contract proofing

Contract proofing
lembaran kertas yang bisa di acc/ditandatangani oleh pemberi order

Software berfungsi untuk mengontrol warna dari printer tsb supaya bisa mensimulasi warna mesin cetak
Sofware juga mengontrol pembentukan image sehingga huruf, vektor dan gambar menyerupai hasil cetak di mesin cetak nanti

Untuk Digital proof RIP-nya perlu tambahan fungsi Color Management
Supaya warnanya "benar" kita perlu alat untuk mengukur warna baik dari mesin cetak sebagai reference-nya
maupun warna dari printer sebagai alat outputnya

Alat untuk mengukur warna tersebut adalah Spectrophotometer

Softproof.
Proof ini dilakukan di monitor, fungsinya membantu fotografer, desainer, operator pracetak, atau siapapun yang berhubungan dengan proses cetak

Untuk mendapatkan softproof yang akurat perlu ada komunikasi warna antar semua bagian proses cetak
Dimulai denga n menyepakati standar cetak yang akan dipakai
tentu berkaitan dengan bagaimana bagian cetak nanti akan mencetak, apakah standar ISO (Fogra/Ugra, Gracol, Ifra, dll
standar inhouse (standar percetakan itu sendiri

Selanjutnya warna akan benar jika monitor tersebut di kalibrasi/distandar kan

Untuk kalibrasi monitor kita perlu spectrofotometer atau calorimeter tertentu

proofing akan dilakukan pada setiap tahap/proses
proofing desain sudah disetujui akan dilanjutkan pada proses selanjutnya yaitu proses output film
proses dilanjutkan dengan pembuatan acuan cetak(pelat)pemrosesan pelat




  • READ MORE.......




  • Teknik Grafika dan Industri Grafika
    Antonius Bowo Wasono

    for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Konsep warna RGB dan CMYK

    1. Warna RGB tidak bisa dikonversi secara sempurna ke CMYK.
    Tetapi perlu diingat bahwa warna adalah tampil dalam konteksnya, sehingga pada kebanyakan problem sesungguhnya bukanlah warna RGB tidak bisa dikonversi dengan baik, tetapi warna terlihat kusam karena impuritas warna.
    2. Warna CMYK yang terdiri atas lebih dari 2 channel akan tampil
    kusam. Contoh magenta 100% yellow 100% akan tampil sebagai
    warna merah yang pekat, tetapi menggunakan magenta 100% yellow 100% dan cyan 10% akan memberikan kesan kusam.

    Untuk menghindari hal itu, caranya adalah setelah mengkonversi ke CMYK, tambahkan saturasi kira-kira 10-20 dengan menu Hue/Saturation di Photoshop.
    Dalam upaya mengurangi perbedaan konversi dari RGB ke CMK, maka saat melakukan konversi RGB ke CMYK standar Photoshop, perhitungkan gamut dari perangkat output saat melakukan Mapping warna dari RGB ke CMYK. Semua warna RGB akan dicoba Mapping ke CMYK dan tidak ada warna yang cenderung flat karena di luar gamut.
    Kekurangannya jika gambar asli tidak dikoreksi dengan optimal hasilnya malah akan cenderung kusam.


  • READ MORE.......


  • Teknik Grafika dan Industri Grafika
    Antonius Bowo Wasono

    for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    contract proofing

    contract proofing
    lembaran kertas yang bisa di acc/ditandatangani oleh pemberi order

    Software berfungsi untuk mengontrol warna dari printer tsb supaya bisa mensimulasi warna mesin cetak
    Sofware juga mengontrol pembentukan image sehingga huruf, vektor dan gambar menyerupai hasil cetak di mesin cetak nanti

    Untuk Digital proof RIP-nya perlu tambahan fungsi Color Management
    Supaya warnanya "benar" kita perlu alat untuk mengukur warna baik dari mesin cetak sebagai reference-nya
    maupun warna dari printer sebagai alat outputnya

    Alat untuk mengukur warna tersebut adalah Spectrophotometer

    Softproof.
    Proof ini dilakukan di monitor, fungsinya membantu fotografer, desainer, operator pracetak, atau siapapun yang berhubungan dengan proses cetak

    Untuk mendapatkan softproof yang akurat perlu ada komunikasi warna antar semua bagian proses cetak
    Dimulai denga n menyepakati standar cetak yang akan dipakai
    tentu berkaitan dengan bagaimana bagian cetak nanti akan mencetak, apakah standar ISO (Fogra/Ugra, Gracol, Ifra, dll
    standar inhouse (standar percetakan itu sendiri

    Selanjutnya warna akan benar jika monitor tersebut di kalibrasi/distandar kan

    Untuk kalibrasi monitor kita perlu spectrofotometer atau calorimeter tertentu

    proofing akan dilakukan pada setiap tahap/proses
    proofing desain sudah disetujui akan dilanjutkan pada proses selanjutnya yaitu proses output film
    proses dilanjutkan dengan pembuatan acuan cetak(pelat)pemrosesan pelat





  • READ MORE.......




  • (bid/berbagai sumber)


    for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com



    Color Gamut RGB

    Gamut adalah istilah untuk wilayah yang bisa dicakup/direproduksi oleh sistem warna tertentu. Istilah out of gamut berarti warna itu tidak bisa direproduksi oleh proporsi warna dasar sistem yang ingin digunakan. Permasalahan out of gamut sering terjadi dalam konversi warna CMYK dengan RGB. Meskipun dirancang untuk memberi warna secara akurat, wilayah warna yang dibentuk oleh sistem CMYK kadang tidak seluas cakupan warna RGB. Misalnya warna merah dasar RGB merupakan out of gamut dari sistem CMYK. Banyak cara telah diusahakan untuk mengejar selisih ini, misalnya dengan menggunakan sistem lab colour. (wikipedia - Indonesia)
    Gambar: Color Gamut RGB yang lebih luas dibandingkan dengan Color Gamut CMYK, akibatnya banyak warna-warna RGB yang tidak dapat di mapping ke CMYK
    Gambar diambil dari Wikipedia (A comparison of RGB and CMYK color spaces. I am the creator, Annette Shacklett. 2003. Photoshop. {{No rights reserved}} Category:Color spaces)




  • READ MORE.......


  • Andi Budiansyah Teknik Grafika dan Penerbitan, Politeknik Negeri Jakarta

    for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Tugas/ pekerjaan perwajahan

    Perwajahan sebuah barang cetakan sangat menentukan kualitas dari barang cetakan tersebut. Perwajahan merupakan pintu masuk suatu naskah yang berisi pesan-pesan penulis yang akan disampaikan kepada pembaca dengan cara penyebaran melalui barang cetak. Peranan pewajah (desainer grafis) merupakan gabungan antara komunikasi dan kreasi. Sifat dari hasil karya seorang pewajah adalah sedikit berbeda dengan sifat hasil karya seniman. Dapat dikatakan sifatnya adalah “seni terapan” bukan semata-mata “seni yang murni” sebagai contoh pelukis, pemahat, dan sebagainya. Seorang pewajah tidak sebebas seperti rekan-rekan seniman didalam menciptakan hasil karyanya. Untuk mulai bekerja perlu mengingat keterbatasan yang ada, antara lain :
    1. Keterbatasan sarana produksi, antara lain : mesin cetak, mesin reproduksi film, mesin/alat yang terdapat di dalam unit penyelesaian/ penjilidan. Keterbatasan yang dimiliki oleh setiap sarana produksi ini tidak lepas dari seorang pewajah di dalam menyiapkan desain/ rencana wajah. Misalkan untuk menentukan ukuran bersih buku perlu melihat maximum format mesin cetak untuk ekonomis dan efisiennya suatu pekerjaan, tanpa
    meninggalkan segi estetis suatu ukuran barang cetak.
    2. Keterbatasan bahan, dalam menentukan ukuran barang cetak disamping memperhatikan segi estetisnya juga ukuran kertas plano kertas yang akan digunakan perlu menjadi pertimbangan. Demikian pula halnya dengan bahan yang lainnya, misalnya tinta cetak, bahan-bahan penjilidan, dan sebagainya. Banyak sedikitnya naskah tidak lepas dari pertimbangan seorang pewajah/ desainer di dalam menyiapkan suatu rencana buku.
    3. Keterbatasan biaya, disini seorang pewajah/ desainer agak mengekang diri jangan sampai ide yang paling baik untuk penyajian buku sampai berhenti untuk tidak dapat dilanjutkan proses produksi disebabkan keterbatasan biaya. Sehingga peran seorang pewajah sangat penting untuk menciptakan ide penyajian sebaik mungkin disesuaikan dengan biaya yang tersedia/ diperkirakan. Dengan demikian rencana yang disiapkan
    menjadi tidak sia-sia.
    4. Keterbatasan fungsi/ tujuan penggunaan, salah satu contoh kita ambil buku, kita ketahui bahwa fungsi buku adalah sebagai suatu sarana komunikasi. Dengan demikian seorang pewajah akan berusaha membuat rencana penyajian sedemikian rupa agar nantinya buku akan lebih efektif lagi sebagai sarana komunikasi termasuk aspek estetika. Dalam hubungannya dengan fungsi ini perlu seorang pewajah melihat siapa calon pembaca buku ini nantinya, anak-anak, orang dewasa dan seterusnya. Tujuan penggunaan buku juga tidak lepas dari pikiran seorang pewajah di dalam menyiapkan rencana wajah buku.
    5. Keterbatasan waktu, disini jelas perbedaannya dengan rekan seniman yang menyiapkan suatu hasil seni, misalkan lukisan dan sebagainya dimana unsur waktu disini tidak mutlak harus diperhatikan. Lain halnya dengan seorang pewajah unsur waktu disini penting. Keterbatasan waktu yang disediakan menjadi pedoman dalam menyelesaikan pekerjaannya. Tidak dapat dengan menunggu ide/ gagasan yang tidak pernah muncul
    sedang bagian produksi dan pemesannya menunggu pekerjaannya.


  • READ MORE.......


  • Teknik Grafika dan Industri Grafika
    Antonius Bowo Wasono


    for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

     
     
     

    Total Pageviews