Tinta cetak

Secara umum tinta cetak terdiri dari 3 jenis bahan pokok yaitu:
1. bahan pewarna (pigment)
2. varnish atau bahan pengikat (vehicle)
3. bahan penolong (additional agent)
bahan-bahan tersebut diproses seduai dengan standar yang dibutuhkan.





sifat tinta
selain itu sifat-sifat yang dimiliki tinta anatara lain :
• viscositas yaitu sifat kekentalan tinta yang dinyatakan dalam cP (centipoise) dan diukur dengan viscositas. Besarnya nilai viscositasdipengaruhi oleh jenis kertas dan mesin cetak yang dipakai
• flow adalah daya alir tinta agar dapat turun dengan baik mulai dari bak tinta sampai ke kertas
• tickness/kelengketan adalah sifat daya tarik internal dan eksternal tinta terhadap permukaan kertas sampai terjadi perpindahan tinta ke kertas dengan sempurna.
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur kelengketan tinta dikenal dengan inkometer. Tickness suatu tinta disesuaikan dengan kecepatan mesin dan jenis kertas yang dipakai.
• Thixotropy yaitu sifat tinta akan mengalir bila kena gerakan dan akan diam kembali apabila gerakan tersebut dihentikan
• Drying time yaitu sifat pengeringan tinta sampai dengan kepori-pori kertas.
Dengan sifat-sifat inilah maka pada waktu proses cetak berlangsung tinta lebih mudah berubah bentuk, mudah menyesuaikan diri dengan bahan cetak, dan dapat diatur oleh
pencetak untuk mendapatkan mutu cetak yag diinginkan.
Namun demikian masing-masing produsen tinta mempunyai ciri khas pada formulanya, dalam hal ini menyebabkan perbedaan kualitas. Untuk mendapatkan persyaratanpersyaratan
dan mutu tinta cetak dari masing-masing produsen tidaklah sesederhana dan semudah seperti halnya pada kertas.
Berdasarkan kekentalan tinta cetak dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu :
• Jenis tinta kental seperti tinta offset, letterpress dan tinta koran.
• Jenis tinta encer seperti tinta rotogravure, fleksografi, dan tinta sablon atau tinta cetak saring.

(bid/berbagai sumber)


  • selengkapnya.......

  • 0 komentar:

    Post a Comment