page layout illustrasi image editing


Pada umumnya software dalam dunia grafika terbagi atas 3 bagian :

1 page layout
sotware ini digunakan untuk menata letak halaman, yaitu menggabungkan
element-elemen design yang berupa teks , grafik dan photo.
Contoh page layout
-Adobe PageMaker, QuarkXpress, dan Adobe

cocok untuk pembuatan majalah, buku,

2 illustrasi/design (Software for Vector Graphics )
Gambar yang dihasilkan oleh software ini adalah gambar grafik yang berbentuk vektor yaitu
gambar yang dibentuk melalui garis dan kurva secara matematis.
shg mempunyai resolusi yang independen dan tidak akan pecah jika diperbesar
-adobe illustrator, coreldraw, dll

3 image editing (Software for Bitmap Editing )
software image editing menghasilkan gambar bitmap. Yaitu gambar yang
dihasilkan melalui titik yang disebut dengan istilah pixel.
pixel yang mempunyai resolusi tertentu
shg jk dperbesar melebihi dr resolusinya mk akan pecah
-adobe photoshop, photopaint, dan fractal design painter

Perbedaan gambar vektor dan bitmap
Digital image mempunyai 2 bentuk, yaitu bitmap dan vektor.

Bitmap
menggunakan pixel dalam membentuk gambar
contoh data bitmap adalah hasil scan/digital camera
dibuat dan diolah di photoshop
merupakan resolution dependent, yaitu kualitas gambar tergantung
resolusi/jumlah pixel yang membentuknya
jumlah resolusi yang dibutuhkan dalam cetak offset menggunakan rumus : 2 x


AI keunggulannya ada
di color manajemen-nya, brush, pattern dan shortcut
dan photoshop friendly tentunya
karena satu color management dengan photoshop... sama-sama keluaran adobe
sehingga image dari photoshop yang dibuka di AI warnanya gak "lari"


biasanya... hasil dari photoshop yg dibuka di freehand itu warnanya naik/lebih matang sekitar 20 - 30 %...
meskipun sama2 pake CMYK atau RGB krn
adobe dan macromedia mempunyai color management/profile yang berbeda



Tiap-tiap image program editor beda-beda skalanya, kalau mau mendesain kartu,
kita tidak bisa berukuran pada pixel, tapi berukuran pada mm, inch atau cm dengan dpi 300,
coba buat di photoshop lagi dengan ukuran cm, lalu kembali di import kedalam FH

sering banget freehand bermasalah dengan jpeg, makanya mendingan save as tiff yang memang kompatibel dengan freehand
kalo mau imagenya nggak pake link juga bisa... cari menu link dan klik embed...
maka sekarang nggak usah pake link lagi...tapi biasanya kualitas gambar jadi turun…

(bid/berbagai sumber)



  • SELENGKAPNYA............
  • Reproduksi Warna dalam Mencetak


    Jaminan kualitas dalam mencetak bertujuan untuk reproduksi/menyalin warna yang konstan/tetap dan benar/tepat melal ui keseluruhan dalam proses mencetak. Untuk tinta cetak dan warna persediaan cetak, paramater yang paling penting adalah ketebalan film tinta, nilai halftone, keseimbangan warna, pemasangan tinta dan rangkaian warna.

    Ketebalan film tinta
    Untuk alasan teknis, ketebalan film tinta maksimal dalam percetakan offset adalah sekitar 3,5 μm. Untuk kertas yang dilapisi dan proses warna yang berkaitan dengan DIN 16 539 lokasi warna yang tepat hendaknya dicapai/diperoleh dengan ketebalan film tinta antara 0,7 dan 1,1 μm.

    Jika lithograpiesnya tidak sesuai/tidak cocok, menggunakan tinta cetak yang tidak sesuai, bagaimanapun, ini bisa saja terjadi bahwa poin standarisasi pada diagram kromatik CIE tidak tercapai.
    Jarak warna reproduksi juga menurun jika penjenuhannya tidak memadai. Dalam gambar area putih memperlihatkan bagaimana jarak sempitnya warna dengan tinta yang kurang pada setiap tiga proses warna.
    Berkaitan dengan ilmu fisika pengaruh ketebalan film tinta pada tampilan dapat diterangkan sebagai berikut ini.
    Tinta cetak tidak menutupi kertas; tinta itu, agak, transparan. Cahaya memasuki/menembus tinta. Dalam melewati tinta, cahaya menghadapi pigmen yang menyerap menjadi panjang gelombang tertentu yang lebih besar atau lebih kecil.
    Konsentrasi pigmen yang makin tinggi/besar dan ketebalan film tinta yang juga makin tinggi/besar, maka lebih banyak pigmen yang dimasukkan oleh cahaya yang terjadi dan, akibatnya, lebih banyak yang diserap.
    Pada akhirnya,


    sinar cahaya mencapai permukaan (putih) pada persediaan cetak dan dipantulkan. Di saat jalan kembalinya cahaya harus melewati film tinta lagi dan hanya setelah itu ia dapat ditangkap/dili hat oleh mata pengamat.
    Film tinta cetak yang tebal menyerap lebih banyak cahaya dan memantulkan sedikit saja daripada film tinta cetak yang tipis; sehingga pen gamat/observer melihat warna lebih gelap, lebih jenuh, corak warna. Bagian cahaya yang mencapai mata menjadi sesuai/cocok sebagai basis untuk penaksiran/penilaian setiap warna.
    fr. Antonius Bowo Wasono, dkk.



  • SELENGKAPNYA............
  • Pre Desktop


    To help understand the process of creating halftone dots we could look at the traditional method using prepress cameras (pre desktop computer - these days you will be using scanners). The last era of Camera Operating (a trade qualification) used:
    1.High contrast sheet film,
    2.A process camera (large floor standing),
    3. A Contact Screen.

    I have displayed an enlarged portion of a Contact Screen (above). These high precision pieces of film had a cris-cross pattern of varying density in the emulsion. The Contact Screen was vacuumed in perfect contact on unexposed film so that when a given exposure / development time was applied using a special camera, - via light reflecting from the copy, passing through the lens and then the Contact Screen - it (the controlled exposure) created varying dot sizes on the film in response to the amount, or brightness, of light transmitted from areas of the original, once developed ( picture below).




    i.e. Enough light from the lighter areas of the original penetrates even the denser areas of the contact screen creating large dots on the final film negative, whereas the small amount of light reflected from the darker areas of the original could only penetrate the contact screen where it was of least density and create only small dots on the film negative.

    The third image, (above), displays light from the original passing through the Contact Screen creating the Negative film images, above representative dot sizes as they would print. The Film Negatives mentioned would be used to make printing plates which carried the positive or reverse of the film negatives image.

    fr.underwaterphotography.com


  • SELENGKAPNYA............
  • contract proofing


    contract proofingyaitu :
    lembaran kertas yang bisa di acc/ditandatangani oleh pemberi order

    Software berfungsi untuk mengontrol warna dari printer tsb supaya bisa mensimulasi warna mesin cetak
    Sofware juga mengontrol pembentukan image sehingga huruf, vektor dan gambar menyerupai hasil cetak di mesin cetak nanti

    Untuk Digital proof RIP-nya perlu tambahan fungsi Color Management
    Supaya warnanya "benar" kita perlu alat untuk mengukur warna baik dari mesin cetak sebagai reference-nya
    maupun warna dari printer sebagai alat outputnya

    Alat untuk mengukur warna tersebut adalah Spectrophotometer

    Softproof.
    Proof ini dilakukan di monitor, fungsinya membantu fotografer, desainer, operator pracetak, atau siapapun yang berhubungan dengan proses cetak

    Untuk mendapatkan softproof yang akurat perlu ada komunikasi warna antar semua bagian proses cetak
    Dimulai denga n menyepakati standar cetak yang akan dipakai
    tentu berkaitan dengan bagaimana bagian cetak nanti akan mencetak, apakah standar ISO (Fogra/Ugra, Gracol, Ifra, dll
    standar inhouse (standar percetakan itu sendiri

    Selanjutnya warna akan benar jika monitor tersebut di kalibrasi/distandar kan




    Untuk kalibrasi monitor kita perlu spectrofotometer atau calorimeter tertentu

    proofing akan dilakukan pada setiap tahap/proses
    proofing desain sudah disetujui akan dilanjutkan pada proses selanjutnya yaitu proses output film
    proses dilanjutkan dengan pembuatan acuan cetak(pelat)pemrosesan pelat





  • SELENGKAPNYA............
  • ALAT-ALAT SABLON


    1. Film sablon. Ni bisa dikatakan model gambar/desain/tulisan yang bakal kita tuangkan dalam obyek sablon (kaos, kertas, plastik, karton, dsb. Film ini dibikin melalui desain komputer yang diprint pake tinta laser (sebenere pake tinta printer biasa siy bisa aja, tapu hasilnya kurang bagus/tajam). Desain sablon kebanyakan dibikin pake Corel ataupun Adobe.

    2. Screen (baca: skrin), ni media yang dipake untuk mengantarkan tinta sablon ke obyek sablon. Bentuknya balok yang disusun persegi empat kemudian dipasang kain khusus. Ukurannya bermacam-macam, misalnya ada screen yang berukuran 30x40cm, 20x30 cm, sampe ada screen ukuran "raksasa" yang biasa dipake wat bikin spanduk.

    3. Rakel. Ni temennya Screen, gunanya untuk mengkuaskan tinta sablon yang ada di Screen supaya tercipta gambar di obyek sablon. Bahannya dari karet yang diberi pegangan kayu memanjang.

    4. Tinta sablon. Bermacam-macam jenis dan nama tinta bergantung dari sablonan apa yang mo kita bikin. Tinta yang buat sablon kos aja ada banyak macamnya. Ada juga tinta sablon kaos yang bisa bikin timbul setelah kita setrika.

    5. Cairan-cairan pencampur. Ni gunanya wat mencampurkan tinta agar sesuai dengan tingkat kekentalan and warnanya. Bisa cairan M3, M3 Super, tinner, minyak tanah, dan sebagainya.

    6. Meja sablon. Tentunya kalo kita mo nyablon perlu meja sablon wat ngletakin obyek sablonannya. Meja sablon ni terbuat dari rangka besi ato kayu. Di bagian atas adalah kaca transparan, dan dibawahnya diletakkan lampu neon agar bisa terlihat jelas saat menyablon.





    7. Hair dryer. Jangan kira alat ini cuman dipake di salon aja. Ni berguna untuk mengeringkan sablonan, apalagi pada saat musim hujan yang jarang ada sinar matahari terik.

    8. Lampu Neon, temannya meja sablon. Diletakkan di bawah kaca meja yang ditempel dengan rangka besi ataupun kayu.

    9. Tempat penjemuran. Ini bisa berupa kayu panjang berukuran 1,5 meter untuk tempat menjemur kaos yang sudah disablon agar cepat kering. Jumlahnya tergantung banyaknya kaos yang disablon. Peran sinar matahari terik sangat dibutuhkan agar proses pengeringan lebih cepat.

    10. Beberapa peralatan pendukung. Seringnya kita lebih banyak membutuhkan beberapa peralatan pendkung agar menyablon lebih mudah dan cepat. Banyak perlatan yng kadang tak terpikirkan malah bisa membentuk proses menyablon ini.


    (hanung_not_bramantyo)



  • SELENGKAPNYA............
  • Tinta Cetak


    Susunan umum suatu tinta terdiri atas varnish (vehicle) atau bahan pengikat, pigment (zat warna/ dai), aditional agent atau bahan penolong. Varnish, pigment, additional agent diproses menjadi tinta cetak melalui proses produksi mulai dari pre mixing, grinding, mixing (color matching), sampai canning melalui standar proses produksi yang sudah baku dan akan mendapat hasil kualitas yang baku pula.

    2.1. Berbagai Jenis Tinta

    2.1.1. Tinta garis,
    Zat cair dari tinta ini digunakan air atau campuran air dengan spiritus. Tinta ini tidak mengandung bahan pengikat, sehingga zat cair itu khusus untuk melarutkan saja. Bahan warnanya adalah bahan warna "dai", dalam bentuk bubuk halus (puder) dimasukkan ke dalam pelarut dan di dalamnya mudah sekali larut. Perekatan bahan warna pada kertas terjadi karena bahan warna mewarnai serat-serat selulosa. Tinta garis digunakan untuk membuat garisgaris blok catatan, buku tulis clan dan lain sebagainya.

    2.1.2. Tinta fleksografi,
    Tinta ini di samping mangandung bahan pelarut (alkohol) juga mengandung bahan pengikat dalam bentuk tannine, shellak, atau arpus buatan. Sebagai bahan warna untuk tinta fleksografi yang normal digunakan zat warna dai. Tinta ini terdapat kelompok penting tinta pigmen. Tinta ini mengandung pigmen warna transparan. Ini
    terutama perlu pada tinta putih yang digunakan mencetak selofan.Untuk bahan warna yang dilarutkan, kita hanya membutuhkan bahan pengikat. Pada tinta pigmen harus digunakan bahan pengikat,yang lebih banyak, karena butir-butir pigmen akan terletak
    lepas di atas dasar, dan dapat dihapus. Gejala ini dapat pula timbul pada Tinta-tinta lain.




    2.1.3. Tinta rotasi cetak dalam/ rotogravure
    Yang hampir sejenis dengan tinta fleksografl yang menutup, adalah tinta rotasi cetak dalam. Zat cair terdiri dari bahan pelarut, dalam hal ini toluol atau xylol dan bahan pengikat yang dilarutkan di dalamnya, misalnya bahan gilsonit (sejenis aspal alamiah), arpus - selulosa clan dan sebagainya. Bahan warnanya adalah pigmen.
    Pengeringan pada kertas, seperti pada tinta fleksografi, sebagian terjadi karena penguapan dan sebagian karena peresapan.
    (bersambung)

    fr. Antonius Bowo Wasono, dkk.

  • SELENGKAPNYA............
  • Computer to Plate versus Komputer to Film


    Komputer to plate (CTP) adalah sebuah teknologi imaging yang digunakan dalam proses mesin cetak modern.
    Dalam teknologi ini, gambar yang dibuat dalam aplikasi Desktop Publishing (DTP) merupakan output langsung ke plat cetak.
    Ini memperbaharui teknologi yang lebih tua, yaitu Komputer untuk film (CTF), di mana file komputer adalah output ke film fotografi.
    Film ini kemudian digunakan untuk membuat pelat cetak, dengan cara contact proof dalam darkroom photography.

    Keuntungan dari CTP
    CTP memiliki beberapa keunggulan dibandingkan platemaking konvensional diantaranya :
    -Dalam CTP, satu generasi (transfer gambar film ke pelat cetak) dihapus dari proses pencetakan,
    -meningkatkan ketajaman dan detail
    -Pelat diproduksi dalam waktu yang lebih cepat
    -lebih konsisten
    -biaya yang lebih rendah.
    -CTP juga dapat improve registration dan image-to-edge repeatability daripada metode tradisional.
    -CTP, lebih registered (posisi tepat) di platesetter selama imaging,
    -seperti halnya dengan film. Cacat akibat debu, goresan atau artefak lainnya dapat diminimalkan.
    -sistem CTP dapat secara signifikan meningkatkan produktivitas.
    -CTP atau platesetters tercepat dapat mengeluarkan lebih dari 120 plate 12-inch per jam.


    -CTP menurunkan dot gain dengan menghilangkan peningkatan ukuran halftone dot yang dapat terjadi
    dalam proses film-to-plate ketika film negatif digunakan.
    -CTP meningkatkan dot gain dengan menghilangkan penurunan di titik halftone ukuran yang dapat terjadi
    dalam proses film-to-plate ketika film positif digunakan.
    -Small portrait presses yang biasanya membuat 1 atau 2 output warna dapat menggunakan karakter apapun dari laser printer standar,
    untuk kualitas rendah / volume rendah, sampai dengan platesetter berdedikasi tinggi-end untuk kualitas yang lebih tinggi.


    Komputer untuk Film
    Komputer untuk Film (CTF) adalah alur kerja yang melibatkan cetak mencetak dari komputer,langsung ke film.
    Film ini kemudian dibakar ke lithographic plate, menggunakan plate burner.
    plate tersebut kemudian diletakkan pada mesin cetak offset untuk membuat suatu produk (biasanya ribuan eksemplar).
    Proses ini memerlukan lingkungan yang bersih, pekerja terampil,
    dan sistem pemeriksaan yang baik / alur kerja yang bagus untuk memaksimalkan kualitas (well thought out proofing system / workflow to maximize quality).

    CTF mulai diganti dengan yang lebih maju yaitu teknologi CTP (Computer to Plate).

  • READ MORE.......





  • for more details and updates about graphics design please visit.........
    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

     
     
     

    Total Pageviews