Batas densitometry

Seperti halnya teknik pemisahan warna, kerja densitometer dengan
setelan filter untuk memproses empat warna. Alat ini menyediakan nilai
relatif untuk ketebalan film tinta, yakni, alat ini tidak mengukur
penampilan optik pada warna.
Fakta ini mengatur batas tertentu untuk aplikasinya, tabel tersebut
merupakan daftar bidang aplikasi khusus dibandiingkan dengan
colorimeter tristimulus dan spectrophotometer.
Satu kekurangan esensial yang dimiliki oleh densitometer adalah
bahwa kekentalan warna yang sama tidak memicu kesan optik yang
sama. Inilah alasan ketika substansi warna yang dibandingkan berbeda
dari satu sama lain. Sehingga nilai setelannya tidak dapat
dilakukan/didapat dari cetakan percobaan ataupun dari sampel lainnya.
Restriksi/pembatasan untuk tiga filter warna yakni merah, hijau dan
biru adalah sama pentingnya. Ketika pengaturan warna dibandingkan
dengan lebih dari empat warna yang diproses, pengukuran warna
tambahan menjadi problematika. Dalam beberapa kasus tidak terdapat
filter yang sesuai untuk warna-warna tambahan, sebagai hasilnya
dimana pengukuran nilai untuk kekentalan tinta terlalu rendah dan
pengukuran nilai untuk dot gain tidak benar/salah.
Kegunaan densitometer juga sangat penting untuk mengontrol
warna pada basis potongan halftone multiwarna seperti potongan
keseimbangan abu-abu. Jika potongan keseimbangan abu-abu diukur
dengan tiga filter warna maka kekentalan tinta yang dihasilkan akan
berbeda dari nilai yang dihasilkan ketika setiap warna diukur sendiri. Ini
karena masing-masing ketiga tinta cetak berkontribusi untuk semua
kekentalan tinta. Alasan untuk hal ini adalah bahwa warna yang diproses
tidak sempurna dua pertiga tinta dan juga menyerap cahaya dari jarak
spektral lainnya.
Densitometer juga berguna dalam memonitor proses cetak pada
mencetak empat warna. Dalam beberapa kasus densitometer
penggunaannya terbatas.
Dua contoh berikut ini mengilustrasikan bagaimana warna-warna
tambahan diukur dengan sebuah densitometer.
Corak (warna antara abu-abu dan coklat ) yang terlihat disini –
mempunyai pemantulan yang relatif tinggi, sedikit menurun dalam jarak
biru (380 hingga 500 nm). Karena itu, nilai kekentalan yang tertinggi
(0,17) diukur dengan filter biru. Nilai yang rendah ini tidak dapat diubah
dengan mudah karena perubahan dalam ketebalan film tinta hanya
memicu pergeseran yang tidak signifikan pada kekentalan. Dalam
prakteknya warna-warna pastel bersinar/bercahaya oleh karena itu
diukur secara visual pada basis lembaran yang bagus dan secara
manual benar.
Warna-warna tambahan HKS 8 dan HKS 65 yang terlihat dalam
contoh kedua benar-benar coraknya berbeda seperti yang dapat terlihat
dari kurva pemantulan (lihat gambar 2.54). Untuk kedua warna itu
penyerapan pada jarak biru (380 hingga 500 nm) adalah yang paling
besar. Sebagai hasilnya, kekentalan tertinggi (1,60 untuk warna itu)
diukur dengan filter biru. Nilai kekentalan yang sama diukur dengan filter
yang sama sehingga tidak perlu mengartikan bahwa corak tersebut
adalah sama!
Penampilan warna itu dapat juga hanya dievaluasi secara colorimetric.





  • READ MORE.......




  • Teknik Grafika dan Industri Grafika
    Antonius Bowo Wasono





    for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Karakteristik cetakan

    Deviasi nilai halftone dalam cetakan FD terhadap nilai halftone FF dalam film dapat ditunjukkan dengan jelas untuk penggunaan langsung pada kerja/karya yang diulang-ulang dalam bentuk yang disebut dengan karakteristik cetakan.
    Untuk menentukan karakteristik cetakan, skala tahapan kasa minimal tiga, atau bahkan lebih baik lima atau lebih tahapan kasa dan
    elemen tambahan keras/tajam yang dicetak. Densitometer digunakan
    untuk mengukur kekentalan tinta dalam tambahan yang keras dan dalam tahapan kasa, dan kemudian nilai halftone dihitung. Ketika nilai yang dihasilkan itu digambar terhadap diagram nilai film yang berhubungan maka dihasilkan karakteristik transfer. Setelah menggunakan lempengan inilah yang disebut dengan karakteristik cetakan.

    Ini valid hanya bagi kombinasi tertentu pada tinta, kertas, cetakan cetakan, lapisan dan lempengan yang  ditentukan. Jika kerja/karya yang sama dicetak pada cetakan yang lain, dengan tinta yang berbeda atau kertas yang berbeda, kemudian karakteristik cetakan akan benar-benar berbeda.
    Gambar ini menunjukkan bagaimana karakteristik 1 berjalan pada sebuah sudut 450. Ia menunjukkan kasus ideal dimana pada cetakan dan film yang identik/sama secara optik, tetapi tak dapat dicapai dibawah kondisi normal. Karaktersitik 2 mereproduksi nilai halftone yang benar benar diukur dalam cetakan. Area yang ditandai antara dua garis menunjukkan dot gain.
    Untuk menentukan dot gain dalam cetakan, jarak sifat tengah merupakan yang paling penting. Karakteristik cetakan menunjukkan bahwa di sinilah nilai halftone bergeser mencapai maksimum. Artinya karakteristik 2 film kasa dapat dinilai dalam cetakan itu (dengan dot gain normal) sehingga dicapai sifat yang dikehendaki.
    Secara praktis, bagaimanapun juga, ini hanya dapat dicapai sebagian saja.



  • READ MORE.......



  • Antonius Bowo Wasono, dkk.



    untuk lebih lengkap dan update tentang illustrator simple tutorial silahkan kunjungi :

    www.illustratorsimpletutorial.blogspot.com


    FOTO REPRODUKSI (FILM MAKING) dan PLATE MAKING

    Akselerasi teknologi di bidang prepress melaju dengan sangat cepat. Produsen mesin-mesin pre-press berlomba untuk membuat mesin yang diproduksi semakin efektif dan efisien. Fenomena ini tentunya
    “mengenakkan” pelaku bisnis di bidang grafika mempunyai banyak pilihan khususnya bagi pengusaha yang bermodal besar. Konsumenpun diuntungkan, karena dari sisi waktu pengerjaannya lebih cepat, kualitas
    cetakan lebih baik, dan tentunya harganyapun juga bersaing.
    Percetakan-percetakan di Indonesia masih banyak ditemui menggunakan plate processor untuk memproses film menjadi acuan siap cetak. Karena investasi untuk menggunakan teknologi Computer to Plate sangat besar dan karakteristik pekerjaannya belum cocok untuk menggunakan teknologi tersebut. Berbeda dengan penggunaan teknologi image setter, yang digunakan untuk mentransfer data digital (dari komputer) menjadi film, masih banyak ditemui. Disamping harganya terjangkau, teknologi image setter lebih fleksibel untuk digunakan berbagai karakteristik pekerjaan, khususnya yang berkaitan dengan oplag.

    Sebelum teknologi image setter berkembang luas di pasaran, proses pembuatan film dari data komputer dipindahkan dulu melalui media kertas atau yang dikenal dengan Computer to Paper kemudian diproses dengan menggunakan kamera reproduksi baik itu kamera vertikal maupun horizontal untuk dipindahkan menjadi film dengan pengembangan manual atau dengan menggunakan film processor.

    Teknologi ini sudah semakin ditinggalkan oleh perusahaan percetakan, karena prosesnya membutuhkan waktu yang lama juga hasilnya kurang maksimal. Pembesaran titik raster (dot) menjadi semakin besar karena
    adanya tahapan demi tahapan yang harus dilalui.
    Penggunaan kamera vertikal maupun horizontal masih banyak dijumpai pada percetakan-percetakan yang mengkhususkan pada jenis atau macam cetakan yang beroplag sedikit atau cetakan-cetakan khusus, misalnya pembuatan stempel, acuan untuk foil, dan sebagainya.
    Untuk mengetahui teknologi ini, sebagai dasar keilmuan memahami teknologi yang berkembang pesat sekarang, dibawah ini diuraikan proses dari data yang dihasilkan komputer berupa kertas menjadi film
    yang siap ditransfer ke pelat cetak.


  • READ MORE.......


  • Antonius Bowo Wasono, dkk.




    untuk lebih lengkap dan update tentang illustrator simple tutorial silahkan kunjungi :

    www.illustratorsimpletutorial.blogspot.com

    Standarisasi dalam mencetak

    Dalam percetakan offset terdapat banyak tahapan antara kesalahan cetak dan hasil akhir cetakan, yaitu,  reproduksi (pembuatan progresif), percobaan, pencahayaan lempengan dan proses dalam mencetak. Pada tiap tahapan pemrosesan tersebut ukuran elemen gambar berubah: titik halftone menjadi lebih besar atau lebih kecil, garis menjadi lebih tebal atau lebih tipis.
    Kinerja yang khas pada setiap tahapan proses ini dapat digambarkan dengan karakteristik transfer, yang paling umum adalah karakteristik pencahayaan lempengan dan karakteristik cetakan.
    Keterangan :
    x = suited for process colours
    = suited for special colours
    ( ) = partially suited
    Proses reproduksi keseluruhan bertujuan untuk membuat cetakan terlihat salah cetak. Pada fase sebelum mencetak semua karakteristik transfer harus diketahui. Ini kemudian variasi elemen gambar yang dicetak sajalah yang menghasilkan dari karateristik proses yang dapat diganti. Untuk alasan efisiensi ekonomi, bagaimanapun juga, ini hanya memungkinkan jika jumlah karakteristik transfernya rendah.
    Standarisasi dalam mencetak juga bertujuan untuk menjelaskan hanya sejumlah kecil pada karakteristik transfer sepanjang toleransinya agar menghasilkan reproduksi yang berkualitas tinggi dan biayanya rendah tanpa harus mempunyai properti alat-alat pencahayaan lempengan atau alat-alat cetak.
    Semua tahapan proses ini bertujuan untuk capaian tersebut, dan kekonstanan nya harus terus dipantau. Kepingan kontrol cetak, bidang kontrol pencahayaan lempengan, dan khususnya, colorimeter pada
    mesin cetak adalah alat yang berharga dalam meraih/mencapai tujuan ini.




    Teknik Grafika dan Industri Grafika
    Antonius Bowo Wasono





  • READ MORE.......





  • for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Desain grafis adalah seni

    Pekerjaan desain grafis menuntut pemahaman terhadap esensi dunia visual dan seni (estetika). Sebab desain grafis menerapkan elemen-elemen dan prinsip-prinsip desain (komposisi) dalam memproduksi sebuah karya visual. Desain grafis menerapkan beberapa prinsip, yakni: Kesederhanan, Keseimbangan, Kesatuan, Penekanan, dan Repetisi. Sedangkan elemenelemen
    yang diusungnya meliputi Garis, Bentuk, Ruang, Tekstur, dan Warna. Dan pada akhirnya sang penikmat karya visual akan memberikan penilaian, seperti apa yang dikatakan Kant: Nilai Estetisdan Nilai Ekstra. Nilai estetis diperoleh melalui penggunaan elemen-elemen dan prinsipprinsip.
    Sedangkan nilai ekstra muncul: gerakan (animasi), percepatan, lambaian, suasana panas, atmosfer tenang dan lain sebagainya.
    Sony Kartika (2004) dalam Pengantar Estetika memaparkan tiga tingkatan basis aktivitas estetik. Pertama, pengamatan terhadap kualitas material, warna, suara, gerak sikap dan banyak lagi sesuai dengan jenis seniserta reaksi fisik yang lain. Kedua, penyusunan dan pengorganisasian hasil pengamatan. Pengorganisasian itumerupakan konfigurasi struktur bentukbentuk
    yang menyenangkan dengan pertimbangan harmoni, kontras, keseimbangan, kesatuan, keselarasan yang utuh. Ketiga, susunan hasil persepsi. Hal ini dihubungkan dengan perasaan dan emosi, yang merupakan hasil interaksi antara persepsi memori dengan persepsi visual.
    Komputer Grafis:
    Gunakan yang Paling Populer
    Dalam hal penggunaan teknologi komputer grafis, desainer grafis harus benar-benar paham menggunakan berbagai perangkat lunak komputer grafis untuk mempercepat dan mengefisienkan dalam menghasilkan sebuah karya grafis. Dalam contoh mendesain majalah anak-anak yang full colormisalnya, kalibrasi monitor dan kecocokan antar perangkat harus dipahami agar warna yang didesain sama seperti hasil ketika nanti dicetak di atas kertas. Termasuk misalnya jangan menggunakan perangkat lunak yang tidak populer, yang mana tidak digunakan oleh percetakan. Ini malahan akan merepotkan Anda sendiri.
    Beberapa perangkat lunak komputer grafis yang paling sering digunakan dalam pekerjaan desain grafis adalah AdobePagemaker, AdobePhotoshop,
    Macromedia Freehand, Quark Express, CorelDraw, Adobe Illustrator. Dan ada juga perangkat lunak pendukung untuk menghasilkan karya grafis 3D, semacam 3D Max, Maya, Poser, Terragen dan Bryce. Penggunaan kelima program populer ini bisa Anda pakai dalam menghasilkan elemen tambahan bagi karya desain Anda. Untuk membuat bola kristal yang realistik misalnya, Anda tidak perlu melukis atau menggambar dengan AdobePhotoshop atau CorelDraw, yang memang diperuntukkan memproduksi grafis dua dimensi saja.


    Panduan Mengenal Desain Grafis - Vinsensius Sitepu
    www.escaeva.com

    Gambar bitmap

    Gambar bitmap juga sering disebut juga dengan istilah raster image. Gambar dibentuk oleh sekumpulan titik yang disebut dengan pixel (picture element) dalam suatu grid. Titik-titik persegi berkumpul seperti mosaic bergabung dan memiliki warna –warna tersendiri yang membentuk gambar seperti terlihat pada layar monitor. Pixel berjajar, baik vertikal maupun horizontal seperti yang terlihat pada gambar akan terlihat pada pembesaran tertentu. Gambar bitmap merupakan resolution dependent. Kualitas gambar bergantung pada banyak atau pixel yang membentuk gambar atau yang disebut dengan istilah resolusi. Ukuran yang dipakai dalam penentuan resolusi adalah dpi (dots per inch) atau ppi (pixel per inch). Resolusi gambar bitmap yang terlihat pada layar monitor menggunakan resolusi monitor 72 atau 96 ppi, meskipun gambar memiliki resolusi 300 ppi.
    Penentuan gambar untuk pencetakan berawal dari sini. Kebutuhan gambar berkualitas tinggi diperoleh melalui proses input gambar dari meda lain seperti scanner. Umumnya resolusi yang dibutuhkan untuk menghasilkan detail gambar yang bagus 300 ppi. Meskipun demikian ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan dalam menentukan resolusi gambar yang efektif dan efisien, yaitu berdasarkan jenis kertas yang dipakai pada hasil cetakan. Standarisasi raster atau yang lebih dikenal dengan istilah screen ruling untuk setiap jenis kertas berbeda beda. 
    Setelah screen ruling diketahui barulah kita menentukan resolusi gambar bitmapnya. Umumnya penentuan resolusi gambar adalah dua kali dari screen ruling. Ukuran yang digunakan adalah lpi (line per inch). Pada tabel berikut akan terlihat penentuan image resolution pada gambar bitmap. Karena gambar bitmap sangat bergantung pada resolusi gambar (resolution dependent), sangatlah sulit bagi kita untuk melakukan pembesaran dan pengecilan pada gambar. Aktivitas tersebut akan berpengaruh pada kualitas gambar. Pada pembesaran, gambar akan membuat pixel baru dari pixel yang sudah ada sebelumnya atau yang disebut dengan istilah interpolasi. Gambar menjadi out of focus atau kabur. Sedangkan apabila kita melakukan pengecilan gambar, pixel-pixel yang membentuk gambar akan berkurang dengan sendirinya. Aplikasiaplikasi
    grafis yang berbasis bitmap diantaranya Adobe Photoshop Corel Photo Paint, Jasc Paint Shop Pro, Micrografx Picture Publishier. Ulead Photolpact, dan Microsoft Paint. Umumnya format yang digunakan oleh
    gambar bitmap adalah BMP, GIF, JPEC/JPG, PNG, PICT (Macintosh), PCX, TIFF, dan PSD (Adobe Photoshop).


    Teknik Grafika dan Industri Grafika
    Antonius Bowo Wasono



  • READ MORE.......


  • for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Screen ( # ) Ruling dan Angle

    Screen Ruling juga didefinisikan secara simple dengan tanda Hash ( yakni 133# ) ditentukan dengan jumlah dari dot halftone dihitung per linear inch. Diukur sepanjang sumbu baris dot. Oleh karena itu sebuah lembar kerja dibutuhkan guna dari 150# secara tidak langsung bahwa screen ruling dibutuhkan akan sama dengan 150 dot halftone per inch. Gambar diatas menunjukkan traditional angle yang dipakai process warna kerja ( CMYK ) dimana sumbu dari baris sama dengan angle.

    Perkerjaan Warna Single menggunakan 45 derajat untuk halftone dan pemberian warna ( percentase pengisi flat dari warna solid ). Angle ( sudut ) 45 derajat kurang kelihatan dengan jelas dan menyakitkan mata manusia mengingat sudut 90 derajat sangat jelas dan sangat menarik perhatian untuk dot-dot gambar detail ( the picture ).

    Gambar multi warna selalu mempunyai masalah yang besar sekali yang ditimbulkan untuk prepress ( sebelum cetak ) dan printer. Secara ideal setiap warna didalam gambar halftone multi warna harus tepat 30 derajat terpisah. Tetapi 90 derajat dibagi dengan 30 sama dengan 3 sehingga kami mempunyai masalah dengan sebuah proses gambar ( CMYK ) karena terdiri dari 4 warna. ( Sebuah Screen Halftone mempunyai 2 sumbu, yang satu 90 derajat terhadap sumbu yang lain yang lain. Oleh karena itu hanya 3 screen halftone merekomendasikan derajat, 30 derajat terpisah, dapat digunakan per 360 derajat sebagai situasi duplicate ( penyalinan ) untuk setiap kumpulan 90 derajat ).
    Pola yang diciptakan oleh 2 atau 3 halftone screen diletakkan pada 30 derajat untuk setiap lainnya yang dikenal dengan pola rose, nampaknya sederhana dan pola yang unobtrusive ( rendah hati ) bahkan secara normal tidak mengganggu mata. Biarpun berberbeda secara ideal kami mulai melihat pola moiré yang makin lama makin memburuk. Satu warna keluar dari 1 derajat kesesjajaran akan mulai ketidakcocokan ( bentrokan ) dengan paling sedikit satu dari warna yang lain dan merusak pola rose; ( = pola moiré ).
    Untuk mengatasi / menaggulangi situasi 4 sebagai pengganti 3. Warna contras yang paling berkurang. Yellow disudutkan secara tepat 15 derajat diantara 2 warna yang lain.Gambar hitam diatas dasar film yang jernih digunakan untuk membuat plate printing
    nampak buruk ketika overlayed namun kami tidak melihat kesalahan waktu printing.
    Secara Tradisional warna yang sebagian terbesar contras disetel / dipasang secara visual ideal sudut 45 derajat dan warna tentu saja hitam didalam CMYK jobs.
    Biarpun lebih berhati-hati ( teliti ) dalam berdagang sering kerapkali ditentukan oleh warna-warna utama ( Magenta atau red = magenta, Cyans atau Yellow-Greens = Cyan ) pada sudut 45 derajat dan Black ditempatkan pada 75 atau 105 derajat – jika black adalah gambar normal atau light.




  • READ MORE.......


  • for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    REPRODUKSI WARNA DENGAN CETAK OFFSET

    Quality control cetak offset sangat diperlukan agar terciptanya standarisasi
    Sebuah original berupa foto atau slide yang akan diproduksi(diperbanyak) melalui system cetak haruslah dipecah ke dalam 4 warna proses yaitu Cyan,Magenta,Yellow dan black atau dikenal dengan CMYK.
    Proses ini dimulai dari tahap digitalisasi melalui scanner. Foto atauslide yang di scan kedalam bentuk data digital disebut gambar bit map, karena terdiri dari kumpulan pixel (picture element).
    Banyaknya jumlah pixel dinyatakan dalam isitilah resolusi input.
    Misal: sebuah cetakan dengan screen ruling= 150 lpi, diperlukan resolusi input=2x150lpi=300 lpi atau 300 ppi.kemudian gambar bitmap tersebut bersama teks di layout dengan aplikasi grafis yang tersedia pada PC atau Mac.
    Gambar bitmap yang telah dipisahkan warna kedalam bentuk CMYK kemudian di output kedalam bentuk dot / raster melalui image setter menjadi lembaran film. Pada saat out put ke imagesetter,harus ditentukan nilai screen ruling (raster), resolusi output, jenis dot,sudut raster dan lain-lain.
    Besar kecilnya dot yang dibentuk melalui imagesetter memiliki peran yang sangat penting sebagai acuan permintaan di mesin cetak.Dalam proses pencetakan separasi warna, setiap dot akan saling bertumpuk dengan sudut yang berbeda untuk mendapatkan warna yang sesuai dengan model originalnya.
    Permintaan dan Density Cetak
    Film separasi yang sudah di out put kemudian dikontak ke pelat melaui mesin platemarking. Besar kecilnya dot pada film separasi juga akan berpindah pada pelat cetak. Variasi penyimpangan bisa saja terjadi apabila :
    Waktu penyinaran terlalu lama/cepat
    Cairan developer pada mesin prosesor sudah lemah atau terlalu kuat
    Proses pencucian pelat dilakukan secara manual
    Oleh karena itu untuk menjaga standarisasi pada output pelat harus digunakan ‘Grayscale’ misalnya dari Kodak Polychrome atau ugra, dan lain lain.
    Tinta yang tercetak pada kertas sangat dipengaruhi oleh:
    Proses pengalihan dari pelat ke blanket
    Jenis kertas atau kemampuan daya serap kertas
    Karakterisitk/ sifat tinta tersebut, dan lain-lain.
    Ketebalan Lapisan Tinta
    Bedasarkan standar DIN 16539, Ketebalan tinta pada warna proses direkomendasikan yaitu 0.7-1.1 mikron. Sedangkan pada praktek sehari-hari ketebalan tinta maksimum yang dianjurkan maksimal 3.0 mikron. Secara ideal, proses permintaan harus setipis mungkin namun pencapaian warna atau density tercapai. Hal ini sangat didukung dengan kualitas dari tinta tersebut. Semakin tebal permintaan, maka makin besar pula dot gain atau perbesaran titik yang terjadi dan semakin gelap hasil cetak yang didapat.
    Kepekaan tinta pada hasil cetak dinyatakan dalam bentuk density dan diukur melalui alat densitometer.
    Hubungan Density dan Ketebalan Tinta
    Penambahan ketebalan tinta memiliki batas maksimum,apapbila nilai maksimum dencity sudah tercapai,berapapun penambahan titik tidak akan menambah nilai density. Garis-garis putus menunjukan batas maksimum yang dianjurkan.
    Penyimpangan Dot
    Perjalanan dot mulai dari pre-press sampai cetak sangat mempengaruhi kualitas cetak dan warna hasil cetak.Perubahan besar/kecil dot dapat disebabkan beberapa faktor antara lain:
    Proses kalibrasi pada imagestter (penyinaran dan pencucian film)
    Kontak pelat di platermaking (penyinaran dan pencucian hebat)
    Di mesin cetak proses pembasahan, penintaan, kekenyalan blanket, tekanan cetak dan lain-lain
    Kertas, jenis kertas, dan kehalusan permukaan kertas
    Bentuk Perubahan Dot
    Pada saat pencetakan di mesin cetak, bentuk dot dapat berubah.Perubahan bentuk dot juga turut mempengaruhi kualitas cetak. Secara umum perubahan bentuk dot dikategorikan sebagai berikut :
    Dot gain, yaitu terjadinya pembesaran dot baik secara simetris gradual (teratur), maupun asimetris (memperbesar dengan ujung tak teratur)
    Filling in, yaitu pengurangan non aera yang seharusnya bersih tetapi berubah menjadi shadow (samar-samar) atau tertutup sama sekali oleh dot. Umumnya terjadi pada pencetakan diapositif.
    Sharpening, yaitu ukuran dot lebih kecil dari ukuran dot film.
    Sluring, yaitu bentuk dot berubah memanjang atau oval, baik kearah lateral maupun kearah circumferensial.
    Doubling, yaitu bentuk dot berubah menjadi dua,satu merupakan dot sebenarnya dan kedua merupakan dot bayangan.bentuk dot bayangan bergantung arah.
    Offseting, yaitu bentuk dot berubah seperti sluring tetapi bagian ujungnya lancip seperti matahari.
    Penumpukan Tinta
    Penumpukan tinta/ Ink trapping adalah seberapa kuat melekatnya tinta saat mencetak dua warna yang bertumpuk diatas kertas. Hal ini dipengaruhi oleh urutan pencetakan pada mesin cetak ( mesin cetak 1 warna, 2 warna atau 4 warna ).
    Penumpukan warna dapat terjadi pada dua kondisi:
    Basah diatas basah (contoh mesin 2 warna atau 3 warna)
    Basah diatas kering (contoh mesin 1 warna)
    Contoh urutan pencetakan standar pada mesin 1,2 dan 4 warna
    Mesin 4 warna (basah diatas basah) :
    Black+Cyan+Magenta+Yellow
    Mesin 2 warna (basah diatas basah):
    Cyan+Magenta+kemudian Black+Yellow
    Mesin 1 warna (basah diatas kering):
    Cyan,Magenta,yellow,Black atau Black,Cyan,Magenta,Yellow
    Alat Bantu Pengontrolan Warna
    Pada umunya alat bantu yang digunakan untuk pengontrolan warna selain berupa alat ukur seperti spektrondensitometer ada juga print control strip. Pemakaiannya dilakukan pada pelat cetak dan sangat berguna untuk mengontrol parameter warna dan aspek-aspek yang memperngaruhi kualitas cetak seperti: konrol warna solid,control raster halftone, kontrol sulling,dan doubling, kontrol untuk solid traping, kontrol pelat untuk melihat kualitas penyinaran di platemarking.
    Quality kontrol pada cetak offset sangat diperlukan agar terciptanya standarisasi, hal ini membutuhkan :
    Parameter yang jelas
    Diperlukan peralatan densitometer atau spectrophometer
    Digunakan alat bantu seperti Print Control Strip untuk mengontrol kualitas cetakan dengan parameter yang jelas.
    Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi mutu cetakan antara lain; tinta cetak, jenis kertas, kualitas film separasi, kualitas pelat cetak, pengoperasian mesin cetak (SDM), suhu ruangan, kondisi alat ukur, kondisi cairan chemical, dan lain-lain.


    (bid/berbagai sumber)




  • READ MORE.......


  • for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Ringkasan Raster Image Processor work flow Halftone FM Screens Bitmap Ink Presetting

    Raster Image Processor
    menterjemahkan bahasa postscript utk imagesetter 

    imagesetter : mesin yg menghasilkan keluaran resolusi tinggi pd film
    menterjemahkan image mjd raster
    menterjemahkan bitmap mjd halftone

    work flow teknologi untuk meningkatkan kecepatan proses dan kemudahan dalam pengolahan data secara elektronik
    langsung cetak


    RIP(express)

    RipExpress dirancang dengan basis Configurable PostScript Interpreter (CPSI) dari Adobe untuk menginterpretasi file PostScript dengan akurat dan konsisten.

    RipExpress buatan Monotype Systems ini adalah perangkat lunak
    RIP yang serbaguna ini dapat menangani file warna dan monochrome dari PostScript 3

    RipExpress yang mengkombinasikan kinerja yang optimum dengan antar muka ekslusif dan mudah diggunakan
    tersedia untuk platform Sun UltraSPARC dan Window NT di Pentium PC.

    RipExpress adalah sebuah implementasi penuh dari perangkat lunak PostScript 3 dari Adobe
    yang menwarkan peningkatan kinerja dan keuntungan seperti pemrosesan dan percetakan langsung file-file berformat PDF.

    Super Screens diggunakan untuk menunjukan hasil akhir yang terlihat superior. ,
    Dengan Super Screens, 'banding' dapat dihilangkan dari sistem-sistem imagesetting dan direct-to-plate
    dan dapat menghasilkan 4096 tingkat grey pada alat-alat beresolusi tinggi ini.

    Preview warna menyediakan preview warna penuh dari pekerjaan yang telah diRIP pada layar

    Gambar bitmap yang telah dipreview dapat langsung dikirim ke perekam beresolusi tinggi atau
    secara alternatif di cetak ke sebuah proofer warna untuk evaluasi yang lebih dalam.

    Fitur-fitur RipExpress yang mudah digunakan dengan antar muka grafik

    Menggunakan CPSI Adobe untuk menjamin keselarasan sempurna dengan bahasa PostScript 3 murni.

    Output ke Laserbus untuk menghubungkan segala macam recorder dengan menggunakan Personality Interfaces

    Fasilitas input spooling dan hold, dan output spooling dan hold

    Preview halaman berwarna pada layar.

    Halftone dan tabel kalibrasi.

    Sekumpulan 136 fonts yang disediakan secara standar.

    Bermacam input dengan menggunakan Ethertalk, TCP/IP, LPR, drop folder dan input spesial MGS3.

    Penghematan penggunaan media dengan Trim Page yang menghilangkan kelebihan area berwarna putih dibawah halaman

    Film Saving yang secara otomatis memutar halaman kalau dengan begitu bisa menghemat bahan.

    Anamorphic scaling dengan kontrol skala X & Y yang terpisah

    Kompresi dan dekompresi ditempat untuk bitmap file

    Pilihan Tambahan RIP to TIFF: Output dapat disetel untuk menghasilkan file 1 bit TIFF sebagai uncompressed, Packbits, CCITT Huffman, Fax Group 3 dan Fax Group 4.

    OPI dapat menyediakan penunjuk dimana MGS3 dapat menaruh gambar beresolusi tinggi saat mereka login ke sistem
    Kemudian substitusi OPI dapat terjadi pada RIP saat halaman dicetak

    FM Screens: Stochastic screening dengan menggunakan Adobe Brilliant Screens


    PrintExpress Snap Shots PrintExpress/CPM
    adalah sebuah sistem jalur kerja digital yang mencakup sejumlah perangkat lunak
    yang digunakan untuk menghubungkan aplikasi pembuat halaman dan percetakan press.

    PrintExpress menangani tahapan dari menerima sebuah halaman dalam format PostScript atau PDF melalui
    pengeRIPan, pagepairing, spooling, proofing, tracking dan transmisi jarak jauh sampai kepercetakan di tempat yang berbeda-beda

    Kumpulan modul yang mencakup PrintExpress adalah:
    PostScript / PDF Spooler Modul ini menerima file berformat PostScript atau PDF dari sistem lain
    seperti mesin pembuat halaman pada PC atau Mac atau sebuah server OPI.
    Modul ini menggunakan protokol input standar seperti PAP (Apple), TCP/IP, drop file atau dari server OPI MG3.

    Disini file input dispool untuk ditransfer ke spooler lain atau ke fungsi PDF Export
    untuk disimpan sebagai file untuk kepentingan pengarsipan atau untuk digunakan oleh mesin lain.
    PrintExpress RIP Modul PrintExpress RIP menggunakan Adobe PostScript3 CPSI untuk menciptakan file bitmap dari file postscript atau PDF.
    Seperti modul-modul PrintExpress lainnya, beberapa program dapat berjalan disatu platform secara bersamaan

    Kalibrasi warna dan pengaturan gambar lainnya diatur pada tahap ini.
    Beban yang disebabkan oleh program-program RIP yang berjalan dapat diratakan oleh spooler PostScript / PDF

    Bitmap Spoolers Modul ini men'spool' dan membentuk antrian file output dari program RIP disampaikan ke Bitmap Spooler lainnya
    bisa di lokasi percetakan) atau ke modul lain untuk pemrosesan tambahan seperti pemasangan halaman, double burning, rotation

    Bitmap Color Proof Opsi ini menerima seperasi bitmap beresolusi tinggi untuk dikombinasi
    dan diproses menjadi sebuah layout proof pada plotter berwarna seperti HP Design Jet
    Semua ini bisa dijalankan melalui Laserbus atau Ethernet.

    Tidak seperti cara-cara yang mengharuskan pekerjaan diRIP sendiri-sendiri untuk proofing
    cara ini memastikan agar proof serupa dengan cetakan akhir dan tidak ada variasi yang disebabkan oleh RIP pada saat menghasilkan pemisahan

    Bitmap Ink Presetting
    Opsi ini menghitung luas area yang menggunakan tinta dari pemisahan bitmap dan memformatnya untuk kontrol percetakan

    FOTO REPRODUKSI (FILM MAKING) dan PLATE MAKING

    Akselerasi teknologi di bidang prepress melaju dengan sangat
    cepat. Produsen mesin-mesin pre-press berlomba untuk membuat mesin
    yang diproduksi semakin efektif dan efisien. Fenomena ini tentunya
    “mengenakkan” pelaku bisnis di bidang grafika mempunyai banyak
    pilihan khususnya bagi pengusaha yang bermodal besar. Konsumenpun
    diuntungkan, karena dari sisi waktu pengerjaannya lebih cepat, kualitas
    cetakan lebih baik, dan tentunya harganyapun juga bersaing.
    Percetakan-percetakan di Indonesia masih banyak ditemui
    menggunakan plate processor untuk memproses film menjadi acuan
    siap cetak. Karena investasi untuk menggunakan teknologi Computer to
    Plate sangat besar dan karakteristik pekerjaannya belum cocok untuk
    menggunakan teknologi tersebut. Berbeda dengan penggunaan
    teknologi image setter, yang digunakan untuk mentransfer data digital
    (dari komputer) menjadi film, masih banyak ditemui. Disamping harganya
    terjangkau, teknologi image setter lebih fleksibel untuk digunakan
    berbagai karakteristik pekerjaan, khususnya yang berkaitan dengan
    oplag.

    Sebelum teknologi image setter berkembang luas di pasaran,
    proses pembuatan film dari data komputer dipindahkan dulu melalui
    media kertas atau yang dikenal dengan Computer to Paper kemudian
    diproses dengan menggunakan kamera reproduksi baik itu kamera
    vertikal maupun horizontal untuk dipindahkan menjadi film dengan
    pengembangan manual atau dengan menggunakan film processor.
    Teknologi ini sudah semakin ditinggalkan oleh perusahaan percetakan,
    karena prosesnya membutuhkan waktu yang lama juga hasilnya kurang
    maksimal. Pembesaran titik raster (dot) menjadi semakin besar karena
    adanya tahapan demi tahapan yang harus dilalui.


    Antonius Bowo Wasono, dkk.







  • READ MORE.......


  • for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Mengerjakan scanning gambar atau mengolah gambar dari kamera digital

    Elemen grafis yang berupa gambar dapat kita peroleh dengan cara memindai gambar yang sudah ada atau me-scanner dan dari kamera digital. Untuk menghasilkan kualitas cetakan yang baik, resolosi gambar
    yang cukup sangat dibutuhkan. Ada beberapa cara agar hasil scan yang kita hasilkan sesuai dengan harapan, yaitu :
    1. Scan gambar dengan resolusi yang cukup, minimal 300 dpi.
    2. Usahakan gambar yang discan melekat sempurna pada bidang kaca scanner.
    3. Pada saat me-scan sebaiknya Menu Unsharp masking diaktifkan, meskipun nantinya akan dapat dibantu di menu Sharpness di Photoshop.
    4. Setelah diperoleh hasil scan, lakukan pengeditan ulang di adobe photoshop, terutama dilakukan pada posisi dan croping terlebih dahulu, dan kemudian pada kualitas level; dengan mengatur levelnya, sehingga didapat hasil warna yang tajam.
    5. Jangan lupa bersihkan permukaan scanner, sehingga didapat bersih dari noda-noda yang tidak diinginkan. Scanner yang mempunyai kemampuan menangkap gambar yang tinggi akan sangat berpengaruh terhadap kualitas gambar yang kita peroleh.

    Antonius Bowo Wasono, dkk.


  • READ MORE.......


  • for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    PRINSIP-PRINSIP DESAIN GRAFIS

    Di sini kiata akan mengupas sedikit tentang prinsip - prinsip desain grafis yang sangat berguna bagi kita sebagai desainer.
    Prinsip-prinsip desain sangat membantu menentukan bagaimana kita menggunakan elemen desain.
    Ada empat prinsip desain yang perlu kita ketahui yaitu:
    - keseimbangan
    - penekanan
    - irama
    kesatuan.
    Prinsip-prinsip desain membantu kita untuk menggabungkan berbagai elemen desain ke dalam tata letak yang baik.
    Keseimbangan
    Setiap elemen pada susunan visual berat yang telah ditentukan oleh ukurannya, kegelapan atau keringanan, dan ketebalan dari baris.
    Ada dua pendekatan dasar untuk menyeimbangkan.
    Yang pertama adalah keseimbangan simetris yang merupakan susunan dari elemen agar merata ke kiri dan ke kanan dari pusat.
    Yang kedua adalah keseimbangan asimetris yang merupakan pengaturan yang berbeda dengan berat benda yang sama di setiap sisi halaman.
    Warna, nilai, ukuran, bentuk, dan tekstur dapat digunakan sebagai unsur balancing.
    Simetris bisa menjadi kekuatan dan stabilitas publikasi, presentasi, dan situs web.
    Asimetris dapat menyiratkan kontras, berbagai gerakan, mengejutkan dll.
    Hal ini cocok untuk modern dan publikasi hiburan, presentasi, dan situs web.
    Untuk menciptakan keseimbangan:
    1. Ulangi bentuk tertentu secara berkala, baik secara vertikal maupun horizontal.
    2. Pusat elemen pada halaman.
    3. Menempatkan beberapa visuals kecil di satu daerah untuk menyeimbangkan satu blok besar gambar atau teks.
    4. Gunakan satu atau dua bentuk aneh dan membuat bentuk biasa.
    5. Keringanan teks potong-berat dengan terang, berwarna-warni visual.
    6. Meninggalkan banyak spasi besar sekitar blok teks atau foto gelap.
    7. Offset besar, gelap foto atau ilustrasi dengan beberapa lembar teks kecil, masing-masing dikelilingi oleh banyak spasi.




  • READ MORE.......


  • for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Perangkat Lunak (software) Pendukung Desain

    Install software disesuaikan tujuan pemakaian. Untuk proses mendesain dapat dipertimbangkan, antara lain : Pagemaker, Ilustrator, Photoshop, Quark X-press, Corel Draw, Free Hand, atau software yang lainnya yang mendukung proses mendesain. Perlu diperhatikan,semakin banyak kita memasukkan software di komputer kita, akan
    membebani memori harddisk kita. Aplikasi-aplikasi dalam sistem desktop publishing dapat dikelompokkan berdasarkan fungsinya :

    1. Aplikasi Pengolah Kata
    Aplikasi ini biasanya untuk mengolah kata, baik grammar dan spelling-nya. Aplikasi ini dikhususkan untuk mengolah format teks atau membuat tagging. Aplikasi ini mampu melakukan penataan halaman, walaupun dalam konteks sederhana seperti yang dilakukan oleh Microsoft Word. Aplikasi ini banyak digunakan oleh kalangan akademis/ mahasiswa /pelajar untuk membuat jurnal ilmiah, skripsi, karya ilmiah, atau tugas-tugas lainnya yang mengedepankan fungsi sebagai pengolah kata.Yang termasuk
    aplikasi ini, misalnya Microsoft Word, Wordstar,dan Corel WordPerfect.

    2. Aplikasi Pengolah Gambar/ Foto
    Aplikasi ini untuk mengolah foto atau gambar bitmap dan gambar realistis lainnya. Photoshop merupakan salah satu aplikasi yang cukup familier di kalangan desainer grafis untuk ngolah foto, memanipulasi foto, retouching image, dan color correction. Selain Photoshop ada pengolah foto yang lain, seperti Fractal Design
    Painter, dan Corel Photo Paint.

    3. Aplikasi Pengolah Ilustrasi
    Aplikasi ini berfungsi untuk mengolah gambar dalam bentuk vektor, seperti ilustrasi dan logo. Gambar yang dihasilkan oleh aplikasi jenis ini adalah gambar vektor. Dalam perkembangannya, aplikasi ini juga mampu mengolah gambar bitmap. Aplikasi pengolah ilustrasi yang banyak digunakan oleh para desainer grafis, seperti
    Adobe Illustrator, Macromedia Freehand, Corel Draw, dan Beneba Canvas.

    4. Aplikasi Pengolah Layout.
    Aplikasi ini untuk mengatur halaman. Aplikasi pengolah kata yang sering digunakan Adobe Pagemaker, QuarkXpress, dll. Sedangkan pengolah layout yang digunakan untuk mempermudah imposisi halaman buku, majalah, dll., yaitu: QuarkXtension, DK&A
    Imposition, Impose (Barco), Signastation (Heidelberg), dan lain-lain Dengan dukungan dari perangkat-perangkat yang menunjang seorang pewajah (desainer grafis) tidak dipusingkan oleh rendahnya kinerja komputer.


    Antonius Bowo Wasono
    Teknik Grafika dan Industri Grafika






  • READ MORE.......



  • for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Quick Start Secrets To Printing Better Halftones

    Member Academy of Screen Printing Technology
    Halftone printing is all about the dots. The whole concept of printing various tones by
    fooling the eye is the very definition of a halftone. The tones we get are determined by
    the accuracy of the dots we print. Big dots mean dark tones. Small dots mean light
    tones. Where printers get themselves in trouble is they forget the simple fact that in
    order to print accurate tones or values, we have to accurately print the right size dots.
    What follows is a collection of neat, quick techniques that will definitely help you to
    print better work, faster, easier, and more profitably. This is not a fix all, cure all program,
    but rather the beginning of a journey where you will ultimately be able to print
    any job, the first time, with great results and minimal hassle.
    Only deliberate practice and experience will get you there. The goal here is to concentrate
    on the easy, quick methods that will go the furthest toward making your work
    look great with the least amount of effort.
    How we See Tone and Color
    It helps a great deal to visualize what you are trying to achieve. Our natural vision
    sees color as tone. We see light pinks, vibrant crimson reds, and deep, rich
    mahoganies.
    By printing a deep red with dots of various sizes, we can achieve all of these colors
    with only one color ink. It is the same for all colors we print and combine. I f we are
    not accurate in printing the right size dot, the color will be wrong.
    My approach is to start at the beginning of the process and work through to the end.
    Each step along the way has an impact, and you cannot easily build on a step that
    was performed poorly.
    The process is sequential. Each progressive step is based on the properly prepared
    previous step. Another way of saying this is, if you screw-up in the beginning, it can
    only get worse from there.
    Before you even begin the separation process, ask yourself how accurate you need
    to be. If pleasing color is good enough, you can easily be very successful.
    Pleasing color is the best place to start. This means that the color only needs to look
    believable, it does not have to match.
    If you need to have a perfect match of 10 different corporate logos, you are pretty
    much up against it. These are called memory or reference colors. The closer to a
    match you are, the more careful you have to be. My suggestion is to avoid this kind
    of work in the beginning.
    Agood rule of thumb is to ask yourself if the image looks hard to print. If it does, it will
    be.
    With that out of the way, here are my Top Ten Quick Start Secrets to Better
    Halftone Printing. I can’t cover everything in the detail I would like here. This will get
    you rolling, with really good results.


    By Mark A. Coudray
    Copyright 2003 Mark Coudray • All rights reserved • Unauthorized duplication is unlawful

    tampilan visual

    Mengenai ilustrasi untuk dapat mewujudkan suatu tampilan visual, ada beberapa unsur visual yang diperlukan, antara lain :

    Garis
    Garis secara umum terdiri unsur-unsur titik yang mempunyai peran tersendiri. Adapun sifat garis secara umum yaitu garis lurus, garis lengkung, dan bersudut. Sebagai unsur visual, garis memiliki pengertian, yaitu :
    (1) tanda atau markah yang memanjang yang membekas pada suatu permukaan dan mempunyai arah,
    (2) batas suatu bidang atau permukaan, bentuk, atau warna
    (3) sifat atau kualitas yang melekat pada objek lanjar/memanjang.

    Pengertian pertama, garis merupakan garis grafis dan benarbenar nyata, bersifat konkrit. Misalkan garis yang terbentuk dari goresan kapur di papan tulis, tarikan pena di kertas, dan lain sebagainya. Garis grafis yang nyata dapat berpenampilan macam macam, tergantung dari alat yang digunakan dan permukaan yang menerimanya. Garis dapat berpenampilan halus dan rata, bergerigi, terputus-putus, berpangkal dan berujung tumpul atau runcing, dan sebagainya.

    Pengertian kedua dan ketiga, garis lebih bersifat konsep, karena hanya dapat dirasakan keberadaannya. Misalnya garis yang dapat kita rasakan karena adanya pertemuan dua buah permukaan atau bidang warna, batas keliling suatu bentuk atau sifat memanjang pada kawat, benang, dan sebagainya.
    Menurut Suradjijo (1985 : 53) garis dimulai dari titik ke titik, garis merupakan sebuah bekas yang dibuat oleh titik yang bergerak. Secara tidak langsung garis
    merupakan pernyataan gerakan. Sidik (1981: 4) menyatakan bahwa garis adalah suatu goresan atau batas limit suatu benda, masa ruang, warna dan lain-lain. Garis hanya berdemensi memanjang serta mempunyai arah dan sifat-sifat : panjang, pendek, vertikal, horisontal, lurus, melengkung, berombak dan lain-lain. Garis dalam
    pengertian umum adalah tanda yang berarti menunjukkan arah, gerak dan juga energi. Garis dapat disebut juga sebagai tanda yang dibuat dengan alat-alat tertentu dan ditarik memanjang. Garis yang dibuat dengan alat dan kesengajaan sehingga menimbulkan bekas tersebut, disebut garis nyata atau garis aktual. Garis yang
    mengesankan arah, gerak, dan juga energi merupakan garis dalam pengalaman penghayat.




    Antonius Bowo Wasono
    Teknik Grafika dan Industri Grafika




  • READ MORE.......






  • for more details and updates about graphics design please visit.........
    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Gambar ilustrasi

    Gambar ilustrasi merupakan hasil pendeformasian bentuk faktual, yang karakteristiknya selalu mengundang rasa simpatik, menarik perhatian bahkan lucu. Maka kehadirannya merupakan cara yang efektif untuk berkomunikasi Gambar ilustrasi merupakan hasil pendeformasian bentuk faktual, yang karakteristiknya selalu dengan si pembaca maupun di peminatnya. Fungsi utama ilustrasi adalah sebagai daya tarik untuk membangkitkan perhatian dan merangsang minat audience agar membaca pesan yang
    disampaikan seluruhnya. Jadi penggunaan ilustrasi merupakan unsur vital sebagai sarana komunikasi yang efektif, karena mudak dipahami oleh semua golongan masyarakat dan tingkat usia.

    Mengingat keefektifannya maka ilustrasi diharapkan mampu menarik perhatian dan merangsang minat untuk membaca kesan yang disampaikan pada cerita/berita tersebut. Dengan kata lain kehadirannya diharapkan mampu menerangkan persaingan dalam
    menarik perhatian pembaca diantara rentetan pesan lainnya dalam suatu media yang sama.

    Ilustrasi yang dibuat oleh seorang ilustrator dapat diuraikan sebagai berikut :

    1. Ilustrasi garis
    Ilustrasi ini dapat ditandai dengan melihat adanya goresangoresan berupa garis seperti misalnya yang dibuat mempergunakan pena (garis lurus, garis lengkung, garis patah, garis getar, dan sebagainya). Untuk memproduksinya pada barang cetak, digunakan klise garis dengan pemotretan tanpa raster di bagian reproduksi foto. Ilustrasi ini bisa kita jumpai pada buku-buku cerita bergambar, novel, surat kabar, dan sebagainya.







  • READ MORE.......





  • for more details and updates about graphics design please visit.........
    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Quick Start Secrets To Printing Better Halftones

    Quick Start Rahasia Untuk Mencetak Halftones lebih baik

    Halftone printing adalah semua tentang titik-titik. Seluruh konsep mencetak berbagai nada oleh mengelabui mata adalah sangat definisi suatu halftone. Nada kita ditentukan oleh akurasi dari titik-titik yang kami cetak. Big titik berarti nada gelap. berarti titik kecil cahaya nada. Dimana printer mendapatkan diri dalam kesulitan adalah mereka melupakan kenyataan sederhana bahwa dalam untuk mencetak nada akurat atau nilai-nilai, kita harus akurat mencetak titik ukuran yang tepat. Berikut ini adalah kumpulan rapi, teknik cepat yang pasti akan membantu Anda untuk cetak bekerja lebih baik, lebih cepat, mudah, dan lebih menguntungkan. Ini bukan memperbaiki semua, menyembuhkan semua program, melainkan awal dari suatu perjalanan di mana

    Anda akhirnya akan mampu mencetak setiap pekerjaan, pertama kali, dengan hasil yang bagus dan kerumitan minimal. Hanya latihan yang disengaja dan pengalaman akan membuat Anda di sana. Tujuannya di sini adalah untuk berkonsentrasi pada, metode mudah dan cepat yang akan pergi jauh ke arah membuat pekerjaan Anda
    tampak hebat dengan paling sedikit usaha. Bagaimana kita Lihat Nada dan Warna Ini membantu banyak untuk memvisualisasikan apa yang ingin Anda capai. Visi kami alami melihat warna nada. Kita melihat cahaya pink, merah merah bersemangat, dan mendalam, kaya mahoganies.




    Dengan mencetak merah tua dengan berbagai ukuran titik-titik, kita dapat mencapai semua warna hanya dengan satu tinta warna. Ini adalah sama untuk semua warna kita cetak dan menggabungkan. Saya f kita
    tidak akurat dalam pencetakan ukuran yang tepat titik, warna akan salah.
    Pendekatan saya adalah untuk memulai pada awal proses dan bekerja melalui sampai akhir. Setiap langkah di sepanjang jalan memiliki dampak, dan Anda tidak dapat dengan mudah membangun sebuah langkah yang
    dilakukan buruk.

    Proses ini berurutan. Setiap langkah progresif didasarkan pada benar dipersiapkan langkah sebelumnya. Cara lain untuk mengatakan ini adalah, jika Anda sekrup-up pada awalnya, dapat hanya menjadi lebih buruk dari sana. Bahkan sebelum Anda memulai proses pemisahan, tanyakan pada diri sendiri seberapa akurat Anda butuhkan menjadi. Jika warna menyenangkan cukup baik, Anda dapat dengan mudah bisa sangat sukses.
    warna Menyenangkan adalah tempat terbaik untuk memulai. Ini berarti bahwa warna hanya perlu melihat
    dipercaya, tidak harus sesuai. Jika Anda perlu memiliki pertandingan yang sempurna dari 10 logo perusahaan yang berbeda, Anda cukup banyak melawan itu. Ini disebut warna memori atau referensi. Semakin dekat ke
    cocok anda, lebih berhati-hati Anda harus. Saran saya adalah untuk menghindari semacam ini kerja di awal.
    Agood aturan praktis adalah bertanya pada diri sendiri jika gambar terlihat sulit untuk mencetak. Jika tidak, itu akan menjadi. Dengan keluar dari jalan, di sini adalah saya Top Ten Quick Start Rahasia untuk Lebih Baik
    Halftone Printing. Saya tidak dapat menutupi segala sesuatu di detail saya ingin di sini. Ini akan mendapatkan
    Anda bergulir, dengan hasil yang sangat baik.



    translate google fr:

    By Mark A. Coudray
    Member Academy of Screen Printing Technology







  • READ MORE.......


  • for more details and updates about graphics design please visit.........
    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Gambar Vektor

    Gambar vektor dibuat melalui garis, kurva dan bidang secara
    individual yang didefinisikan secara matematik. Setiap garis, kurva dan
    bidang memiliki atribut berupa stroke, fill dan color yang dapat diubah.
    Mengubah atribut tidak merusak atau mengurangi kualitas gambar
    vektor, demikian juga memodifikasi bentuk dengan tool yang ada pada
    aplikasi vektor, seperti skala dan rotasi. Gambar vektor tidak bergantung
    pada resolusi (resolution independent). Itu sebabnya, Untuk itu
    pembesaran dan pengecilan pada gambar vektor alam ukuran tak
    terbatas tidak mempengaruhi dan tidak menyebabkan gambar menjadi
    kabur atau out of focus.
    Kondisi gambar akan tetap tajam baik di layar monitor maupun
    kondisi gambar setelah dicetak. Keuntungan lain dari gambar vektor
    adalah tidak memiliki warna background saat diimpor dengan aplikasi
    lain. Terlihat pada gambar bintang di samping. Bintang memiliki bidang
    persegi berwarna putih (background) yang mengelilingi gambar bintang,
    sedangkan pada gambar vektor tidak. Dengan segudang
    keuntungannya, gambar vektor memiliki kelemahan dalam
    merepresentasikan gambar secara realistik seperti yang terdapat pada
    foto. Detail yang dihasilkan masih kalah jauh dibandingkan dengan
    gambar bitmap.
    Gambar vektor akan terlihat bagus jika diperuntukkan untuk warnawarni
    solid atau gradasi bukan contonous tone seperti foto.untuk itu
    kebanyakan vektor image digunakan untuk membuat gambar-gambar
    kartun yang memiliki nuansa flat atau warna-warna solid. Sekarang
    setiap aplikasi yang berbasis vektor telah memiliki kemampuan untuk
    mengolah gambar bitmap seperti layaknya aplikasi berbasis bitmap
    dengan memanfaatkan berbagai texture filter, transparancy dan
    sebagainya seperti pada aplikasi vektor. Aplikasi vektor juga memiliki
    kemampuan mengubah gambar vektor menjadi gambar bitmap tanpa
    menggunakan aplikasi konversi, seperti yang dilakukan oleh aplikasi
    vektor sendiri dengan tracing tool dan beberapa aplikasi lainnya.
    Aplikasi lain untuk konversi data, diantaranya Adobe Streamline
    (Win/Mac),ImpressionX (Windows), AlgoLab Photo Vektor (Win), ArtLine
    (Mac), AutoTrace (Win/BeOS/*nix), Integraph, LogoSpruce (Win/Mac),
    dan RasterVect Software (Win).
    Proses mengubah gambar vektor menjadi bitmap disebut dengan
    rasterizing tanpa mengurangi kualitas gambar saat pembesaran maupun
    pengecilan. Ada baiknya sebelum mengubah mengkonversi gambar
    tersebut, simpanlah gambar vektor terlebih dahulu di lain waktu.
    Konversi ini biasanya diperuntukkan untuk keperluan web design seperti
    yang dilakukan oleh aplikasi flash. Format yang digunakan untuk
    menyimpan gambar vektor, seperti ai (Adobe Illustrator), CDR (Corel
    Draw), CMX (Corel Exchange), CGM computer Graphics Metafile, DRW
    (Micrografix Draw), DXF AutoCAD, dan WMF Windows Metafile. Yang
    termasuk dalam aplikasi vektor diantaranya Adobe Illustrator, Freehand,
    CorelDRAW, Xara, serif DrawPlus, dan Harvard Draw.

    Antonius Bowo Wasono
    Romlan
    Sujinarto






  • READ MORE.......



  • for more details and updates about graphics design please visit.........
    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Densitometry

    Densitometry adalah metode pengukuran dalam bidang cetakan yang
    paling murah harganya dan tersedia dimana-mana. Densitometer digunakan
    sebagai instrumen yang dipegang dengan tangan atau dalam bentuk alat
    pengukuran otomatis (scanning densitometer).
    Terdapat dua macam densitometer, yang digunakan untuk tujuan yang berbeda-beda:
    - Transmission densitometer (memancarkan) digunakan untuk mengukur kehitaman film (substrata transparan).
    - Reflection densitometer (memantulkan) digunakan untuk mengukur gambar yang dicetak (substrata buram/tak tembus cahaya)
    Berikut ini, prinsip-prinsip kerja pada reflection densitometer akan dijelaskan dengan lebih detail.



  • READ MORE.......


  • for more details and updates about graphics design please visit.........
    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Kontras

    Sebagai sebuah alternatif untuk dot gain maka ditentukan kekontrasan cetakan relatif K (%), khususnya untuk mengecek kasa pada sifat tiga perempat. Sebuah cetakan seharusnya mempunyai kekontrasan setinggi
    mungkin. Ini artinya bahwa bahannya harus mempunyai kekentalan tinta yang tinggi, tetapi kasanya masih bebas cetakan (perbedaan nilai halftone optimal). Ketika pemberian tinta meningkat dan kekentalan dalam tinta hanya dapat dipraktikkan hingga pada batas tertentu. Di atas batas itu titik-titik cenderung terlihat bertambah dan, khususnya pada sifat tiga perempat, hingga fill in. Ini mengurangi/menurunkan bagian putih kertas, dan kekontrasan menurun lagi. 

    Jika tidak ada alat pengukuran yang tersedia dengan tampilan kontras langsung, kekontrasan cetakan relatif dapat dihitung atau ditentukan pada basis FOGRA PMS. Jika nilai kekontrasan memburuk selama proses produksi meskipun nilai tinta konstan dalam bahan/zat DV, ini merupakan tanda bahwa lapisan tersebut butuh untuk dicuci. Jika kekentalan zat/bahan benar/tepat, nilai kekontrasan dapat digunakan untuk menaksir/menilai faktor-faktor yang bermacam-macam yang mempengaruhi hasil cetakan seperti:
    - cetakan gulungan dan cetakan
    - lapisan dan bantalan/dasaran
    - pembasahan
    - tinta cetak dan perekat
    Ketika nilai kontras, tidak seperti dot gain,




    tergantung pada perluasan dalam kekentalan zat/bahan ia tidak tepat sebagai sebuah variabel untuk standarisasi.


    TEKNIK GRAFIKA DAN INDUSTRI GRAFIKA
    JILID 1

    Penulis : Antonius Bowo Wasono
    Romlan
    Sujinarto



  • READ MORE.......



  • for more details and updates about graphics design please visit.........
    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

     
     
     

    Total Pageviews