Photoshop Untuk Prepress


 Menetapkan dimensi dan resolusi gambar untuk prepress
Ketika kita akan membuat gambar untuk prepress, kita ingin piksel dalam gambar kitamemenuhi persyaratan untuk Ripping image kita saat mencetaknya,Terlalu banyak piksel akan membuat image hasilnya lebih bagusakan tetapi bisa memperlambat proses ripping,

Langkah-langkah agar hasil maksimal:
langkah 1:
Bila kita mengambil gambar sebaik dengan memindai atau digitalpengambilan gambar kamera, menangkap piksel cukup untuk memungkinkan 300ppi setelah kita skala gambar TANPA resampling.

langkah 2:
Bila kita perlu untuk mengubah ukuran dan resample foto dalam Photoshop,Pertama Turn OFF (matikan) yang "resample Gambar" kotak centang.

Langkah 3:
Sesuaikan dimensi gambar apa pun yang kita butuhkan (di sini 3 "x 4") Catatan resolusi gambar linier akan naik atau turun, tapi ukuran file tetap konstan (di sini 14,1 MB). kita sekarang memiliki sebuah gambar dengan dimensi yang sama dengan Metode 1, tapi tanpa interpolasi tersebut. catatan dimensi gambar kita harus sedemikian rupa sehingga gambar kita dapat dilakukan di 100% dalam aplikasi tata letak halaman.
(ini akan mencegah interpolasi selama Ripping)

Langkah 4:
Jika resolusi linear terlalu tinggi atau rendah, periksa "resample" kotak centang kembali dan sesuaikan resolusi linier untuk resolusi yang diinginkan 200-300ppi

Sekelumit tentang recorder


Sebuah Recorder (alat perekam resolusi tinggi mesin pencetakan ) digunakan untuk output gambar bitmap film, kertas, atau media lain yang cocok.

Tidak seperti imagesetter, yang memiliki built-in RIP, alat perekam tidak dapat secara langsung menerima PostScript input dari sebuah komputer, tetapi harus mengandalkan pada RIP perangkat lunak yang diinstal pada komputer untuk mengubah file PostScript ke bitmapped grafis.

Dalam alur kerja recorder , pengguna komputer di sebuah jaringan memberikan PostScript file ke sistem RIP (komputer dengan perangkat lunak RIP), di mana file dikirim ke rasterized dan perekam untuk menjadi output.



Dalam alur kerja imagesetter , pengguna komputer di sebuah jaringan mengeluarkan perintah untuk mencetak file PostScript ke imagesetter.

File diproses secara internal oleh built-in RIP di imagesetter, dan kemudian di output oleh imagesetter.

Ketika RIP dikombinasikan dengan salah satu dari LAYAR's presisi recorder, sistem yang dihasilkan akan setara dengan kualitas tinggi imagesetter.

menyesuaikan color dan tone


Kita dapat memperbaiki foto yang membosankan, kurang kontras, dengan cara menyesuaikan


shadows, midtones, dan highlights.

Dalam kesempatan ini, kita akan melihat bagaimana menyesuaikan tonality dan color.

1. Evaluasi gambar.


Evaluasi gambar mengenai brightness, contrast, dan color (kecerahan, kontras, dan warna).
Kita dapat memperbaiki citra gambar dengan cepat menggunakan Photoshop kotak dialog Levels.
Untuk langkah sederhananya, silahkan lihat attachment di bawah,













2.Buat adjustment layer Levels baru.

Pilih Layer> New Adjustment Layer> Levels dan klik OK di kotak dialog New layer.
kita akan membuat koreksi tonal di adjustment layer.
Bekerja di lapisan layer baru, agar gambar asli tidak tersentuh sehingga
kita dapat membatalkan perubahan dan mengembalikan gambar asli pada setiap saat.
Untuk langkah sederhananya, silahkan lihat attachment di bawah,





Dot Shape ( Bentuk Dot )


Ada tiga bentuk halftone dot yang secara umum dipakai untuk sekarang ini. Paling umum adalah Dot Ellipes yang mana memberi kehalusan midtones yang teristimewa ketika diprinting diatas Mesin Litho Offset. Dengan menghubungkan dot-dot dibawah 50 % hanya disatu sumbu kemudian, diatas 50 % disumbu yang lain, perubahan area tonal ini kelihatan lebih halus daripada sebaliknya dengan Dot Square

Dot Round ( bulat ) mempunyai peralihan / transisi agak kasar ketika waktu dot-dot sangat besar dan memulai untuk bersentuhan, tetapi ini terjadi pada persentase yang tinggi daripada dot square bernilai 50 %, dan cenderung sedikit berkurang efek visual karena ia didalam area gelap dari image ( gambar ).
Metode dari printing,. semua yang dapat dipengaruhi oleh bentuk dot yang disukai terhadap jenis plate dan permukaan produk yakni Screen printing, Flexso Printing, diatas plastic, kaleng, kardus dll.
Printer Klien kamu harus selalu dikonsultasikan ketika bertransaksi dengan produk yang special tetapi sebaliknya , menetapkan dot ellipe dapat dikerjakan untuk pekerjaan printing umum.
Jarak Dot Halftone
Jarak maksimum dari screen yang mungkin tentu saja 100 % - tidak ada dot didalam warna putih dari gambar, untuk tinta solid didalam area paling gelap.
Tetapi jarak ini tidak pernah digunakan untuk sebagian besar imaging ( gambar ) karena :
- Transisi dari 0 % ke dot yang terkecil terlihat terlalu kasar.
- Ada selalu dot ganda yang dipakai pada dot ketika diprinting.
Oleh karena itu kami membuat kelonggaran ketika mempersiapkan image kami untuk output. Berfikir sebuah dot 80 % supaya dikembangkan ke 90% diatas mesin pencetak ( printing ). Lalu dot 90% dapat meningkat ke 100 % dan semua dari detail shadow itu -dapat membuat atau menghentikan kerugian dari hasil yang terbaik.
Saran yang akan dicetak setelah melihat pada definisi dot halftone yang lain.


Tips & Konsep Konversi Warna



Color Space and Its Divisions: Color Order from Antiquity to the PresentWarna pada dasarnya merupakan bentukan 3 dimensi, sehingga disebut sebagai "color space". Untuk merepresentasi bentukan warna 3 dimensi ini dibutuhkan 3 sumbu, bisa RGB, CMY, Lab, HLS, dll. Kemampuan mata melihat memiliki gamut warna yang paling besar, kemudian RGB lebih kecil dan CMY lebih kecil lagi sehingga saat mengkonversi warna ke RGB dan CMY akan terlihat agak kusam (baca: tampilan di monitor).
Tetapi ada warna2 yang ada di CMY yang tidak bisa direpresentasi RGB dengan akurat misalnya warna yellow 100%, cyan 100% dan magenta 100%. Sebaliknya ada cukup banyak warna2 RGB yang TIDAK AKAN pernah ditampilkan dengan akurat misalnya ungu, hijau menyala, dll.


CMYK vs RGB

CMY atau CMYK adalah model warna penintaan (substractive color mode), warna2 primernya (Cyan, Magenta, Yellow, BlacK) tergantung pada pigment pada tinta & substrate yang dicetak. Sebagai catatan, printer dan cetakan hanya merupakan "output devices".

RGB adalah model warna pencahayaan (additive color mode) dipakai untuk "input devices" seperti scanner maupun "output devices" seperti display monitor, warna2 primernya (Red, Blue, Green) tergantung pada teknologi alat yang dipakai seperti CCD atau PMT pada scanner atau digital camera, CRT atau LCD pada display monitor.
Kedua model warna CMYK maupun RGB adalah tidak "merdeka", artinya CMYK tergantung pada proses cetak, pigment, substrate & sedangkan RGB tergantung pada kapasitas teknologi peralatan yang dipakai; artinya kalau kita mempunyai data warna R 180, maka pada 2 monitor yang berbeda kita mendapatkan persepsi yang berbeda pula, karena sangat sulit untuk menstimulasikan 2 monitor yang berbeda - apalagi kalau teknologi yang dipakai berbeda pula.

Karena pemanfaatan RGB itu biasanya dikontrol oleh pabrik alat, maka relatif lebih mudah bagi tim riset dan pengembangan pabrik alat tersebut untuk meningkatkan kemampuan alatnya agar dapat mencapai mutu yang tinggi dengan toleransi yang rendah.

Lain halnya dengan model warna CMYK ,khusus untuk cetak konventional, tinta diproduksi oleh pabrik tinta dan dicetak oleh percetakan menggunakan barbagai macam kertas. Proses reproduksi warna dilakukan dengan berbagai macam parameter, dan hasilnya pun dibawa kemana-mana untuk evaluasi -yang sering dibawah kondisi penerangan yang berbeda-beda - masalah metameri - sehingga menimbulkan banyak silang pendapat.


UCR vs GCR

Secara teoritis menggabungkan warna red, green dan blue dalam jumlah sama akan menghasilkan abu2 netral, sehingga red 50%, green 50% dan blue 50% bisa digantikan hanya oleh tinta black 50%. Photoshop mengenal UCR (Under Color Removal) dan GCR (Gray Component Replacement), artinya pada UCR hanya warna-warna shadow yang digantikan oleh tinta hitam, sedang pada GCR sejak dari warna abu-abu sudah akan digantikan oleh tinta hitam. Default Photoshop adalah GCR Medium.

UCR maupun GCR digunakan oleh Photoshop sebagai parameter apabila kita hendak mengkonversi RGB ke CMYK. Mempelajari lebih lanjut penggunaan UCR maupun CGR tergantung pada proses cetak, sehingga kita mendapatkan parameter yang paling sesuai dengan cetakan.

Saya mempunyai trik mengkonversi 1 gambar dengan 2 macam proses konversi; (1) biasanya saya pilih text hitam dan mengkonversi ke CMYK dengan Black Maximum, lalu (2) hasil Black tersebut kita "merge" ke hasil konversi gambar lainnya, sehingga text akan muncul 100%K overprint, tidak bolong. Hanya perlu diingat pada perhitungan GCR tidak berlaku 50%C + 50%M + 50%Y = grey, disini Photoshop menggunakan parameter standard tinta international (ISO dll.). Oleh karenanya, bila tinta yang kita gunakan tidak standard, maka konversi RGB ke CMYK menjadi issue yang ramai. Dengan kata lain, tidak ada satu solusi yang dapat memecahkan problem tersebut, mengingat banyak faktor yang tidak terukur atau standar.


Tips Konnversi

Jadi secara sederhana jangan harapkan warna RGB akan dikonversi sempurna ke CMYK. Tetapi perlu diingat bahwa warna adalah tampil dalam konteksnya, sehingga pada kebanyakan problem sesungguhnya bukanlah warna RGB tidak bisa dikonversi dengan baik, tetapi warna terlihat kusam karena impuritas warna.
Logikanya demikian, warna CMYK yang terdiri atas lebih dari 2 channel akan tampil kusam. Contoh magenta 100% yellow 100% akan tampil sebagai warna merah yang pekat, tetapi menggunakan magenta 100% yellow 100% dan cyan 10% akan memberikan kesan kusam.
Jadi untuk menghindari warna tampil kurang bagus atau kusam, caranya adalah setelah mengkonversi ke CMYK, tambahkan saturasi kira2 10-20 dengan fungsi Image>Adjust>Hue/Saturation (Ctrl/Cmd + U)

Tidak ada yang salah dengan konversi RGB ke CMYK di Photoshop. Yang menjadi masalah adalah kurangnya pengetahuan kita tentang warna.


Tips:

1. Simpanlah data warna original dan jangan mengkonversi warna jika tidak dibutuhkan, baik Lab --> RBG --> CMYK ataupun sebaliknya.
2. Konversi warna hanya digunakan pada saat terakhir, apabila kita akan membuat film separasi atau CTP.
3. Gunakan model data CMYK sebagai input untuk membuat Digital Proofing, jadi mohon maaf jangan membuat Digital Proofing kalau kita tidak tahu mau diapakan gambarnya. Target Profile harus jelas sekali, dan proses konversi RGB ke CMYK harus "identical" untuk digital proofing maupun pembuatan film separasi atau CTP, kemudian baru lakukan software proofing seperti dengan GMG, EFI, ORIS dll. untuk mengkonversi CMYKtarget ke CMYKproof.

(fr.Andi S. Boediman & Herman Pratomo - Forum Grafika Digital)

Separation Film Proses Pembuatan Film Separasi


Proses dimulai dgn menerima data digital dari customer dalam gambar digital biasanya langsung dari kamera digital atau photo untuk di scan.
Data digital itu lalu dibuka di PC utk diperiksa kelengkapannya agar tdk terjadi masalah pada output film.
Kemudian data dibuat menjadi data postscript atau file PDF dan di output ke imagesetter (CtF) melalui RIP (Raster Image Processor), utk menjadi film separasi.

Lalu melalui platemaker dikontak menjadi pelat cetak dan siap dibuat progressive proof
Langkah-langkah yang harus dilakukan :
1. selalu persiapan gambar original sebaik mungkin istilahnya disini garbage In.. Garbage out.. (kalo yg diolah gambar dgn kualitas rendah (ukuran file kecil.. resolusi cuma 72dpi) maka hasil produksi yg dihasilkan tentu nya pasti akan kurang baik jg..
2. gunakan software photoshop utk mengolah gambargunakan potoshop utk mengolah foto yg nantinya akan dpakai utk produksi cetak. software lain seperti windows picture and fax viewer atau photopaint sangat tidak dianjurkan.
3. konversi RGB ke CMYK

hal ini sangat perlu dlakukan.Mengingat ada bbrp scanner ato digcam yg bekerja dgn warna RGB, seringkali terjadi penurunan warna dari RGB ke CMYK. seberapa jauh penurunan tsb pertama disebabkan adanya perbedaan colorspace antara RGB n CMYk dmn colorspace RGB lebih besar drpd CMYK

4. resolusi gambar
resolusi gambar adalah bnyk nya elemen yg membentuk sebuah gambar. dmn besarnya dnyatakan dlm ppi (pixel per inch) ato dpi (dot per inch).
untuk mengetahui resolusi input utk cetak yg tepat,
dpt dgunakan rumus : 2 x screen ruling. jika screen ruling yg dpakai adalah 150 lpi maka resolusi inputnya menjd 300 dpi
screen ruling pd percetakan jg sering dsebut sbg raster.. ato screen frequency. ini berpengaruh pd jenis kertas yg nanti nya akan dpakai utk cetak.

5. analisa dan koreksi gambar digital yg paling penting :

* tentukan bagian highlight (white point) dan shadow (dark point)caranya dgn menggunakan menu curve ato level pd photoshop

* color cast (warna bias)warna bias sering tidak diinginkan, misalkan warna yellowish (kekuningan), redish (kemerahan), bluish (kebiruan).

cara membuang warna ini adalah dgn menu curve, selective color ato color balance

* tone (kontras warna - untuk menghindari gambar terlihat 'datar' - flat)caranya dgn menu curve (perbaiki pada midtone)* koreksi warnacaranya bisa menggunakan menu selective color

* sharpness / ketajaman dpt dgn menu unsharp masking6. format file

* tiff (tagged image file format)merupakan format file yg tdk terkompres utk memelihara kelengkapan data warna yg terekam

* eps (encapsulated postscript)format inin dpt dgunakan utk mengirimkan informasi gambar bitmap postscript dr satu prog. k prog. lain. dpt dterapkan pd gambar vektor atopun bitmap

* jpeg (joint photography expert group)file nya ud kkompres utk mobilitas data yg tinggi dan praktis

* dcs (penjelasan utk yg ini bnr2 lebih k arah mesin cetak n CtP)

* pdf (portable document format)adalah format file yg digunakan stlh smua pekerjaan sudah dbuat n siap untuk d output.

kelebihan nya adalah : dpt mengkompresi data dgn kualitas baik, dan bersifat cross platform shingga dpt dbuka baik d PC maupun macintosh..

7. jgn lupa me -link imagestlh kita bikin desain, kumpulkan gambar dlm 1 folder tersendiri dgn dmikian tdk akan terjadi missing link saat proses output

8. textteks jgn lupa.. hrs d convert to path atau d create outline.. ato bahasa keren nya.. 'dimatikan'..kalo pun tidak bs dmatikan, selalu sertakan jenis fonts yg dpakai dlm 1 folderbtw.. jgn lupa jg.. fonts jgn tlalu kecil.. karena akan menyulitkan pembacaan

9. gambar vector

* pastikan sudah CMYK

* buang element2 yg ga dperlukan..misalkan kita akan membuat sbuah bodytext.. tp ternyata tdk jd.. nah.. sampah2.. seperti text area tsb hrs dbuang..

* hindari penggunaan path yg tlalu bnyk..

* pastikan warna desain vektor kita sesuai dgn color chart..

* overprint adalah suatu proses perpaduan lapisan warna dr sebuah object.tujuan dilakukan overprint adalah utk menghindari terjadi nya miss register.tp..... kalo penggunaan overprint tidak tepat akan terjadi masalah.

seperti contoh brikut ini :

- teks hitam dgn background warnakalo jenis ini.. harus di overprint..

karena jika terjadi miss register,, maka akan timbul warna putih dsekeliling teks. warna itu muncul krn pada area background yg dtmpt-i teks tidak tertutup oleh tinta (jd pergeseran ada pd plat cetak.. ini ksalahan pas cetakan)

- teks warna dgn background warna..teks warna dgn background warna tidak boleh di overprint.. krn warna teks akan bergabung dgn warna background..

- teks putih..teks putih juga tidak boleh di overprint..

contoh gampang nya gini d...u pd pnh liat koran ato tabloid dmn teks nya warna nya tu kabur ga?nah itu gara2 teks nya tersebut dbaca n dcetak 4 warna oleh si mesin cetak.. souw.. dmn misalkan warna yg td nya diinginkan hanya hitam pekat.. (hanya black 100%) ternyata dbaca 4 warna oleh si mesin cetak ( C M Y K ) gitu..ada lagi,.. temen nya overprint itu namanya

* trapping adalah metode utk menghindari masalah register d percetakan dgn menambahkan shape pada pinggir object sebesar 0.15 - 0.30 mm. dmn pd saat cetak kan bs aj terjadi pengembangan kertas shingga menimbulkan miss register, sehingga menimbulkan 'efek putih' yg tidak diinginkan.menu ini pada freehand ada di : window>toolbar>Xtra operations>trapouw y.. efek ini sangat dperlukan bila menggunakan warna spot atau khusus.. dan juga dalam industri packaging trutama gravure.gampang nya gini.. u pnh liat dmajalah ato koran/ tabloid suatu gambar yg pinggiran nya ada muncul warna putih kan? nan itu yg dnamakan miss register tanpa trapping.



Untuk menilai film separasi yg baik harus selalu melakukan kalibrasi film secara rutin utk menjaga kualitas film separasinya.

Alat ukur yg dipakai utk kalibrasi berupa densitometer.

Beberapa hal yg hrs diperhatikan utk memeriksa kualitas dr film separasi, antara lain :.

1.density : nilai kepekatan film separasi.

Nilai density maksimum yg disarankan adalah 3.8 - 4.2 D.

Utk mengetahui nilai density suatu film, hrs menggunakan alat ukur densitomer transparancy.

Nilai density yg rendah akan mengakibatkan warna solid pada hasil cetakan akan terlihat pudar atau warnanya tidak pekat. Salah satu penyebab density rendah adalah krn kondisi processor yg kurang baik.

2. linearisasi dot (raster) : raster 50% pada file digital harus keluar 50% jg pada film dengan toleransi lebih kurang 2%

(bid/berbagai sumber)

 
 
 

Total Pageviews