Daftar Istilah / Glossary GRAFIKA

Back up : Mencetak sisi kedua di lembaran setelah sisi pertama telah dicetak.
Baseline : Garis khayal dimana huruf yang telah dicetak didudukkan.
Binding : Bermacam-macam cara untuk mengamankan bagian yang dilipat menjadi satu dan atau mengikatnya ke sebuah sampul, untuk dijadikan satu buah buku.
Bit : Digit biner, satuan terkecil yang membawa informasi elektronik.
Bitmapped image : gambar yang terdiri dari titik-titik pada sebuah jaringan.
Blanket : bantalan berlapis karet, ditempelkan pada sebuah silinder dari mesin pencetak offset, yang menerima gambar bertinta dari plat lalu memindahkannya ke permukaan untuk dicetak.
Bleed : gambar yang tercetak melewati batas potong kertas, sehingga ketika sedang dipotong, gambarnya diperpanjang sampai ke tepi halaman.
Blueline : Bukti dari film, sebelum plat pencetak dibuat. Ditunjukkan salinannya,
temasuk foto, karena itu akan muncul di bagian yang dicetak; memperlihatkan kerusakan
warna.
Boldface : Huruf cetak yang lebih tebal dan lebih gelap dari huruf cetak yang biasa.
Bullet : Titik-titik solid yang digunakan untuk menekankan daftar kata-kata atau istilah.
Byte : Bilangan bit berurutan yang komputer urus sebagai satuan; istilah yang diciptakan



  • READ MORE.......



  • for STEP BY STEP GUIDE photoshop simple tutorial please visit.........

    www.photoshopsimpletutorial.blogspot.com

    Perangkat Lunak (software)

    Install software disesuaikan tujuan pemakaian. 
    Untuk proses mendesain dapat dipertimbangkan, antara lain : Pagemaker, Ilustrator, Photoshop, Quark X-press, Corel Draw, Free Hand, atau software yang lainnya yang mendukung proses mendesain. Perlu diperhatikan, semakin banyak kita memasukkan software di komputer kita, akan membebani memori harddisk kita. Aplikasi-aplikasi dalam sistem desktop publishing dapat dikelompokkan berdasarkan fungsinya :
    1. Aplikasi Pengolah Kata Aplikasi ini biasanya untuk mengolah kata, baik grammar dan  spelling-nya. Aplikasi ini dikhususkan untuk mengolah format teks atau membuat tagging. Aplikasi ini mampu melakukan penataan halaman, walaupun dalam konteks sederhana seperti yang
    dilakukan oleh Microsoft Word. Aplikasi ini banyak digunakan oleh
    kalangan akademis/ mahasiswa/pelajar untuk membuat jurnal
    ilmiah, skripsi, karya ilmiah, atau tugas-tugas lainnya yang
    mengedepankan fungsi sebagai pengolah kata.Yang termasuk
    aplikasi ini, misalnya Microsoft Word, Wordstar,dan Corel
    WordPerfect.
    2. Aplikasi Pengolah Gambar/ Foto
    Aplikasi ini untuk mengolah foto atau gambar bitmap dan gambar
    realistis lainnya. Photoshop merupakan salah satu aplikasi yang
    cukup familier di kalangan desainer grafis untuk ngolah foto,
    memanipulasi foto, retouching image, dan color correction. Selain
    Photoshop ada pengolah foto yang lain, seperti Fractal Design
    Painter, dan Corel Photo Paint.
    3. Aplikasi Pengolah Ilustrasi
    Aplikasi ini berfungsi untuk mengolah gambar dalam bentuk vektor,
    seperti ilustrasi dan logo. Gambar yang dihasilkan oleh aplikasi
    jenis ini adalah gambar vektor. Dalam perkembangannya, aplikasi
    ini juga mampu mengolah gambar bitmap. Aplikasi pengolah
    ilustrasi yang banyak digunakan oleh para desainer grafis, seperti
    Adobe Illustrator, Macromedia Freehand, Corel Draw, dan Beneba
    Canvas.
    4. Aplikasi Pengolah Layout
    Aplikasi ini untuk mengatur halaman. Aplikasi pengolah kata yang
    sering digunakan Adobe Pagemaker, QuarkXpress, dll. Sedangkan
    pengolah layout yang digunakan untuk mempermudah imposisi
    halaman buku, majalah, dll., yaitu: QuarkXtension, DK&A
    Imposition, Impose (Barco), Signastation (Heidelberg), dan lain-lain
    Dengan dukungan dari perangkat-perangkat yang menunjang
    seorang pewajah (desainer grafis) tidak dipusingkan oleh
    rendahnya kinerja komputer.




  • READ MORE.......



  • for STEP BY STEP GUIDE illustrator simple tutorial please visit.........

    www.illustratorsimpletutorial.blogspot.com

    Konsep design

    Seorang designer yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas tentang proses pracetak, cetak dan finishingakan dapat mengoptimalkan hasil kerja dan mengurangi kesalahan-kesalahan yang sering terjadi.
    Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang designer saat mempersiapkan konsep design, antara lain:
    Kumpulkan informasi dari pihak percetakan:
    - konsultasikan jenis kertas dan ukuran cetak serta jumlah warna yang digunakan apakah spot color/proses/duotone, atau lainnya.
    - Efek varnish yang diinginkan dan kaitannya dengan pemilihan kertas.
    Dapatkan informasi dari reprohouse 
    - platform dan software yang dimiliki (PC/MAC)
    - file format apa saja yang direkomendasi
    - fasilitas dan peralatan apa saja yang dimiliki. Sehingga dapat
    mengoptimalisasikan pekerjaan yang diperlukan, misalnya memiliki software
    imposisi dan dapat menerima file PDF
    siapkan dokumen file yang sesuai dengan kriteria atau informasi dari repro atau percetakan.
    10 hal yang harus diperhatikan designer dalam mempersiapkan file final artwork (FA)
    untuk pracetak :
    - tentukan ukuran cetak (page set up) secara benar dan tambahkan bleed melebihi
    ukuran yang sebenarnya (+/- 3mm)
    - gunakan font yang benar. Usahakan beri 2 design untuk font yang belum di
    convert (agar nudah proses esit ketika terjadi kesalahan). Berikan juga font yang
    sudah diconvert.
    - Lampirkan semua font yang digunakan dalam design.
    - Perhatikan resolusi gambar, jika ada gambar bitmap. Resolusi gambar = 2 x
    screen ruling.
    - Lampirkan semua import file image/gambar yang dibut dari freehand/illustrator,
    photoshop dll agar link tidak terputus
    - Pastikan semua gambar harus dalam format CMYK, tidak dalam bentuk RGB
    - Tentukan dan definisikan spot color dan proses color dengan benar, karena setiap
    software mendefinisikan berbeda
    - Buatlah proof dari printer, baik hitam putih (B/W) maupun berwarna (full color),
    untuk memastikan posisi semua elemen lengkap
    - Buang semua halaman kosong dan elemen yang tidak dipakai
    - Komunikasikan pekerjaan design yang akan diproses dengan repro/percetakan
    seperti jenis kertas, tinta, teknik cetak, jilid, varnish saat mau menyerahkan file.



  • READ MORE.......



  • for STEP BY STEP GUIDE illustrator simple tutorial please visit.........

    www.illustratorsimpletutorial.blogspot.com

    SET UP Mesin Film M/C KATANA

    Hidupkan Komputer.
    Buka shortcut HQ-510PC
    Klik menu colour > separation manager

    menu colour
    Klik new, ketik style name.
    Colour space : monochrome
    Output format : monochrome
    Klik create

    Klik kotak dialog Edit style
    Override frequency in job tidak boleh di centang (agar raster variasi)
    Generate extra grey level harus di centang (agar hasil lebih smooth)
    Use Harlequin precision screaning harus di centang (agar hasil lebih smooth)
    Klik HPS Option

    Klik kotak dialog Harlequin Precision Screening Option
    Angle accuracy : default
    Frequency accuracy : default
    Zero degrees ferq. Adj. : 1.00
    Max. freq dev : 1.00
    Klik OK

    Klik separations manager
    Klik style name yang baru dibuat, klik OK



  • READ MORE.......



  • for STEP BY STEP GUIDE photoshop simple tutorial please visit.........

    www.photoshopsimpletutorial.blogspot.com

    Komputer dan perangkat pendukungnya

    Komputer merupakan alat yang sangat vital untuk dapat menghasilkan desain yang berkualitas serta dapat memperlancar proses pembuatan desain itu sendiri. Desainer grafis yang profesional akan tidak bisa berbuat apa-apa jika komputer yang dipakai mempunyai kemampuan yang rendah dengan kualitas hardware yang jelek.
    Kemampuan komputer yang memadai dengan spesifikasi yang mendukung keterlaksanaan proses desain akan sangat membantu seorang desainer grafis mengekploitasi kemampuannya menuangkan ide-ide kreatifnya.
    Untuk mengetahui apakah komputer yang dipakai mempunyai spesifikasi yang baik dan memadai untuk  proses desain, ada baiknya kita mengetahui bagian-bagian yang ada di komputer. Komputer terbagi dalam 2 (dua) bagian besar yaitu : hardware dan software. Hardware adalah perangkat keras yang terlihat oleh indera penglihatan dan peraba, yaitu berupa CPU, monitor, keyboard, mouse, serta perangkat pendukung lainnya misalnya : stabiliser, UPS, scanner, kamera digital, dan sebagainya. Sedangkan software adalah perangkat lunak atau program yang memungkinkan komputer menjalankan fungsinya sebagai sebuah sistem dengan arsitektur terbuka yang memungkinan antara alat satu dan yang lainnya bekerja terintegrasi sesuai tujuan dibuatnya komputer tersebut. Setiap perangkat keras biasanya dilengkapi dengan driver, yang berisikan software yang dapat saling mendeteksi menjadi suatu sistem. Peng-install-an software aplikasi biasanya disesuaikan tujuan digunakannya komputer tersebut.

  • READ MORE.......


  • TEKNIK GRAFIKA DAN INDUSTRI GRAFIKA
    Penulis :
    Antonius Bowo Wasono
    Romlan
    Sujinarto

    for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Screen Printing

    Screen printing atau sablon, dalam hal sederhana, mirip dengan stensil. Hal ini dilakukan menggunakan tinta pasta dan layar yang memberikan gambar. Serat sintetis seperti poliester dan nilon atau stainless steel yang sangat halus yang umum digunakan untuk membuat layar. Layar awalnya ditutupi dengan substansi, fotosensitif kedap air yang secara selektif dihapus dari area yang akan dicetak. Tinggi viskositas tinta ditekan ke layar dengan karet squeegee, memaksa tinta melalui layar di mana lapisan kedap telah dihapus dan menyimpannya langsung ke artikel. Karena viskositas tinggi dari tinta layar, masalah dengan tegangan permukaan adalah dari kurang perhatian.
    Bersih, gambar yang tajam dengan detail yang rumit atau jenis huruf yang mungkin menggunakan proses ini. Teknik ini cocok untuk permukaan yang tidak teratur atau bertekstur mana karya seni yang sangat rinci diperlukan. Juga, kecil untuk ukuran besar artikel yang dihiasi dengan mudah. Reproduksi warna yang baik juga khas sablon. Biaya awal untuk layar relatif rendah, dan relatif singkat waktu setup (layar baru) membuat sablon ekonomi menarik untuk warna banyak banyak, pendek hingga menengah-volume aplikasi dekorasi plastik.
    Layar-cetak telah berhasil dilakukan pada Kopoliester Eastar dan Spectar serta polimer Eastalloy

  • READ MORE.......


  • for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com


    Ilustrasi garis

    Ilustrasi ini dapat ditandai dengan melihat adanya goresangoresan berupa garis seperti misalnya yang dibuat mempergunakan pena (garis lurus, garis lengkung, garis patah, garis getar, dan sebagainya). Untuk memproduksinya pada barang cetak, digunakan klise garis dengan pemotretan tanpa
    raster di bagian reproduksi foto. Ilustrasi ini bisa kita jumpai
    pada buku-buku cerita bergambar, novel, surat kabar, dan sebagainya.









  • READ MORE.......


  • Teknik Grafika dan Industri Grafika
    Antonius Bowo Wasono

    for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Autoscreen film

    autoscreen film adalah film fotografi yang mewujudkan halftone screen. Ekpos untuk continuous-tone image, akan menghasilkan pola dot otomatis sama seperti jika halftone screen telah digunakan di dalam kamera.
    autoscreen film, adalah film yang telah mengandung raster nada lengkap, apabila dipergunakan untuk memotret gambar nada penuh akan dihasilkan gambar negatif yang berpola/berbentuk titik-titik dengan sendirinya, seperti kalau digunakan raster nada lengkap pada waktu pemotretan.




  • READ MORE.......


  • for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Pad Printing

    Pad printing sangat ideal bila digunakan untuk artwork yang sangat rinci pada permukaan yang tidak teratur atau bertekstur.Hal ini dapat digunakan pada produk injection molded, extruded, dan thermoformed.
    Hal ini juga cocok untuk pekerjaan single atau multiple color untuk volume produksi yang tinggi.
    Dalam pad printing, ukiran "klise" dibanjiri dengan tinta dan kelebihan tinta dihapus menggunakan doctor blade. Sebuah pad fleksibel (biasanya karet silikon yang lembut) digunakan untuk mentransfer tinta dari pelat klise terukir (biasanya logam) untuk plastik. Ketika pad kontak dengan plate, tinta ditransfer ke pad. Pad kemudian mentransfer tinta ke permukaan plastik. Sifat lembut, fleksibel pad memungkinkan untuk mencetak pada permukaan yang tidak teratur. Tinta pad print khusus, dalam banyak aplikasi, commercial screen inks dapat digunakan jika sistem pelarut tidak merusak pad silikon.
    Pad printing menggunakan tinta cair untuk mencetak langsung ke substrat plastik. Hal ini umumnya cocok untuk pencetakan tinta wet ultraviolet dapat digunakan waktu basah di atas tinta basah (wet-on-wet). Dibandingkan dengan screen printing, pad printing menggunakan tinta lebih sedikit. Pad printing dapat berhasil dicapai pada Kopoliester Eastar dan Spectar serta polimer Eastalloy




  • READ MORE.......


  • for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    contract proofing

    Contract proofing
    lembaran kertas yang bisa di acc/ditandatangani oleh pemberi order

    Software berfungsi untuk mengontrol warna dari printer tsb supaya bisa mensimulasi warna mesin cetak
    Sofware juga mengontrol pembentukan image sehingga huruf, vektor dan gambar menyerupai hasil cetak di mesin cetak nanti

    Untuk Digital proof RIP-nya perlu tambahan fungsi Color Management
    Supaya warnanya "benar" kita perlu alat untuk mengukur warna baik dari mesin cetak sebagai reference-nya
    maupun warna dari printer sebagai alat outputnya

    Alat untuk mengukur warna tersebut adalah Spectrophotometer

    Softproof.
    Proof ini dilakukan di monitor, fungsinya membantu fotografer, desainer, operator pracetak, atau siapapun yang berhubungan dengan proses cetak

    Untuk mendapatkan softproof yang akurat perlu ada komunikasi warna antar semua bagian proses cetak
    Dimulai denga n menyepakati standar cetak yang akan dipakai
    tentu berkaitan dengan bagaimana bagian cetak nanti akan mencetak, apakah standar ISO (Fogra/Ugra, Gracol, Ifra, dll
    standar inhouse (standar percetakan itu sendiri

    Selanjutnya warna akan benar jika monitor tersebut di kalibrasi/distandar kan

    Untuk kalibrasi monitor kita perlu spectrofotometer atau calorimeter tertentu

    proofing akan dilakukan pada setiap tahap/proses
    proofing desain sudah disetujui akan dilanjutkan pada proses selanjutnya yaitu proses output film
    proses dilanjutkan dengan pembuatan acuan cetak(pelat)pemrosesan pelat




  • READ MORE.......




  • Teknik Grafika dan Industri Grafika
    Antonius Bowo Wasono

    for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Konsep warna RGB dan CMYK

    1. Warna RGB tidak bisa dikonversi secara sempurna ke CMYK.
    Tetapi perlu diingat bahwa warna adalah tampil dalam konteksnya, sehingga pada kebanyakan problem sesungguhnya bukanlah warna RGB tidak bisa dikonversi dengan baik, tetapi warna terlihat kusam karena impuritas warna.
    2. Warna CMYK yang terdiri atas lebih dari 2 channel akan tampil
    kusam. Contoh magenta 100% yellow 100% akan tampil sebagai
    warna merah yang pekat, tetapi menggunakan magenta 100% yellow 100% dan cyan 10% akan memberikan kesan kusam.

    Untuk menghindari hal itu, caranya adalah setelah mengkonversi ke CMYK, tambahkan saturasi kira-kira 10-20 dengan menu Hue/Saturation di Photoshop.
    Dalam upaya mengurangi perbedaan konversi dari RGB ke CMK, maka saat melakukan konversi RGB ke CMYK standar Photoshop, perhitungkan gamut dari perangkat output saat melakukan Mapping warna dari RGB ke CMYK. Semua warna RGB akan dicoba Mapping ke CMYK dan tidak ada warna yang cenderung flat karena di luar gamut.
    Kekurangannya jika gambar asli tidak dikoreksi dengan optimal hasilnya malah akan cenderung kusam.


  • READ MORE.......


  • Teknik Grafika dan Industri Grafika
    Antonius Bowo Wasono

    for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    contract proofing

    contract proofing
    lembaran kertas yang bisa di acc/ditandatangani oleh pemberi order

    Software berfungsi untuk mengontrol warna dari printer tsb supaya bisa mensimulasi warna mesin cetak
    Sofware juga mengontrol pembentukan image sehingga huruf, vektor dan gambar menyerupai hasil cetak di mesin cetak nanti

    Untuk Digital proof RIP-nya perlu tambahan fungsi Color Management
    Supaya warnanya "benar" kita perlu alat untuk mengukur warna baik dari mesin cetak sebagai reference-nya
    maupun warna dari printer sebagai alat outputnya

    Alat untuk mengukur warna tersebut adalah Spectrophotometer

    Softproof.
    Proof ini dilakukan di monitor, fungsinya membantu fotografer, desainer, operator pracetak, atau siapapun yang berhubungan dengan proses cetak

    Untuk mendapatkan softproof yang akurat perlu ada komunikasi warna antar semua bagian proses cetak
    Dimulai denga n menyepakati standar cetak yang akan dipakai
    tentu berkaitan dengan bagaimana bagian cetak nanti akan mencetak, apakah standar ISO (Fogra/Ugra, Gracol, Ifra, dll
    standar inhouse (standar percetakan itu sendiri

    Selanjutnya warna akan benar jika monitor tersebut di kalibrasi/distandar kan

    Untuk kalibrasi monitor kita perlu spectrofotometer atau calorimeter tertentu

    proofing akan dilakukan pada setiap tahap/proses
    proofing desain sudah disetujui akan dilanjutkan pada proses selanjutnya yaitu proses output film
    proses dilanjutkan dengan pembuatan acuan cetak(pelat)pemrosesan pelat





  • READ MORE.......




  • (bid/berbagai sumber)


    for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com



    Color Gamut RGB

    Gamut adalah istilah untuk wilayah yang bisa dicakup/direproduksi oleh sistem warna tertentu. Istilah out of gamut berarti warna itu tidak bisa direproduksi oleh proporsi warna dasar sistem yang ingin digunakan. Permasalahan out of gamut sering terjadi dalam konversi warna CMYK dengan RGB. Meskipun dirancang untuk memberi warna secara akurat, wilayah warna yang dibentuk oleh sistem CMYK kadang tidak seluas cakupan warna RGB. Misalnya warna merah dasar RGB merupakan out of gamut dari sistem CMYK. Banyak cara telah diusahakan untuk mengejar selisih ini, misalnya dengan menggunakan sistem lab colour. (wikipedia - Indonesia)
    Gambar: Color Gamut RGB yang lebih luas dibandingkan dengan Color Gamut CMYK, akibatnya banyak warna-warna RGB yang tidak dapat di mapping ke CMYK
    Gambar diambil dari Wikipedia (A comparison of RGB and CMYK color spaces. I am the creator, Annette Shacklett. 2003. Photoshop. {{No rights reserved}} Category:Color spaces)




  • READ MORE.......


  • Andi Budiansyah Teknik Grafika dan Penerbitan, Politeknik Negeri Jakarta

    for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Tugas/ pekerjaan perwajahan

    Perwajahan sebuah barang cetakan sangat menentukan kualitas dari barang cetakan tersebut. Perwajahan merupakan pintu masuk suatu naskah yang berisi pesan-pesan penulis yang akan disampaikan kepada pembaca dengan cara penyebaran melalui barang cetak. Peranan pewajah (desainer grafis) merupakan gabungan antara komunikasi dan kreasi. Sifat dari hasil karya seorang pewajah adalah sedikit berbeda dengan sifat hasil karya seniman. Dapat dikatakan sifatnya adalah “seni terapan” bukan semata-mata “seni yang murni” sebagai contoh pelukis, pemahat, dan sebagainya. Seorang pewajah tidak sebebas seperti rekan-rekan seniman didalam menciptakan hasil karyanya. Untuk mulai bekerja perlu mengingat keterbatasan yang ada, antara lain :
    1. Keterbatasan sarana produksi, antara lain : mesin cetak, mesin reproduksi film, mesin/alat yang terdapat di dalam unit penyelesaian/ penjilidan. Keterbatasan yang dimiliki oleh setiap sarana produksi ini tidak lepas dari seorang pewajah di dalam menyiapkan desain/ rencana wajah. Misalkan untuk menentukan ukuran bersih buku perlu melihat maximum format mesin cetak untuk ekonomis dan efisiennya suatu pekerjaan, tanpa
    meninggalkan segi estetis suatu ukuran barang cetak.
    2. Keterbatasan bahan, dalam menentukan ukuran barang cetak disamping memperhatikan segi estetisnya juga ukuran kertas plano kertas yang akan digunakan perlu menjadi pertimbangan. Demikian pula halnya dengan bahan yang lainnya, misalnya tinta cetak, bahan-bahan penjilidan, dan sebagainya. Banyak sedikitnya naskah tidak lepas dari pertimbangan seorang pewajah/ desainer di dalam menyiapkan suatu rencana buku.
    3. Keterbatasan biaya, disini seorang pewajah/ desainer agak mengekang diri jangan sampai ide yang paling baik untuk penyajian buku sampai berhenti untuk tidak dapat dilanjutkan proses produksi disebabkan keterbatasan biaya. Sehingga peran seorang pewajah sangat penting untuk menciptakan ide penyajian sebaik mungkin disesuaikan dengan biaya yang tersedia/ diperkirakan. Dengan demikian rencana yang disiapkan
    menjadi tidak sia-sia.
    4. Keterbatasan fungsi/ tujuan penggunaan, salah satu contoh kita ambil buku, kita ketahui bahwa fungsi buku adalah sebagai suatu sarana komunikasi. Dengan demikian seorang pewajah akan berusaha membuat rencana penyajian sedemikian rupa agar nantinya buku akan lebih efektif lagi sebagai sarana komunikasi termasuk aspek estetika. Dalam hubungannya dengan fungsi ini perlu seorang pewajah melihat siapa calon pembaca buku ini nantinya, anak-anak, orang dewasa dan seterusnya. Tujuan penggunaan buku juga tidak lepas dari pikiran seorang pewajah di dalam menyiapkan rencana wajah buku.
    5. Keterbatasan waktu, disini jelas perbedaannya dengan rekan seniman yang menyiapkan suatu hasil seni, misalkan lukisan dan sebagainya dimana unsur waktu disini tidak mutlak harus diperhatikan. Lain halnya dengan seorang pewajah unsur waktu disini penting. Keterbatasan waktu yang disediakan menjadi pedoman dalam menyelesaikan pekerjaannya. Tidak dapat dengan menunggu ide/ gagasan yang tidak pernah muncul
    sedang bagian produksi dan pemesannya menunggu pekerjaannya.


  • READ MORE.......


  • Teknik Grafika dan Industri Grafika
    Antonius Bowo Wasono


    for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Peranan Desainer Grafis dalam Produksi Cetak

    Kehidupan manusia tidak bisa lepas dari keterlibatan seni.
    Perkembangan seni itu sendiri seiring dengan perjalanan peradaban
    manusia. Peranan seni dalam kehidupan yang semakin modern sangat
    dibutuhkan. Sentuhan seni yang mendalam dapat menjadikan sesuatu
    menjadi lebih indah, berarti, dan sangat bernilai. Naluri manusia akan
    menjadi lebih manusiawi jika seni ditempatkan sebagai anugerah Tuhan
    yang maha agung.
    Benda-benda yang digunakan atau dimanfaatkan manusia untuk
    memenuhi kebutuhan hidupnya, misalnya pakaian, rumah, barang
    cetakan, alat transportasi, dan lain-lain, kesemuanya dibuat dengan
    melibatkan pertimbangan-pertimbangan seni. Seni merupakan kegiatan
    kreatif manusia untuk manusia yang dalam penciptaan atau
    perwujudannya dapat secara individual atau diperlukan orang lain. Hasil
    karya itu bersifat sosial ketika hasil karya seni tersebut dinikmati oleh
    khalayak.
    Seni rupa yang merupakan cabang dari seni yang
    membutuhkan tempat dan tahan akan
    waktu, di dalam perwujudannya
    memakai medium, yaitu :
    a. DwiMatra, meliputi: seni lukis,
    seni dekorasi, seni ilustrasi,
    seni reklame, dan seni grafis.
    b. TriMatra, meliputi: seni patung, seni kerajinan, dan seni arsitektur.
    Proses kreatif seorang seniman, khususnya seniman grafis sangat
    dibutuhkan untuk dapat menghasilkan suatu produk yang dapat
    memuaskan keinginan konsumen. Hal ini sesuai dengan manfaat bidang
    ilmu grafika. Pada perkembangannya seorang ilustrator yang dengan
    kelihaian tangannya menggambar atau melukis diatas media kertas,
    kain, kanvas atau yang lainnya akan lebih maksimal ketika dapat
    mengekplorasi kreativitasnya melalui media komputer. Ilustrator adalah
    sebutan untuk orang yang mempunyai keahlian membuat ilustrasi.
    Fenomena seperti ini menjadi sebuah kebutuhan industri grafika masa
    depan. Dengan kemampuan multi talenta, seorang ilustrator dapat
    mengkolaborasikan seni murni menjadi seni terapan yang harus
    dikomunikasikan kepada khalayak sebagai media massa.
    Ilustrator yang baik akan mencoba memahami dengan seksama,
    visi, misi, dan tujuan serta fungsi dari barang cetakan yang akan di
    produksi. Sehingga produk yang dihasilkan mencerminkan kesatuan
    harmonis antara ilustrasi dan isi, yang pada gilirannya barang cetakan
    tersebut dapat diterima oleh masyarakat. Ilustrator yang mempunyai
    kemampuan untuk dapat menuangkan keahliannya melalui media
    komputer disertai kemampuan teknisnya dibidang perwajahan barang
    cetakan dapat disebut juga sebagai seorang desainer grafis. Yang
    membedakan, seorang desainer grafis belum tentu pandai membuat
    ilustrasi sehingga belum bisa disebut sebagai seorang ilustrator.
    Desain berasal dari bahasa Latin, designare atau bahasa Inggris,
    design yang berarti rancangan. Yustiono dalam Sachari (1986 : 22),
    menyatakan istilah desain berasal dari bahasa Perancis, dessiner yang
    berarti menggambar dan kadang-kadang diartikan juga perancangan,
    bahkan ada kecenderungan yang menunjukkan bahwa bidang desain
    itu meliputi cara penanganan berbagai bidang; antara lain seni kerajinan,
    kekriyaan, dan teknologi.
    Pengertian desain bukan semata-mata mengupas persoalan
    gambar- menggambar dalam perencanaan total, dalam arti bukan hanya
    melihat perencanaan dari sudut tertentu, namun secara menyeluruh,
    mulai dari yang paling dasar sampai pada tahap penyelesaian.
    Merancang menurut Wong (1986 : 27) ialah proses mencipta rupa untuk
    maksud tertentu dengan pemenuhan kebutuhan penggunaannya.
    Dinyatakan pula bahwa karya rancang yang baik ialah ungkapan rupa
    yang sebaik-baiknya, sari pati sesuatu, entah sesuatu itu pesan atau
    kiasan untuk membuatnya tepat dan skill seorang perancang harus
    mencari cara terbaik agar sesuatu itu dapat dibentuk, dibuat, disebarkan,
    digunakan, dan dihasilkan dengan lingkungan serta mencerminkan dan
    memadukan selera jaman.
    Menurut Sachari (1986 : 53), perencanaan yang baik disesuaikan
    dengan tujuan untuk apa desain itu dibuat. Ada dua hal yang pokok yang
    perlu diamati dalam suatu perencanaan yaitu segi psikologi dan biologi.
    Segi psikologi yaitu pemenuhan yang berkaitan dengan rasa aman,
    senang, nyaman, bahagia, damai, tenteram dan sebagainya. Segi
    biologis yaitu pemenuhan hal-hal yang berkaitan dengan sentuhan indra
    peraba, rasa, penglihatan dan keselamatan tubuh manusia. Lebih lanjut
    Sachari (1986 : 149-150) menjelaskan perencanaan yang baik
    didalamnya juga mencakup beberapa tahapan, yaitu :
    (1) tahap pertama adalah proses yang ditentukan oleh besar kecilnya
    ruang lingkup desain,
    (2) tahapan kedua menyusun program, yang didasarkan pada riset
    terhadap pasar untuk selanjutnya dituangkan dalam konsep atau
    deskripsi yang sistematis dan jelas. Tahapan penyusunan program
    pada prinsipnya merupakan skenario ke arah langkah-langkah
    desain yang hendak dilakukan,
    (3) tahapan ketiga merupakan tahapan yang memvisualisasikan proses
    dan program di atas yang berupa sketsa yang dilanjutkan dengan
    memberi arti fungsi, selanjutnya merangkul suatu totalitas dari
    pemahaman ergonomik, teknik ekonomi, dan estetikanya. Pada
    bagian lain Sachari (1986 : 23) menyatakan bahwa desain sebagai
    suatu kegiatan manusia untuk menciptakan lingkungan dan
    khasanah perbendaan buatan yang diolah dari alam, khasanah ini
    kemudian sejalan dengan waktu yang selalu berubah dan penuh
    diwarnai inovasi-inovasi untuk menciptakan kehidupan budayanya.
    Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan pengertian desain
    secara umum ialah (1) perancangan, (2) gambar rencana, (3) gambar
    untuk merencanakan sesuatu, (4) rancangan sesuatu karya, (5) konsep
    atau rancangan. Sedangkan desain dalam arti khusus ada kaitannya
    dengan kegunaan benda.
    Istilah Grafis berasal dari bahasa Yunani “graphein” yang berarti
    menulis atau menggambar. Seni (cetak) grafis merupakan penggubahan
    gambar bebas karya perupa menjadi cetakan, yang melalui proses
    manual dan menggunakan material tertentu, dengan tujuan membuat
    perbanyakan karya dalam jumlah tertentu ( Susanto, 2002 : 47). Dalam
    perkembangannya grafis diartikan sebagai penataan media komunikasi
    secara cetak-mencetak dengan cita rasa keindahan ( Effendy, 1989 :
    154 ).



  • READ MORE.......



  • Teknik Grafika dan Industri Grafika
    Antonius Bowo Wasono


    Untuk langkah demi langkah illustrator simple tutorial silahkan kunjungi :

    www.illustratorsimpletutorial.blogspot.com

    Batas densitometry

    Seperti halnya teknik pemisahan warna, kerja densitometer dengan
    setelan filter untuk memproses empat warna. Alat ini menyediakan nilai
    relatif untuk ketebalan film tinta, yakni, alat ini tidak mengukur
    penampilan optik pada warna.
    Fakta ini mengatur batas tertentu untuk aplikasinya, tabel tersebut
    merupakan daftar bidang aplikasi khusus dibandiingkan dengan
    colorimeter tristimulus dan spectrophotometer.
    Satu kekurangan esensial yang dimiliki oleh densitometer adalah
    bahwa kekentalan warna yang sama tidak memicu kesan optik yang
    sama. Inilah alasan ketika substansi warna yang dibandingkan berbeda
    dari satu sama lain. Sehingga nilai setelannya tidak dapat
    dilakukan/didapat dari cetakan percobaan ataupun dari sampel lainnya.
    Restriksi/pembatasan untuk tiga filter warna yakni merah, hijau dan
    biru adalah sama pentingnya. Ketika pengaturan warna dibandingkan
    dengan lebih dari empat warna yang diproses, pengukuran warna
    tambahan menjadi problematika. Dalam beberapa kasus tidak terdapat
    filter yang sesuai untuk warna-warna tambahan, sebagai hasilnya
    dimana pengukuran nilai untuk kekentalan tinta terlalu rendah dan
    pengukuran nilai untuk dot gain tidak benar/salah.
    Kegunaan densitometer juga sangat penting untuk mengontrol
    warna pada basis potongan halftone multiwarna seperti potongan
    keseimbangan abu-abu. Jika potongan keseimbangan abu-abu diukur
    dengan tiga filter warna maka kekentalan tinta yang dihasilkan akan
    berbeda dari nilai yang dihasilkan ketika setiap warna diukur sendiri. Ini
    karena masing-masing ketiga tinta cetak berkontribusi untuk semua
    kekentalan tinta. Alasan untuk hal ini adalah bahwa warna yang diproses
    tidak sempurna dua pertiga tinta dan juga menyerap cahaya dari jarak
    spektral lainnya.
    Densitometer juga berguna dalam memonitor proses cetak pada
    mencetak empat warna. Dalam beberapa kasus densitometer
    penggunaannya terbatas.
    Dua contoh berikut ini mengilustrasikan bagaimana warna-warna
    tambahan diukur dengan sebuah densitometer.
    Corak (warna antara abu-abu dan coklat ) yang terlihat disini –
    mempunyai pemantulan yang relatif tinggi, sedikit menurun dalam jarak
    biru (380 hingga 500 nm). Karena itu, nilai kekentalan yang tertinggi
    (0,17) diukur dengan filter biru. Nilai yang rendah ini tidak dapat diubah
    dengan mudah karena perubahan dalam ketebalan film tinta hanya
    memicu pergeseran yang tidak signifikan pada kekentalan. Dalam
    prakteknya warna-warna pastel bersinar/bercahaya oleh karena itu
    diukur secara visual pada basis lembaran yang bagus dan secara
    manual benar.
    Warna-warna tambahan HKS 8 dan HKS 65 yang terlihat dalam
    contoh kedua benar-benar coraknya berbeda seperti yang dapat terlihat
    dari kurva pemantulan (lihat gambar 2.54). Untuk kedua warna itu
    penyerapan pada jarak biru (380 hingga 500 nm) adalah yang paling
    besar. Sebagai hasilnya, kekentalan tertinggi (1,60 untuk warna itu)
    diukur dengan filter biru. Nilai kekentalan yang sama diukur dengan filter
    yang sama sehingga tidak perlu mengartikan bahwa corak tersebut
    adalah sama!
    Penampilan warna itu dapat juga hanya dievaluasi secara colorimetric.





  • READ MORE.......




  • Teknik Grafika dan Industri Grafika
    Antonius Bowo Wasono





    for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Karakteristik cetakan

    Deviasi nilai halftone dalam cetakan FD terhadap nilai halftone FF dalam film dapat ditunjukkan dengan jelas untuk penggunaan langsung pada kerja/karya yang diulang-ulang dalam bentuk yang disebut dengan karakteristik cetakan.
    Untuk menentukan karakteristik cetakan, skala tahapan kasa minimal tiga, atau bahkan lebih baik lima atau lebih tahapan kasa dan
    elemen tambahan keras/tajam yang dicetak. Densitometer digunakan
    untuk mengukur kekentalan tinta dalam tambahan yang keras dan dalam tahapan kasa, dan kemudian nilai halftone dihitung. Ketika nilai yang dihasilkan itu digambar terhadap diagram nilai film yang berhubungan maka dihasilkan karakteristik transfer. Setelah menggunakan lempengan inilah yang disebut dengan karakteristik cetakan.

    Ini valid hanya bagi kombinasi tertentu pada tinta, kertas, cetakan cetakan, lapisan dan lempengan yang  ditentukan. Jika kerja/karya yang sama dicetak pada cetakan yang lain, dengan tinta yang berbeda atau kertas yang berbeda, kemudian karakteristik cetakan akan benar-benar berbeda.
    Gambar ini menunjukkan bagaimana karakteristik 1 berjalan pada sebuah sudut 450. Ia menunjukkan kasus ideal dimana pada cetakan dan film yang identik/sama secara optik, tetapi tak dapat dicapai dibawah kondisi normal. Karaktersitik 2 mereproduksi nilai halftone yang benar benar diukur dalam cetakan. Area yang ditandai antara dua garis menunjukkan dot gain.
    Untuk menentukan dot gain dalam cetakan, jarak sifat tengah merupakan yang paling penting. Karakteristik cetakan menunjukkan bahwa di sinilah nilai halftone bergeser mencapai maksimum. Artinya karakteristik 2 film kasa dapat dinilai dalam cetakan itu (dengan dot gain normal) sehingga dicapai sifat yang dikehendaki.
    Secara praktis, bagaimanapun juga, ini hanya dapat dicapai sebagian saja.



  • READ MORE.......



  • Antonius Bowo Wasono, dkk.



    untuk lebih lengkap dan update tentang illustrator simple tutorial silahkan kunjungi :

    www.illustratorsimpletutorial.blogspot.com


    FOTO REPRODUKSI (FILM MAKING) dan PLATE MAKING

    Akselerasi teknologi di bidang prepress melaju dengan sangat cepat. Produsen mesin-mesin pre-press berlomba untuk membuat mesin yang diproduksi semakin efektif dan efisien. Fenomena ini tentunya
    “mengenakkan” pelaku bisnis di bidang grafika mempunyai banyak pilihan khususnya bagi pengusaha yang bermodal besar. Konsumenpun diuntungkan, karena dari sisi waktu pengerjaannya lebih cepat, kualitas
    cetakan lebih baik, dan tentunya harganyapun juga bersaing.
    Percetakan-percetakan di Indonesia masih banyak ditemui menggunakan plate processor untuk memproses film menjadi acuan siap cetak. Karena investasi untuk menggunakan teknologi Computer to Plate sangat besar dan karakteristik pekerjaannya belum cocok untuk menggunakan teknologi tersebut. Berbeda dengan penggunaan teknologi image setter, yang digunakan untuk mentransfer data digital (dari komputer) menjadi film, masih banyak ditemui. Disamping harganya terjangkau, teknologi image setter lebih fleksibel untuk digunakan berbagai karakteristik pekerjaan, khususnya yang berkaitan dengan oplag.

    Sebelum teknologi image setter berkembang luas di pasaran, proses pembuatan film dari data komputer dipindahkan dulu melalui media kertas atau yang dikenal dengan Computer to Paper kemudian diproses dengan menggunakan kamera reproduksi baik itu kamera vertikal maupun horizontal untuk dipindahkan menjadi film dengan pengembangan manual atau dengan menggunakan film processor.

    Teknologi ini sudah semakin ditinggalkan oleh perusahaan percetakan, karena prosesnya membutuhkan waktu yang lama juga hasilnya kurang maksimal. Pembesaran titik raster (dot) menjadi semakin besar karena
    adanya tahapan demi tahapan yang harus dilalui.
    Penggunaan kamera vertikal maupun horizontal masih banyak dijumpai pada percetakan-percetakan yang mengkhususkan pada jenis atau macam cetakan yang beroplag sedikit atau cetakan-cetakan khusus, misalnya pembuatan stempel, acuan untuk foil, dan sebagainya.
    Untuk mengetahui teknologi ini, sebagai dasar keilmuan memahami teknologi yang berkembang pesat sekarang, dibawah ini diuraikan proses dari data yang dihasilkan komputer berupa kertas menjadi film
    yang siap ditransfer ke pelat cetak.


  • READ MORE.......


  • Antonius Bowo Wasono, dkk.




    untuk lebih lengkap dan update tentang illustrator simple tutorial silahkan kunjungi :

    www.illustratorsimpletutorial.blogspot.com

    Standarisasi dalam mencetak

    Dalam percetakan offset terdapat banyak tahapan antara kesalahan cetak dan hasil akhir cetakan, yaitu,  reproduksi (pembuatan progresif), percobaan, pencahayaan lempengan dan proses dalam mencetak. Pada tiap tahapan pemrosesan tersebut ukuran elemen gambar berubah: titik halftone menjadi lebih besar atau lebih kecil, garis menjadi lebih tebal atau lebih tipis.
    Kinerja yang khas pada setiap tahapan proses ini dapat digambarkan dengan karakteristik transfer, yang paling umum adalah karakteristik pencahayaan lempengan dan karakteristik cetakan.
    Keterangan :
    x = suited for process colours
    = suited for special colours
    ( ) = partially suited
    Proses reproduksi keseluruhan bertujuan untuk membuat cetakan terlihat salah cetak. Pada fase sebelum mencetak semua karakteristik transfer harus diketahui. Ini kemudian variasi elemen gambar yang dicetak sajalah yang menghasilkan dari karateristik proses yang dapat diganti. Untuk alasan efisiensi ekonomi, bagaimanapun juga, ini hanya memungkinkan jika jumlah karakteristik transfernya rendah.
    Standarisasi dalam mencetak juga bertujuan untuk menjelaskan hanya sejumlah kecil pada karakteristik transfer sepanjang toleransinya agar menghasilkan reproduksi yang berkualitas tinggi dan biayanya rendah tanpa harus mempunyai properti alat-alat pencahayaan lempengan atau alat-alat cetak.
    Semua tahapan proses ini bertujuan untuk capaian tersebut, dan kekonstanan nya harus terus dipantau. Kepingan kontrol cetak, bidang kontrol pencahayaan lempengan, dan khususnya, colorimeter pada
    mesin cetak adalah alat yang berharga dalam meraih/mencapai tujuan ini.




    Teknik Grafika dan Industri Grafika
    Antonius Bowo Wasono





  • READ MORE.......





  • for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Desain grafis adalah seni

    Pekerjaan desain grafis menuntut pemahaman terhadap esensi dunia visual dan seni (estetika). Sebab desain grafis menerapkan elemen-elemen dan prinsip-prinsip desain (komposisi) dalam memproduksi sebuah karya visual. Desain grafis menerapkan beberapa prinsip, yakni: Kesederhanan, Keseimbangan, Kesatuan, Penekanan, dan Repetisi. Sedangkan elemenelemen
    yang diusungnya meliputi Garis, Bentuk, Ruang, Tekstur, dan Warna. Dan pada akhirnya sang penikmat karya visual akan memberikan penilaian, seperti apa yang dikatakan Kant: Nilai Estetisdan Nilai Ekstra. Nilai estetis diperoleh melalui penggunaan elemen-elemen dan prinsipprinsip.
    Sedangkan nilai ekstra muncul: gerakan (animasi), percepatan, lambaian, suasana panas, atmosfer tenang dan lain sebagainya.
    Sony Kartika (2004) dalam Pengantar Estetika memaparkan tiga tingkatan basis aktivitas estetik. Pertama, pengamatan terhadap kualitas material, warna, suara, gerak sikap dan banyak lagi sesuai dengan jenis seniserta reaksi fisik yang lain. Kedua, penyusunan dan pengorganisasian hasil pengamatan. Pengorganisasian itumerupakan konfigurasi struktur bentukbentuk
    yang menyenangkan dengan pertimbangan harmoni, kontras, keseimbangan, kesatuan, keselarasan yang utuh. Ketiga, susunan hasil persepsi. Hal ini dihubungkan dengan perasaan dan emosi, yang merupakan hasil interaksi antara persepsi memori dengan persepsi visual.
    Komputer Grafis:
    Gunakan yang Paling Populer
    Dalam hal penggunaan teknologi komputer grafis, desainer grafis harus benar-benar paham menggunakan berbagai perangkat lunak komputer grafis untuk mempercepat dan mengefisienkan dalam menghasilkan sebuah karya grafis. Dalam contoh mendesain majalah anak-anak yang full colormisalnya, kalibrasi monitor dan kecocokan antar perangkat harus dipahami agar warna yang didesain sama seperti hasil ketika nanti dicetak di atas kertas. Termasuk misalnya jangan menggunakan perangkat lunak yang tidak populer, yang mana tidak digunakan oleh percetakan. Ini malahan akan merepotkan Anda sendiri.
    Beberapa perangkat lunak komputer grafis yang paling sering digunakan dalam pekerjaan desain grafis adalah AdobePagemaker, AdobePhotoshop,
    Macromedia Freehand, Quark Express, CorelDraw, Adobe Illustrator. Dan ada juga perangkat lunak pendukung untuk menghasilkan karya grafis 3D, semacam 3D Max, Maya, Poser, Terragen dan Bryce. Penggunaan kelima program populer ini bisa Anda pakai dalam menghasilkan elemen tambahan bagi karya desain Anda. Untuk membuat bola kristal yang realistik misalnya, Anda tidak perlu melukis atau menggambar dengan AdobePhotoshop atau CorelDraw, yang memang diperuntukkan memproduksi grafis dua dimensi saja.


    Panduan Mengenal Desain Grafis - Vinsensius Sitepu
    www.escaeva.com

     
     
     

    Total Pageviews