PRINSIP-PRINSIP DESAIN GRAFIS

Di sini kiata akan mengupas sedikit tentang prinsip - prinsip desain grafis yang sangat berguna bagi kita sebagai desainer.
Prinsip-prinsip desain sangat membantu menentukan bagaimana kita menggunakan elemen desain.
Ada empat prinsip desain yang perlu kita ketahui yaitu:
- keseimbangan
- penekanan
- irama
kesatuan.
Prinsip-prinsip desain membantu kita untuk menggabungkan berbagai elemen desain ke dalam tata letak yang baik.
Keseimbangan
Setiap elemen pada susunan visual berat yang telah ditentukan oleh ukurannya, kegelapan atau keringanan, dan ketebalan dari baris.
Ada dua pendekatan dasar untuk menyeimbangkan.
Yang pertama adalah keseimbangan simetris yang merupakan susunan dari elemen agar merata ke kiri dan ke kanan dari pusat.
Yang kedua adalah keseimbangan asimetris yang merupakan pengaturan yang berbeda dengan berat benda yang sama di setiap sisi halaman.
Warna, nilai, ukuran, bentuk, dan tekstur dapat digunakan sebagai unsur balancing.
Simetris bisa menjadi kekuatan dan stabilitas publikasi, presentasi, dan situs web.
Asimetris dapat menyiratkan kontras, berbagai gerakan, mengejutkan dll.
Hal ini cocok untuk modern dan publikasi hiburan, presentasi, dan situs web.
Untuk menciptakan keseimbangan:
1. Ulangi bentuk tertentu secara berkala, baik secara vertikal maupun horizontal.
2. Pusat elemen pada halaman.
3. Menempatkan beberapa visuals kecil di satu daerah untuk menyeimbangkan satu blok besar gambar atau teks.
4. Gunakan satu atau dua bentuk aneh dan membuat bentuk biasa.
5. Keringanan teks potong-berat dengan terang, berwarna-warni visual.
6. Meninggalkan banyak spasi besar sekitar blok teks atau foto gelap.
7. Offset besar, gelap foto atau ilustrasi dengan beberapa lembar teks kecil, masing-masing dikelilingi oleh banyak spasi.




  • READ MORE.......


  • for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Perangkat Lunak (software) Pendukung Desain

    Install software disesuaikan tujuan pemakaian. Untuk proses mendesain dapat dipertimbangkan, antara lain : Pagemaker, Ilustrator, Photoshop, Quark X-press, Corel Draw, Free Hand, atau software yang lainnya yang mendukung proses mendesain. Perlu diperhatikan,semakin banyak kita memasukkan software di komputer kita, akan
    membebani memori harddisk kita. Aplikasi-aplikasi dalam sistem desktop publishing dapat dikelompokkan berdasarkan fungsinya :

    1. Aplikasi Pengolah Kata
    Aplikasi ini biasanya untuk mengolah kata, baik grammar dan spelling-nya. Aplikasi ini dikhususkan untuk mengolah format teks atau membuat tagging. Aplikasi ini mampu melakukan penataan halaman, walaupun dalam konteks sederhana seperti yang dilakukan oleh Microsoft Word. Aplikasi ini banyak digunakan oleh kalangan akademis/ mahasiswa /pelajar untuk membuat jurnal ilmiah, skripsi, karya ilmiah, atau tugas-tugas lainnya yang mengedepankan fungsi sebagai pengolah kata.Yang termasuk
    aplikasi ini, misalnya Microsoft Word, Wordstar,dan Corel WordPerfect.

    2. Aplikasi Pengolah Gambar/ Foto
    Aplikasi ini untuk mengolah foto atau gambar bitmap dan gambar realistis lainnya. Photoshop merupakan salah satu aplikasi yang cukup familier di kalangan desainer grafis untuk ngolah foto, memanipulasi foto, retouching image, dan color correction. Selain Photoshop ada pengolah foto yang lain, seperti Fractal Design
    Painter, dan Corel Photo Paint.

    3. Aplikasi Pengolah Ilustrasi
    Aplikasi ini berfungsi untuk mengolah gambar dalam bentuk vektor, seperti ilustrasi dan logo. Gambar yang dihasilkan oleh aplikasi jenis ini adalah gambar vektor. Dalam perkembangannya, aplikasi ini juga mampu mengolah gambar bitmap. Aplikasi pengolah ilustrasi yang banyak digunakan oleh para desainer grafis, seperti
    Adobe Illustrator, Macromedia Freehand, Corel Draw, dan Beneba Canvas.

    4. Aplikasi Pengolah Layout.
    Aplikasi ini untuk mengatur halaman. Aplikasi pengolah kata yang sering digunakan Adobe Pagemaker, QuarkXpress, dll. Sedangkan pengolah layout yang digunakan untuk mempermudah imposisi halaman buku, majalah, dll., yaitu: QuarkXtension, DK&A
    Imposition, Impose (Barco), Signastation (Heidelberg), dan lain-lain Dengan dukungan dari perangkat-perangkat yang menunjang seorang pewajah (desainer grafis) tidak dipusingkan oleh rendahnya kinerja komputer.


    Antonius Bowo Wasono
    Teknik Grafika dan Industri Grafika






  • READ MORE.......



  • for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Quick Start Secrets To Printing Better Halftones

    Member Academy of Screen Printing Technology
    Halftone printing is all about the dots. The whole concept of printing various tones by
    fooling the eye is the very definition of a halftone. The tones we get are determined by
    the accuracy of the dots we print. Big dots mean dark tones. Small dots mean light
    tones. Where printers get themselves in trouble is they forget the simple fact that in
    order to print accurate tones or values, we have to accurately print the right size dots.
    What follows is a collection of neat, quick techniques that will definitely help you to
    print better work, faster, easier, and more profitably. This is not a fix all, cure all program,
    but rather the beginning of a journey where you will ultimately be able to print
    any job, the first time, with great results and minimal hassle.
    Only deliberate practice and experience will get you there. The goal here is to concentrate
    on the easy, quick methods that will go the furthest toward making your work
    look great with the least amount of effort.
    How we See Tone and Color
    It helps a great deal to visualize what you are trying to achieve. Our natural vision
    sees color as tone. We see light pinks, vibrant crimson reds, and deep, rich
    mahoganies.
    By printing a deep red with dots of various sizes, we can achieve all of these colors
    with only one color ink. It is the same for all colors we print and combine. I f we are
    not accurate in printing the right size dot, the color will be wrong.
    My approach is to start at the beginning of the process and work through to the end.
    Each step along the way has an impact, and you cannot easily build on a step that
    was performed poorly.
    The process is sequential. Each progressive step is based on the properly prepared
    previous step. Another way of saying this is, if you screw-up in the beginning, it can
    only get worse from there.
    Before you even begin the separation process, ask yourself how accurate you need
    to be. If pleasing color is good enough, you can easily be very successful.
    Pleasing color is the best place to start. This means that the color only needs to look
    believable, it does not have to match.
    If you need to have a perfect match of 10 different corporate logos, you are pretty
    much up against it. These are called memory or reference colors. The closer to a
    match you are, the more careful you have to be. My suggestion is to avoid this kind
    of work in the beginning.
    Agood rule of thumb is to ask yourself if the image looks hard to print. If it does, it will
    be.
    With that out of the way, here are my Top Ten Quick Start Secrets to Better
    Halftone Printing. I can’t cover everything in the detail I would like here. This will get
    you rolling, with really good results.


    By Mark A. Coudray
    Copyright 2003 Mark Coudray • All rights reserved • Unauthorized duplication is unlawful

     
     
     

    Total Pageviews