Tinta Conventional dan Tinta non-Conventional

Produk UV menurut beberapa informasi diperkenalkan sejak thn 1960-an dan berkembang terus sejak thn 1970-an dan sampai sekarang 2007 sudah mengalami banyak kemajuan dan kelebihan dibanding sebelumnya.

Seiring dengan kemajuan Bahan Subtrate yg dipergunakan mendorong Spesifikasi tinta yg dipakai juga menjadi lebih baik dan lebih special dibanding memakai subtrate sebelumnya di cetak.
Tuntutan hasil cetakan lebih cerah dan lebih baik dan lebih cepat di buat produk akhir (packaging, Cover majalah, etc) membuka peluang pemakain Tinta UV sekarang ini.

Di industri grafika khususnya percetakan sudah dikenal dengan istilah Tinta Biasa (Conventional Ink/ Oil Base) dan Tinta tidak biasa (non-Conventional/ alias UV Base Ink).

Kalau boleh membuat batasan yg ekstrem, semua jenis tinta baik itu Offset, Letterpress, Screen, Flexo, Gravure, etc bila lapisan tintanya mengering dengan cara Oxidasi-Polimerisasi,
Penguapan (Evaporasi), dan penyerapan (Absorb) (tanpa bantuan UV light) bisa digolongkan dalam jenis tinta biasa (Conventional Ink).

Sedangkan jenis tinta spt Offset, Letterpress, flexo, etc bila mengering dengan bantuan sinar UV dari lampu UV (Hg, Xe, etc) bisa digolongkan kedalam jenis tinta tiadk biasa (non-Conventional ink) atau di sebut UV base Ink.
Bagaimana cara mengeringnya spt-nya sudah dijelaskan di artikel kertas grafis asuhan bang Tony attamimi.
Mudah 2x an penggolongan ini bisa memudahkan pemahaman produk UV dan Non UV (Tinta Biasa).

Mengenai komponen yg membentuk kalau boleh saya break down akan berisi antara lain:

Tinta Biasa:
Binder (pengikat) : Resin, phenolic modified , etc..
Pigment
Additive (anti gores, catlyst pengering(dryer), etc..
Sovent (pelarut/ pngencer): mineral oil etc..

Sedangkan untuk

Tinta UV base :
Binder (pengikat): Oligomer (umumnya kental/viscous), Monomer (umumnya encer/liquid berbahan dasar, polyester atau acrylate, etc..
Pigment
Additive(anti gores, Catalyst Photo(inisiator, sensitizer), etc..)

Terlepas bahwa kedua komponen itu memilki bahan istilah yg sama, perlu diperhatikan bahwa bahan yg dipakai di UV base pada umumnya memilki data sheet yg special
dibanding bila akan dipakai pada tinta biasa.

Sebagai contoh, Pigment yg dipakai di Tinta bisa kadangkala tidak bisa dipakai di UV base, namun dari beberpa kasus bila Pigement yg di pakai di UV base malah bisa digunakan juga di tinta biasa (testing lab).

Cara Pnyimpanan
Tinta Biasa:
Walaupun pada umumnya tinta biasa tidak terlalu sensitif terhadap sinar matahari namun sebaiknya disimpan pada ruangan yg bebas sinar matahari dan bersuhu ruang berkisar 27 DC (derajat Celcius)

Tinta UV
Sebaiknya disimpan di dalam ruang yg bebas cahaya matahari dan bersuhu kisaran maksimal 25 DC.

Cara Pemakain di mesin cetak
Tinta biasa
Sisa tinta yg dibak tinta bisa disimpan kembali dan masih bisa dipakai untuk mencetak selanjutnya.

Tinta UV
Sisa Tinta di bak tinta sebaiknya tidak dipakai untuk mencetak kembali karena setelah tinta dibuka dan contact terhaap sinar di sekitarnya ada kemungkinan terjadi reaksi yg bisa mengurangi kualitas hasil cetaknya. Kemungkinan terburuk tinta UV akan menjadi Gelling (keras) bila sudah terkontaminasi oleh bahan lain.
Ini yg perlu di waspadai Karena tinta UV yg sudah Gelling tidak mungkin di proses lagi menjadi tinta UV yg lain.



  • READ MORE.......


  • (bid/berbagai sumber)

    for STEP BY STEP GUIDE photoshop simple tutorial please visit.........

    www.photoshopsimpletutorial.blogspot.com

    Sepuluh Langkah Implementasi Barcode

    Langkah 1 : Dapatkan Company Prefix GS1
    Langkah pertama apabila perusahaan merencanakan untuk menggunakan barcode pada produknya adalah dengan menentukan nomor identifikasi yang akan dimasukkan kedalam barcode, nomor-nomor tersebut dinamakan kunci identifikasi GS1 system.
    Kunci identifikasi GS1 system didapat dengan cara mendaftar ke GS1 Indonesia. Sebagai anggota GS1 Indonesia, perusahaan akan mendapatkan nomor Company Prefix GS1 yang nantinya digunakan sebagai dasar identifikasi secara unik untuk di jalur supply chain dan saat ini GS1 System dipakai oleh lebih dari 1 juta perusahaan diseluruh dunia.
    Untuk pendaftaran anggota, hubungi Membership & Business Development GS1 Indonesia (contact person : Hany Rizana & Priyani, EXT. 104).

    Langkah 2 : Pemberian Nomor
    Setelah mendapat nomor Company Prefix GS1, perusahaan siap untuk mulai memberikan nomor identifikasi kepada trade itemnya (produk atau jasa), Lokasi, Unit Logistik, Asset Perusahaan (individual asset dan returnable asset), service relationship dan penggunaan khusus lainnya.
    Prosesnya sangat mudah dan dapat dipelajari bagaimana caranya memformat masing-masing nomor tersebut. Gunakan nomor Company Prefix GS1 (gabungan antara kode negara & kode perusahaan) dikombinasikan dengan nomor item reference/kode produk yang telah ditentukan oleh perusahaan. GS1 Indonesia memberikan fasilitas training mengenai GS1 system kepada anggota maupun umum.
    Untuk informasi mengenai training dan aplikasi GS1 System dapat menghubungi Industrial Services & IT GS1 Indonesia (contact person: Ir. Sri Suhartati , Dani Yusdiar ST. , EXT. 114)

    Langkah 3 : Memilih Perusahaan Pencetakan Bar Code
    Langkah awal, kita harus memutuskan apa yang akan di barcode dan apakah barcode tersebut akan memuat informasi statis atau dinamis didalamnya. Contoh informasi statis adalah identifikasi produk secara sederhana menggunakan GTIN pada kemasan produk. Contoh informasi dinamis biasanya akan tercetak nomor serial pada label seperti pada label unit logistik.
    Jika Barcode hanya memuat informasi statis dan dibutuhkan jumlah label yang besar maka kita dapat meminta perusahaan percetakan untuk mencetak label tersebut dan jika kita hanya butuh label dalam jumlah kecil atau ingin mencetak label dengan informasi dinamis maka yang kita butuhkan adalah on-demand printer seperti laser printer atau thermal transfer printer.
    Dalam merencanakan implementasi barcode yang baik adalah dengan mengetahui bagaimana barcode tersebut akan dicetak.
    Pertimbangan Pada Proses Pencetakan
    Pertimbangan akhir yang paling utama untuk ukuran simbol adalah kapasitas dari proses printing yang dipilih. Ukuran minimum (magnification) dan Bar Width Reduction (BWR) yang tepat untuk simbol bervariasi tergantung proses pencetakannya. Perusahaan percetakan harus mengetahui ukuran simbol minimum (magnification) dan BWR agar menghasilkan barcode dengan kualitas yang dapat diterima.
    GS1 Indonesia dapat membantu anggotanya untuk membuatkan film master barcode sesuai standar GS1, film master tersebut digunakan untuk mencetak bar code pada kemasan.
    Informasi lebih lanjut mengenai film master, hubungi Industrial Services & IT GS1 Indonesia (contact person : Koharudin, EXT. 108)

    Langkah 4 : Memilih “Lingkungan Untuk Pembacaan/Scanning”
    Spesifikasi untuk type barcode, ukuran, penempatan dan kualitas semuanya tergantung kepada dimana pembacaan barcode tersebut akan dilakukan .
    Empat dasar ruang lingkup pembacaan/scanning untuk trade item :
    1. Kemasan produk di scan pada ritel point of sale (POS)
    2. Kemasan produk di scan pada distribusi umum
    3. Kemasan produk di scan pada POS tapi juga di scan pada distribusi.
    4. Lingkungan khusus seperti penandaan pada alat-alat medis.
    Dengan mengetahui dimana barcode akan di scan kita dapat membuat spesifikasi yang tepat pada saat barcode tersebut mulai diproduksi. Sebagai contoh, jika sebuah kemasan produk di scan pada Point of Sale (POS) dan distribusi umum, maka kita harus menggunakan simbol EAN/UPC untuk mengakomodasi POS tetapi mencetaknya dalam ukuran yang lebih besar untuk mengakomodasi pembacaan scanner di distribusi/gudang dan pastikan penempatannya memenuhi syarat pembacaan secara otomatis.

    Langkah 5 : Pemilihan Jenis Simbologi Bar Code
    Memilih jenis simbologi barcode yang tepat sangat penting dalam menentukan keberhasilan rencana pengimplementasian barcode, dibawah ini beberapa tips yang dapat kita jadikan acuan;
    - Jika barcode trade item akan di scan pada point of sale ritel, kita harus menggunakan simbol EAN/UPC ( UPC-A , UPC-E , GS1-8 , GS1-13 )
    - Jika kita mencetak barcode dengan berbagai macam informasi tambahan seperti nomor seri, tanggal expired atau ukuran, maka digunakan simbol GS1-128, GS1 DataBar (RSS), atau pada kasus khusus digunakan Composite Component atau simbol GS1 Data Matrix.
    - Jika ingin mencetak barcode yang hanya memuat nomor GTIN pada corrugated carton/outer box, maka dipilih simbol ITF-14.

    Langkah 6: Ukuran Bar Code
    Setelah ditentukan simbol barcode yang sesuai dan digabungkan dengan informasi yang akan dikodekan kedalamnya, maka dimulailah tahap design. Ukuran simbol didalam design tergantung kepada jenis simbol yang dipilih, dimana simbol akan digunakan, dan bagaimana simbol tersebut akan dicetak dan tak kalah pentingnya adalah ruang/space yang tersedia pada kemasan untuk penempatan bar code tersebut.
    Simbol EAN/UPC
    Simbol EAN/UPC berbeda dengan simbol ITF-14 dan GS1-128 karena simbol EAN/UPC di scan pada ritel menggunakan omni-directional scanner. Simbol EAN/UPC mempunyai ukuran yang tetap antara tinggi dan lebar simbol. Apabila ingin merubah salah satu ukurannya maka ukuran yang lain harus dirubah secara proporsional. Ukuran nominal tinggi dan lebar yang diperbolehkan adalah 80% hingga 200% . Dibawah ini beberapa contoh ukuran barcode EAN-13.
    EAN/UPC Magnification
    Minimum (80%)
    29.83mm x 20.73mm
    Nominal (100%)
    37.29mm x 25.91mm

    Memperkecil ukuran simbol EAN/UPC harus dilakukan pada saat mendesign kemasan, memotong tinggi ukuran yang sudah ada atau disebut truncation, tidak diperbolehkan didalam spesifikasi simbologi EAN/UPC dan harus dihindari karena hal tersebut akan mengakibatkan pengaruh buruk terhadap scanning rate untuk omni directional scanner ritel. Apabila simbol EAN/UPC digunakan di logistik (shipping dan distribusi) dan juga pada Point of sale (POS), magnification yang diperbolehkan berkisar antara 150% sampai 200%, contohnya simbol pada carton yang digunakan untuk peralatan besar (misalnya TV atau oven microwave ).
    Simbol ITF-14 dan GS1-128
    Simbol ITF-14 dan GS1-128 juga mempunyai range ukuran yang sudah ditentukan. Ukuran simbol ITF-14 dan GS1-128 seringkali ditentukan oleh lebar dari X-Dimension bukan dari magnificationnya. Ukuran GS1-128 bervariasi tergantung dari jumlah informasi tambahan yang akan dimasukkan kedalam barcodenya tetapi maksimum 48 karakter.
    Ukuran nominal simbol ITF-14 (100%) : 142.75 mm x 32 mm
    (tanpa Bearer Bar )
    GS1-128

    Langkah 7 : Format Teks Bar Code
    Teks dibawah bar code sangat penting karena jika bar code rusak atau kualitasnya rendah, maka teks digunakan sebagai back-up.
    Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar format teks pada simbol bar code, silahkan simak Frequently Asked Question berikut ini;

    Apakah Human Readable Interpretation harus mempunyai ukuran tertentu ?
    Huruf OCR-B semula ditentukan untuk digunakan pada simbol EAN/UPC, tetapi sepesifikasi GS1 System sekarang membolehkan huruf apa saja sepanjang huruf tersebut jelas dan dapat terbaca.

    Apakah Human Readable Interpretation harus diletakan diatas atau dibawah?
    Tergantung kepada simbol yang kita pergunakan. Untuk simbol EAN/UPC teks dicetak dibawah simbol. Teks simbol ITF-14 dan GS1-128 dapat dicetak diatas atau dibawah simbol.

    Apakah tanda kurung (parentheses) pada Application Identifiers (AI) didalam simbol GS1-128 harus selalu digunakan dan apakah tanda kurung tersebut dikodekan kedalam simbol barcode?
    Seluruh AI harus dimasukkan kedalam tanda kurung didalam Human Readable Interpretation, tetapi tanda kurung tersebut tidak dikodekan didalam simbol.

    Berapa digit yang harus tercetak dibawah simbol EAN/UPC pada Human Readable text?
    * Dibawah simbol UPC-A kita harus mencetak 12 digit, tanpa kekecualian tidak lebih tidak kurang.
    * Dibawah simbol EAN-13 kita harus mencetak 13 digit, tanpa kekecualian tidak lebih tidak kurang.
    * Dibawah simbol EAN-8 kita harus mencetak 8 digit, tanpa kekecualian tidak lebih tidak kurang.

    Langkah 8 : Memilih Warna Bar Code
    Kombinasi warna yang optimum untuk simbol bar code adalah warna hitam untuk garis dan putih untuk background (space dan quiet zones). Jika ingin menggunakan warna lain, penjelasan berikut ini mungkin dapat membantu dalam memilih warna yang diinginkan :
    * Simbol barcode GS1 membutuhkan warna gelap untuk garis (misalnya hitam, biru tua, coklat tua atau hijau tua).
    * Garis harus selalu terdiri dari warna tunggal dan jangan pernah dicetak dengan berbagai alat imaging (misal plate, screen, cylinder).
    * Simbol bar code GS1 membutuhkan background terang untuk space dan quiet zones (misal warna putih).
    * Jika kita menggunakan multiple layer dari tinta untuk meningkatkan opacity pada background, setiap layer harus dicetak secara solid.
    * Jika kita menggunakan fine screen untuk menghantarkan tinta ke substrate, pastikan tidak ada kekosongan didalam proses pencetakan yang disebabkan oleh screen tersebut tidak cukup terisi didalamnya.
    Sekali lagi, dengan tetap menggunakan garis warna hitam dan space putih, kita telah memilih kombinasi yang optimum, tetapi bukan berarti kombinasi warna lain tidak dapat digunakan. Konsultasikan hal ini dengan perusahaan percetakan yang berpengalaman.


    Langkah 9 : Penempatan Bar Code
    Penempatan simbol sebaiknya sudah direncanakan pada saat mendesign kemasan dan juga harus dipertimbangkan proses pengemasannya. Konsultasikan dengan staf bagian pengemasan untuk memastikan simbol tidak akan buram atau rusak (misal diletakan di sisi karton, dibawah lipatan karton, dibawah tutup kemasan atau tertutup oleh tingkat kemasan yang lain ).

    Setelah ditentukan letak penempatannya, konsultasikan dengan perusahaan percetakan karena beberapa proses pencetakan mensyaratkan barcode harus dicetak dengan orientasi khusus agar arahnya sesuai dengan web atau sheet.
    Jika memungkinkan, pada saat menggunakan printing flexographic, garis harus berjalan paralel dengan arah tekanan web atau orientasi picket fence. Jika garis dibutuhkan tegak lurus dengan arah tekanan atau ladder orientation, hindari distorsi simbol pada lingkaran plate roll.
    Apabila menggunakan proses printing silk screen atau rotogravure, simbol harus lurus paralel dengan struktur cell pada screen atau gravure plate cylinder agar didapat garis tepi yang paling halus yang memungkinkan.

    Langkah 10 : Mengetahui Kualitas Bar Code
    Standar ISO/IEC 15416 Bar Code Print Quality Test Specifications untuk simbologi linear merupakan metode yang dipakai oleh GS1 dalam menghitung kualitas simbol bar code setelah bar code tersebut dicetak. Verifikasi Barcode sangat penting, walaupun produk tersebut bukan untuk tujuan ekspor.
    Dengan verifikasi dapat dihindari terjadinya kerugian yang diakibatkan oleh kesalahan cetak dan kegagalan baca alat scanner pada barcode yang tidak standar sehingga tujuan dari otomatisasi itu sendiri tidak tercapai terutama pada Point of Sale (POS) di ritel.
    Selain itu juga untuk memastikan bahwa nomor-nomor yang dikodekan pada produk tersebut diwakili oleh barcode secara benar. Proses verifikasi dilakukan sebelum bar code dicetak pada kemasan secara massal.
    Untuk Verifikasi Kualitas Bar code, hubungi Industrial Services & IT GS1 Indonesia (contact person : Dani Yusdiar ST., EXT. 114 )


  • READ MORE.......


  • sumber:
    GS1 Indonesia
    www.gs1.or.id


    for STEP BY STEP GUIDE photoshop simple tutorial please visit.........

    www.photoshopsimpletutorial.blogspot.com

    Teknik ilustrasi

    Secara mendasar ada 2 (dua) macam teknik ilustrasi yaitu ilustrasi dengan
    teknik fotografi dan ilustrasi dengan teknik tulis atau gambar tangan.
    Teknik drawing atau gambar tangan, antara lain :
    (1) line drawings, yaitu gambar yang dibuat dengan alat pena dan tinta gambar. Gambar ini hanya bersifat hitam dan putih. Ilustrasi yang sering dikerjakan dengan teknik ini adalah jenis ilustrasi kartun, karikatur, dan sejenisnya,
    (2) wash drawings, gambar dengan teknik ini lebih realistik, mirip foto hitam putih. Oleh karena itu lebih mungkin digunakan daripada fotografi dan bahkan kadang-kadang dapat melebihi keterbatasan kemampuan kamera. Gambar dengan teknik ini dibedakan menjadi dua macam yaitu: (a) tight drawings, yaitu gambar ilustrasi dengan teknik wash drawings yang lebih bersifat detail dan realistik. Gambar ini lebih mendekati karya fotografi, dan (b) loose drawings yaitu
    ilustrasi dengan teknik wash drawings yang lebih bersifat impresif. Ilustrasi ini biasa dipakai dalam ilustrasi fashion,
    (3) scratchboard yaitu ilustrasi dengan teknik ini menggunakan kertas bertekstur khusus sebagai medianya. Sedangkan alat yang digunakan adalah pena atau alat lain yang tajam dan digoreskan
    dengan menggunakan tinta gambar, dan (4) teknik ilustrasi yang lain, ilustrasi dengan teknik ini adalah jenis gambar ilustrasi yang banyak dijumpai di sekitar kita. Media yang dapat dipakai dalam teknik ini antara lain pensil, crayon, arang, cat minyak, dan cat air. Dengan teknik ini gambar ilustrasi dapat dibuat dengan cara gores-goresan pensil, sapuan kuas atau air brush.



  • READ MORE.......




  • TEKNIK
    GRAFIKA DAN
    INDUSTRI
    GRAFIKA
    JILID 1
    Penulis : Antonius Bowo Wasono
    Romlan
    Sujinarto



    for STEP BY STEP GUIDE photoshop simple tutorial please visit.........

    www.photoshopsimpletutorial.blogspot.com

    Digital printing

    Digital printing : Percetakan digital yang menggabungkan gambaran laser atau LEDs dengan drum plat dan tinta tipe baru, percetakan digital bermacam-macam dari desain offset tradisional ke versi kecepatan tinggi dari printer laser menawarkan berbagai macam
    keistimewaan dan kualitas mencetak. Percetakan digital tidak hanya menampilkan dokumen anda langsung pada mesin pencetak tapi juga mengotomatiskan pengaturan dokumen dan mempersiapkan dengan menghilangkan persiapan film dan kalibrasi film, plat dan tinta berdasar air. Mesin pencetak ini (beberapa lebih mirip mesin fotokopi) membawa percetakan profesional lebih dekat ke desktop dengan perubahan haluan yang
    cepat, harga ringan, pada permintaan khusus percetakan empat warna. Percetakan digital
    cocok untuk penerbitan singkat dari pekerjaan empat warna dimana pengaturan halaman
    tersendiri diperlukan. Percetakan digital yang baru mulai berkembang menyimpan
    banyak kemungkinan karena teknologi komputer, laser, plat pencetak dan tinta terusmenerus
    berkembang.




  • READ MORE.......



  • for STEP BY STEP GUIDE illustrator simple tutorial please visit.........

    www.illustratorsimpletutorial.blogspot.com

    Desain grafis adalah seni

    Pekerjaan desain grafis menuntut pemahaman terhadap esensi dunia visual dan seni (estetika). Sebab desain grafis menerapkan elemen-elemen dan prinsip-prinsip desain (komposisi) dalam memproduksi sebuah karya visual. Desain grafis menerapkan beberapa prinsip, yakni: Kesederhanan, Keseimbangan, Kesatuan, Penekanan, dan Repetisi. Sedangkan elemenelemen
    yang diusungnya meliputi Garis, Bentuk, Ruang, Tekstur, dan Warna. Dan pada akhirnya sang penikmat karya visual akan memberikan penilaian, seperti apa yang dikatakan Kant: Nilai Estetisdan Nilai Ekstra. Nilai estetis diperoleh melalui penggunaan elemen-elemen dan prinsipprinsip.
    Sedangkan nilai ekstra muncul: gerakan (animasi), percepatan, lambaian, suasana panas, atmosfer tenang dan lain sebagainya.
    Sony Kartika (2004) dalam Pengantar Estetika memaparkan tiga tingkatan basis aktivitas estetik. Pertama, pengamatan terhadap kualitas material, warna, suara, gerak sikap dan banyak lagi sesuai dengan jenis seniserta reaksi fisik yang lain. Kedua, penyusunan dan pengorganisasian hasil pengamatan. Pengorganisasian itumerupakan konfigurasi struktur bentukbentuk
    yang menyenangkan dengan pertimbangan harmoni, kontras, keseimbangan, kesatuan, keselarasan yang utuh. Ketiga, susunan hasil persepsi. Hal ini dihubungkan dengan perasaan dan emosi, yang merupakan hasil interaksi antara persepsi memori dengan persepsi visual.




  • READ MORE.......




  • PANDUAN MENGENAL
    DESAIN GRAFIS
    Vinsensius Sitepu
    ww.escaeva.com

    for STEP BY STEP GUIDE photoshop simple tutorial please visit.........

    www.photoshopsimpletutorial.blogspot.com

    --------------------------------------------------------------------------





  • READ MORE.......




  • for STEP BY STEP GUIDE illustrator simple tutorial please visit.........

    www.illustratorsimpletutorial.blogspot.com

     
     
     

    Total Pageviews