pressure) sehingga tinta cetak banyak mendapatkan tekanan.




    b. Dot lose (pengecilan titik)

    Bila terjadi dot lose dalam proses pembuatan pelat ataupun dalam proses cetak maka jari-jari dari star target akan saling melepas dan akan menimbulkan bagian terang pada pusat dari target inti.


    Dot lose dapat diakibatkan oleh kurang sempurnanya :

    a. Vacuum frame kontak

    b. Over exposure pada presensitised plate positif

    Pada proses cetak dot lose dapat diidentifikasi dengan menggunakan lup dan apabila diperbesar 23 kali maka akan terjadi perubahan titik 0,001 inchi dan pada bagian pusat target 0,025 milimeter.


    (bid/berbagai sumber)






  • READ MORE.......





  • for more details and updates about graphics design please visit.........
    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    KERTAS (bahan cetakan )


    Kertas adalah merupakan bahan yang sangat penting di dalam pekerjaan cetak sehingga penyesuaian kualitas dari kertas akan sangat dominan di dalam menentukan/menghasilkan kualitas cetak.
    Kertas (bahan cetakan) dapat dibagi menjadi :

    1. Uncoated, yang termasuk uncoated antara lain : HVS, HVO, Kertas koran, dll.
    Uncoated mempunyai sifat penyerapan besar, permukaan yang kasar, mudah terjadi picking (tercabut), PH rendah sehingga lambat kering, dan karena permukaannya bergelombang (tidak rata)maka hasil cetak tidak menimbulkan gloss. Cemani Toka dalam hal ini sudah menyesuaikan tinta untuk kertas uncoated tersebut.
    2. Coated, yang termasuk coated antara lain : art paper, coated paper,mat coated, cast coated, art karton, coated karton. PT Cemani Toka dalam hal ini sudah menyesuaikan tinta untuk jenis-jenis kertas coated.

    3. Non Absorption Paper, yang termasuk non absorbtion antara lain :
    Vynil stiker, Yupo, Typex, Gold Foil, Alumunium Foil, art synthetic paper, dll.
    Karena jenis ini tidak mempunyai daya serap, maka pengeringan terjadi secara oksidasi penuh. Biasanya timbul masalah set off atau lambat kering. Sehingga perlu penanganan khusus seperti :
    - tidak menumpuk hasil cetakan terlalu tinggi
    - PH air pembasah tidak terlalu asam (karena akan menghambat oksidasi)
    - memakai air pembasah seminim mungkin
    Hati-hati karena tinta mempunyai pengeringan lebih cepat dari pada tinta biasa, tidak sampai lapisan tinta mengering.

    Menurut Dameria (2005 : 98), jenis kertas terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu :
    1. kertas berdasarkan jenis serat, kertas jenis ini terbagi menjadi 2 (dua) yaitu :
    a. kertas mengandung kayu, dengan ciri-ciri :
    - terdiri dari serat mekanis
    - tidak tahan disimpan lama
    - mudah berubah warna jika terkena matahari
    contoh : koran, HHI
    b. kertas bebas kayu, dengan ciri-ciri :
    - terdiri dari serat kimia
    - tahan disimpan lama
    contoh : HVS, HVO
    2. kertas berdasarkan pekerjaan akhir, yaitu :
    a. kertas coated, dengan ciri-ciri :
    - terdiri dari kertas dasae dan lapisan kapur dengan bahan perekat
    - permukaannya halus dan mengkilap (gloss)
    - daya serap terhadap minyak lemah
    contoh : art paper, kunsdruk
    b. kertas uncoated, dengan ciri-ciri :
    - tidak diberi lapisan kapur
    - permukaan kertas kasar tapi bisa juga dihaluskan
    - daya serap terhadap minyak kuat
    contoh : koran,HHI, HVS, HVO
    3. kertas berdasarkan penggunaannya, yaitu :
    a. Kertas cetak, seperti HVO, koran, art paper
    b. Kertas tulis, seperti HVS, kertas gambar
    c. Kertas bungkus, seperti cassing, kertas sampul, kertas Samson
    d. Kertas khusus, seperti kertas uang, kertas sigaret, kertas tisue.

    fr. Antonius Bowo Wasono, dkk.
    TEKNIK GRAFIKA DAN INDUSTRI GRAFIKA
    JILID 1



  • READ MORE.......





  • for more details and updates about graphics design please visit.........
    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    sekelumit tentang pixel


    Jika kita melihat foto atau gambar yang ada di komputer maka gambar tersebut sesungguhnya adalah kumpulan dari ribuan titik titik yang sangat kecil dan tiap tiap titik tersebut memiliki warna tertentu. Titik titik itulah yang umum dikenal sebagai pixel. Setiap pixel mempunyai satu warna dan bergabung dengan pixel-pixel yang lain sehingga membentuk suatu pola dan menghasilkan gambar. Gambar seperti ini hampir tidak mungkin dibuat oleh tangan manusia. Bisa dibayangkan betapa rumitnya hanya untuk untuk membuat sebuah garis lurus, bila harus dilakukan dengan meletakkan titik-titik yang berjajar rapi secara manual.


    Karena itu, gambar atau foto yang kita lihat biasanya dihasilkan oleh mesin seperti kamera, monitor, televisi, komputer, proyektor film, scanner, printer dan sebagainya.

    ( bid/berbagai sumber )


  • READ MORE.......





  • for more details and updates about graphics design please visit.........
    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    CTF computer to film CTP computer to plate


    CTF computer to film
    proses pembuatan image pd film (lgsng dr file komputer)
    Semua data digital dikonversi ke lembaran film,
    dengan mengunakan alat :
    image setter
    four separation film







    Alat pendukung untuk proses ini adalah:
    Drum Image Setter
    Capstan Image Setter
    Platter
    Macintosh


    CTP computer to plate
    proses pembuatan image pd plate (lgsng dr file komputer)
    Semua data digital dikonversi ke lembaran plate.
     
    proofing :proses lanjutan sebelum naik cetak, utk evaluasi desain apakah sdh sesuai yg diharapkan

    Montase(Imposisi) :penyusunan film atau plate sampai didapat posisi yg diinginkan utk hasil cetaknya

    Trapping: trik prepress untuk menghindari misregister printing antara dua warna yang bersentuhan (intersect) : caranya dengan menambahkan bleed (0.1 s/d 0.3 mm) dari satu objek masuk ke objek lainnya, sehingga jika ada pergeseran warna tidak akan ada celah putih (bahan) yang kelihatan


    progressive proof adalah
    suatu proses proof cetak yg dilakukan menggunakan sistem cetak offset dlm bentuk yg lebih sederhana dan manual
    sbg panduan warna percetakan
    digunakan selama alur kerja kita masih menggunakan imagesetter (CtF)
    dilakukan satu per satu seperti pada percetakan menggunakan mesin satu warna

    kelebihan Progressive Proof
    1. Lebih 'aman' dijadikan contract proof karena saat produksi jg menggunakan separasi yg sama
    2. Simulasi utk hasil cetak sebenarnya lebih mendekati karena sama2 menggunakan komponen cetak yg sama
    3. Utk warna khusus yg sangat mirip sesuai produksi akhir sehingga biaya cukup mahal

    kekurangan Progressive Proof
    1. Prosesnya dilakukan secara manual sehingga sulit dibuat standarisasi dan kurang konsisten
    2. Memiliki masalah kerataan tinta pada seluruh bidang cetak.
    3. Warna yg tidak stabil, sehingga tiap lembar memiliki warna berbeda
    4. Kurang efisien, karena tetap memerlukan film separasi
    5. Perlu ruang kerja yg luas.
    6. Biaya produksi menjadi lebih tinggi, karena memakai bahan baku pelat, kertas, tinta, chemical dan tenaga operator lebih dari satu
    7. Warna suatu gambar akan dipengaruhi warna dominan di sekitarnya

    Ketika warna hasil progresive proof yg pertama tidak sesuai
    Pengulangan tsb biasa dilakukan dgn cara mengganti film separasinya dan mengedit digital filenya terlebi dahulu
    kedua, tetap menggunakan film yg sama, namun jumlah tintanya diatur saat cetak progresive proof
    hal ini sangat mudah dilakukan mengingat semua proses dilakukan secara manual


    Digital Color Proofing
    digital proofing memungkinkan warna hasil cetak dapat disimulasi sedekat mgkn dgn hasil digital proofing
    Warna pada digital proofing sebuah Reprohouse mengacu pada warna progressive proof
    dimana batas kertas pada progressive proof terbatas pada artpaper. HVS atau
    kertas koran yg belum tentu sama dgn kertas sebenarnya saat cetak

    jika digital proofing ingin digunakan sbg panduan warna,
    maka digital proofing harus menggunakan RIP Color Management dan dikalibrasi dgn benar
    (bid/berbagai sumber)



  • READ MORE.......





  • for more details and updates about graphics design please visit.........
    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    BLENDING MODE


    Tentang mode blending
    blending mode ini menentukan bagaimana perpaduan pixel dengan underlying piksel di dalam gambar.
    Kita dapat membuat berbagai efek khusus menggunakan mode blending.
    Secara default, mode blending dari suatu group adalah Pass Through,
    yang berarti bahwa group tersebut tidak memiliki sifat campuran sendiri.

    Daftar cara cara Blending
    Memilih dari mode menu pop-up pada option bar.
    Cat : Hanya normal, Dissolve, Darken, Multiply, Lighten, Linear Dodge (Add), Difference, Hue, Saturation, Color, Luminosity, Lighter Color, dan Mode Darker Color blending tersedia untuk 32 bit gambar.
    Normal
    Edit atau paint tiap pixel untuk membuat result color. Ini merupakan default mode. ( Mode Normal disebut juga Threshold saat kita bekerja dengan suatu gambar warna bitmapped atau indexed.)
    Dissolve
    Edit atau paint tiap pixel untuk membuat result color. Bagaimanapun, result color adalah sebuah penempatan pixel secara acak dengan warna dasar atau warna campuran, tergantung pada opasitas dibeberapa lokasi pixel tersebut.
    Behind
    Edit atau paint yang hanya bisa pada bagian dari layer yang transparan. Mode ini bekerja hanya pada layer-layer dengan Lock Transparency deselected dan dapat disamakan untuk mencetak pada bagian belakang dari area yang transparan pada selembar yang mengandung asam.
    Clear
    Edit atau paint tiap pixel dan membuat transparan. mode ini disediakan untuk Shape tools (saat mangisi area yang dipilih), Paint Bucket tool , Brush tool , Pencil tool , Fill command, dan Stroke command. Kita harus berada pada layer dengan Lock Transparency deselected untuk menggunakan mode ini.
    Darken
    Lihat pada color information pada tiap channel dan pilih warna dasar atau campuran —yang mana yang lebih gelap—sebagai result color. Pixel lebih terang dibanding warna campuran yang dipindahkan, dan pixel lebih gelap daripada warna campuran yang tidak berubah.
    Multiply
    Lihat pada color information pada tiap channel dan melipatgandakan warna dasar dengan warna campuran. result color selalu merupakan warna yang lebih gelap. Melipatgandakan beberapa warna dengan warna hitam akan menghasilkan warna hitam. Melipatgandakan beberapa warna dengan warna putih, tidak ada perubahan warna. saat kita memberi warna dengan warna yang lain kecuali hitam atau putih, strokes yang berturut turut dengan painting tool akan menghasilkan warna-warna yang lebih gelap secara progresif. Pengaruhnya sama dengan menggambar pada image dengan multiple marking pens.




    Color Burn
    Lihat pada color information pada tiap channel dan menggelapkan warna dasar untuk memantulkan warna campuran dengan meninggikan kontras. Pencampuran dengan warna putih, tidak menghasilkan perubahan apa-apa.
    Linear Burn
    Lihat pada color information pada tiap channel dan menggelapkan warna dasar untuk memantulkan warna campuran dengan menurunkan brightness. Pencampuran dengan warna putih, tidak menghasilkan perubahan apa-apa.
    Lighten
    Lihat pada color information pada tiap channel dan pilih warna dasar atau campuran—yang mana yang lebih terang—sebagai result color. Pixel lebih gelap daripada warna campuran yang dipindahkan, dan pixel lebih terang daripada warna campuran yang tidak berubah.
    Screen
    Lihat pada channel color information dan melipatgandakan kebalikan dari warna campuran dan dasar. result color selalu merupakan warna yang lebih terang. Screening dengan warna hitam, tidak ada perubahan warna. Screening dengan warna putih akan menghasilkan warna putih. Pengaruhnya sama dengan melipatgandakan rancangan slide photographic diatas pada tiap-tiapnya.
    Color Dodge
    Lihat pada color information pada tiap channel dan menerangkan warna dasar untuk memantulkan warna campuran dengan menurunkan kontras. Pencampuran dengan warna hitam, tidak menghasilkan perubahan apa-apa.
    Linear Dodge (Add)
    Lihat pada color information pada tiap channel dan menerangkan warna dasar untuk memantulkan warna campuran dengan meningkatkan brightness. Pencampuran dengan warna hitam, tidak menghasilkan perubahan apa-apa.
    Overlay
    Melipatgandakan atau menyaring warna-warna, tergantung pada warna dasarnya. Membuat Pola-pola atau warna-warna overlay pixel yang ada selama mempertahankan bagian-bagian terang dan gelap pada warna dasar. Warna dasar tidak diganti/dipindah tapi dicampur dengan warna campuran untul memantulkan lightness atau darkness pada original color.
    Soft Light
    Meggelapkan atau menerangkan warna-warna , tergantung pada warna campuran. Pengaruhnya sama dengan untuk menyinari sebuah titik cahaya yang tersebar pada gambar. Jika warna campuran (light source) lebih terang dibanding 50% gray,gambar diterangkan sebagaimana gambar tersebut di dodged.jika warna campuran lebih gelap dibanding 50% gray, gambar digelapkan sebagaimana gambar tersebut di burned in. menggambar dengan hitam atau putih yang pure akan menghasilkan area yang lebih gelap atau terang dengan berbeda , tetapi tidak menghasilkan dalam warna hitam atau putih yang pure.
    Hard Light
    Melipatgandakan atau menyaring warna-warna, tergantung pada warna campurannya. Pengaruhnya sama dengan untuk menyinari sebuah titik cahaya yang kasar pada image. Jika warna campuran (light source) lebih terang daripada 50% gray,gambar diterangkan, sebagaimana gambar tersebut disaring. Ini berguna untuk menambahkan highlights pada image. Jika warna campuran lebih gelap dibanding 50% gray, image digelapkan, sebagaimana gambar tersebut dilipatgandakan. Ini berguna untuk menambahkan shadows pada image. Menggambar dengan warna hitam atau putih yang pure akan menghasilkan dalam warna hitam atau putih yang pure.
    Vivid Light
    Burns atau dodges warna dengan meningkatkan atau menurunkan kontras, tergantung dengan warna campurannya. Jika warna campuran (light source) lebih terang dibanding 50% gray, image diterangkan dengan menurunkan kontras. Jika warna campuran lebih gelap dibanding 50% gray, image digelapkan dengan meningkatkan kontras.
    Linear Light
    Burns atau dodges warna-warna dengan menurunkan atau meningkatkan brightness, tergantung dari warna campurannya. Jika warna campuran (light source) lebih terang dibanding 50% gray, image diterangkan dengan meningkatkan brightness. Jika warna campuran lebih gelap daripada 50% gray, image digelapkan dengan menurunkan brightness.
    Pin Light
    Replaces warna-warna, tergantung dari warna campurannya. Jika warna campuran (light source) lebih terang daripada 50% gray, pixel-pixel yang lebih gelap daripada warna campuran yang dipindah, dan pixel-pixel yang lebih terang dibanding warna campuran yang tidak berubah. Jika warna campuran lebih gelap daripada 50% gray, pixel-pixel lebih terang daripada warna campuran yang dipindah, dan pixel-poxel lebih gelap daripada warna campuran yang tidak berubah. ini berguna untuk menambahkan special effect pada image.
    Hard Mix
    Menambah nilai channel warna merah, hijau dan biru pada warna campuran untuk RGB values pada warna dasar. Jika hasil penjumlahan pada channel adalah 255 atau lebih besar, itu menerima nilai pada 255; jika kurang dari 255, nilainya pada 0. oleh karena itu, semua pixel-pixel nilai channel yang mempunyai warna merah, hijau dan biru yang dicampur juga dari 0 atau 255. Perubahan semua pixel pixel ini untuk primary colors: red, green, blue, cyan, yellow, magenta, white, atau black.
    Difference
    Lihat pada color information pada tiap channel dan mengurangi tiap warna campuran dari warna dasar atau warna dasar dari warna campuran, tergantung yang mana yang memiliki nilai brightness yang lebih besar. Blending dengan warna putih akan membalikkan nilai warna dasar; blending dengan warna hitam tidak menghasilkan perubahan.
    Exclusion
    Menciptakan sebuah effect yang sama, tetapi lebih rendah pada kontras daripada mode yang berbeda. Blending dengan warna putih akan membalikkan nilai warna dasar. blending dengan warna hitam tidak menghasilkan perubahan.
    Hue
    Menciptakan result color dengan luminance dan saturation pada warna dasar dan hue pada warna campuran.
    Saturation
    Menciptakan result color dengan luminance dan hue pada warna dasar dan saturation pada warna campuran. Menggambar dengan mode ini dalam sebuah area dengan tidak ada (0) saturation (gray) karena tidak ada perubahan.
    Color
    Menciptakan result color dengan luminance pada warna dasar dan hue dan saturation pada warna campuran. Ini mempertahankan gray levels dalam image dan berguna untuk coloring gambar gambar monochrome dan untuk memberi warna color images.
    Luminosity
    Menciptakan result color dengan hue dan saturation pada warna dasar dan luminance pada warna campuran . mode ini menciptakan effect yang terbalik pada Color mode.
    Lighter Color
    Membandingkan total dari seluruh nilai channel untuk warna campuran dan warna dasar dan memperlihatkan warna nilai yang lebih tinggi. Warna yang lebih terang tidak tidak menghasilkan sebuah warna yang ketiga, yang mana dapat menghasilkan dari campuran yang terang, karena memilih nilai channel yang paling tinggi dari kedua warna dasar dan warna campuran tersebut untuk menciptakan result color.
    Darker Color
    Membandingkan total dari seluruh nilai channel untuk warna campuran dan warna dasar dan memperlihatkan warna nilai yang lebih rendah. Warna yang lebih gelap tidak menghasilkan warna ketiga, yang mana dapat menghasilkan dari campuran yang gelap, karena memilih nilai channel yang paling rendah dari kedua warna dasar dan warna campuran tersebut untuk menciptakan result color.
    (bid/berbagai sumber)



  • READ MORE.......





  • for more details and updates about graphics design please visit.........
    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Proses CTP (Computer to Plate)


    Sesuai istilah direct-to-plate; proses pembuatan image pada plat tanpa mengunakan proses pembuatan film foto reproduksi,
    image langsung dicetak pada pelat langsung dari file komputer. File digital tidak perlu dirubah atau dimodifikasi kebeberapa file
    yang berbeda karena sudah deprogram dengan system RIPS, proses yang dilakukan pada pembuatan film cukup dilakukan semuanya
    menggunakan klik mouse dan memasukkan data via keyboard. Konsep dari pembuatan pelat berimage persis sama, sesuai data file yang
    dirancang/ didesain namun dengan cara yang sama sekali sudah berbeda.


    Kelebihan direct-to-plate :
    CTP meningkatkan waktu pembuatan pelat lebih cepat, konsistensi kualitas image dan gambar cetakan. Cara ini membutuhkan waktu lebih
    singkat dari cara percetakan offset litografi yang analog sebab menggabungkan dua proses menjadi satu. Tenaga manusia jelas
    berkurang karena tidak perlu lagi membuat film foto reproduksi. Paling tidak waktu bisa dihemat 20-30% dengan CTP. Image yang dihasilkan
    juga lebih jelas, tajam dan akurat dibanding dengan cetak analog yang tradisional sebab dot yang muncul lebih bersih dan turunan image
    pertama - langsung ke pelat cetak, efek dot-gain juga berkurang. Penghematan lainnya dari aspek material yaitu lebih sedikit suplai,
    karyawan dapat dikurangi dan tidak menggunakan kamera reproduksi lagi, sehingga ruang yang dibutuhkan lebih sedikit. Penghematan ini bisa
    dijadikan insentif bagi harga cetak dan menjadi faktor kompetisi untuk menarik pelanggan baru.



    Kekurangan direct-to-plate :
    Umumnya orang terbiasa dengan gambar cetak dengan dot-gain yang besar dan tampak lebih gelap. Tidak jarang pelanggan akan merasa aneh
    dengan hasil bagus "yang tidak biasa" ini. Perlu bagi percetakan untuk memberikan pengertian mengenai barang bagus yang baru ini ke pelanggan,
    supaya terbiasa. CTP juga merubah pola tanggung jawab kualitas cetak yang semula penuh pada percetakan, beralih ke "digital file creator" - orang
    yang membuat file image.

    Masalah umum yang dijumpai
    Dalam proses cetak litografi, ada banyak kemungkinan merubah atau mengkoreksi hal yang salah pada film. Tidak demikian halnya pada
    CTP, operator percetakan harus benar-benar menjamin file image bersih. Perhatikan hal-hal berikut ini, simpan file dalam format CMYK
    bukan RGB, dan gunakan spesifikasi yang tepat seperti : (1) "bleed amount" yang tepat, (2) pastikan semua huruf dan resolusi image tinggi
    masuk dalam file, dan (3) check penggunaan spot-color yang benar, dll.

    Proses perbaikan digital file image yang salah sangat membutuhkan banyak waktu, yang akhirnya mengurangi kelebihan CTP terhadap sistim film analog.

    fr. Antonius Bowo Wasono, dkk.
    TEKNIK GRAFIKA DAN INDUSTRI GRAFIKA
    JILID 1




  • READ MORE.......





  • for more details and updates about graphics design please visit.........
    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

     
     
     

    Total Pageviews