Gambar bitmap

Gambar bitmap juga sering disebut juga dengan istilah raster image. Gambar dibentuk oleh sekumpulan titik yang disebut dengan pixel (picture element) dalam suatu grid. Titik-titik persegi berkumpul seperti mosaic bergabung dan memiliki warna –warna tersendiri yang membentuk gambar seperti terlihat pada layar monitor. Pixel berjajar, baik vertikal maupun horizontal seperti yang terlihat pada gambar akan terlihat pada pembesaran tertentu. Gambar bitmap merupakan resolution dependent. Kualitas gambar bergantung pada banyak atau pixel yang membentuk gambar atau yang disebut dengan istilah resolusi. Ukuran yang dipakai dalam penentuan resolusi adalah dpi (dots per inch) atau ppi (pixel per inch). Resolusi gambar bitmap yang terlihat pada layar monitor menggunakan resolusi monitor 72 atau 96 ppi, meskipun gambar memiliki resolusi 300 ppi.
Penentuan gambar untuk pencetakan berawal dari sini. Kebutuhan gambar berkualitas tinggi diperoleh melalui proses input gambar dari meda lain seperti scanner. Umumnya resolusi yang dibutuhkan untuk menghasilkan detail gambar yang bagus 300 ppi. Meskipun demikian ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan dalam menentukan resolusi gambar yang efektif dan efisien, yaitu berdasarkan jenis kertas yang dipakai pada hasil cetakan. Standarisasi raster atau yang lebih dikenal dengan istilah screen ruling untuk setiap jenis kertas berbeda beda. 
Setelah screen ruling diketahui barulah kita menentukan resolusi gambar bitmapnya. Umumnya penentuan resolusi gambar adalah dua kali dari screen ruling. Ukuran yang digunakan adalah lpi (line per inch). Pada tabel berikut akan terlihat penentuan image resolution pada gambar bitmap. Karena gambar bitmap sangat bergantung pada resolusi gambar (resolution dependent), sangatlah sulit bagi kita untuk melakukan pembesaran dan pengecilan pada gambar. Aktivitas tersebut akan berpengaruh pada kualitas gambar. Pada pembesaran, gambar akan membuat pixel baru dari pixel yang sudah ada sebelumnya atau yang disebut dengan istilah interpolasi. Gambar menjadi out of focus atau kabur. Sedangkan apabila kita melakukan pengecilan gambar, pixel-pixel yang membentuk gambar akan berkurang dengan sendirinya. Aplikasiaplikasi
grafis yang berbasis bitmap diantaranya Adobe Photoshop Corel Photo Paint, Jasc Paint Shop Pro, Micrografx Picture Publishier. Ulead Photolpact, dan Microsoft Paint. Umumnya format yang digunakan oleh
gambar bitmap adalah BMP, GIF, JPEC/JPG, PNG, PICT (Macintosh), PCX, TIFF, dan PSD (Adobe Photoshop).


Teknik Grafika dan Industri Grafika
Antonius Bowo Wasono



  • READ MORE.......


  • for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Screen ( # ) Ruling dan Angle

    Screen Ruling juga didefinisikan secara simple dengan tanda Hash ( yakni 133# ) ditentukan dengan jumlah dari dot halftone dihitung per linear inch. Diukur sepanjang sumbu baris dot. Oleh karena itu sebuah lembar kerja dibutuhkan guna dari 150# secara tidak langsung bahwa screen ruling dibutuhkan akan sama dengan 150 dot halftone per inch. Gambar diatas menunjukkan traditional angle yang dipakai process warna kerja ( CMYK ) dimana sumbu dari baris sama dengan angle.

    Perkerjaan Warna Single menggunakan 45 derajat untuk halftone dan pemberian warna ( percentase pengisi flat dari warna solid ). Angle ( sudut ) 45 derajat kurang kelihatan dengan jelas dan menyakitkan mata manusia mengingat sudut 90 derajat sangat jelas dan sangat menarik perhatian untuk dot-dot gambar detail ( the picture ).

    Gambar multi warna selalu mempunyai masalah yang besar sekali yang ditimbulkan untuk prepress ( sebelum cetak ) dan printer. Secara ideal setiap warna didalam gambar halftone multi warna harus tepat 30 derajat terpisah. Tetapi 90 derajat dibagi dengan 30 sama dengan 3 sehingga kami mempunyai masalah dengan sebuah proses gambar ( CMYK ) karena terdiri dari 4 warna. ( Sebuah Screen Halftone mempunyai 2 sumbu, yang satu 90 derajat terhadap sumbu yang lain yang lain. Oleh karena itu hanya 3 screen halftone merekomendasikan derajat, 30 derajat terpisah, dapat digunakan per 360 derajat sebagai situasi duplicate ( penyalinan ) untuk setiap kumpulan 90 derajat ).
    Pola yang diciptakan oleh 2 atau 3 halftone screen diletakkan pada 30 derajat untuk setiap lainnya yang dikenal dengan pola rose, nampaknya sederhana dan pola yang unobtrusive ( rendah hati ) bahkan secara normal tidak mengganggu mata. Biarpun berberbeda secara ideal kami mulai melihat pola moiré yang makin lama makin memburuk. Satu warna keluar dari 1 derajat kesesjajaran akan mulai ketidakcocokan ( bentrokan ) dengan paling sedikit satu dari warna yang lain dan merusak pola rose; ( = pola moiré ).
    Untuk mengatasi / menaggulangi situasi 4 sebagai pengganti 3. Warna contras yang paling berkurang. Yellow disudutkan secara tepat 15 derajat diantara 2 warna yang lain.Gambar hitam diatas dasar film yang jernih digunakan untuk membuat plate printing
    nampak buruk ketika overlayed namun kami tidak melihat kesalahan waktu printing.
    Secara Tradisional warna yang sebagian terbesar contras disetel / dipasang secara visual ideal sudut 45 derajat dan warna tentu saja hitam didalam CMYK jobs.
    Biarpun lebih berhati-hati ( teliti ) dalam berdagang sering kerapkali ditentukan oleh warna-warna utama ( Magenta atau red = magenta, Cyans atau Yellow-Greens = Cyan ) pada sudut 45 derajat dan Black ditempatkan pada 75 atau 105 derajat – jika black adalah gambar normal atau light.




  • READ MORE.......


  • for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com