Screen Printing

Screen printing atau sablon, dalam hal sederhana, mirip dengan stensil. Hal ini dilakukan menggunakan tinta pasta dan layar yang memberikan gambar. Serat sintetis seperti poliester dan nilon atau stainless steel yang sangat halus yang umum digunakan untuk membuat layar. Layar awalnya ditutupi dengan substansi, fotosensitif kedap air yang secara selektif dihapus dari area yang akan dicetak. Tinggi viskositas tinta ditekan ke layar dengan karet squeegee, memaksa tinta melalui layar di mana lapisan kedap telah dihapus dan menyimpannya langsung ke artikel. Karena viskositas tinggi dari tinta layar, masalah dengan tegangan permukaan adalah dari kurang perhatian.
Bersih, gambar yang tajam dengan detail yang rumit atau jenis huruf yang mungkin menggunakan proses ini. Teknik ini cocok untuk permukaan yang tidak teratur atau bertekstur mana karya seni yang sangat rinci diperlukan. Juga, kecil untuk ukuran besar artikel yang dihiasi dengan mudah. Reproduksi warna yang baik juga khas sablon. Biaya awal untuk layar relatif rendah, dan relatif singkat waktu setup (layar baru) membuat sablon ekonomi menarik untuk warna banyak banyak, pendek hingga menengah-volume aplikasi dekorasi plastik.
Layar-cetak telah berhasil dilakukan pada Kopoliester Eastar dan Spectar serta polimer Eastalloy

  • READ MORE.......


  • for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com


    Ilustrasi garis

    Ilustrasi ini dapat ditandai dengan melihat adanya goresangoresan berupa garis seperti misalnya yang dibuat mempergunakan pena (garis lurus, garis lengkung, garis patah, garis getar, dan sebagainya). Untuk memproduksinya pada barang cetak, digunakan klise garis dengan pemotretan tanpa
    raster di bagian reproduksi foto. Ilustrasi ini bisa kita jumpai
    pada buku-buku cerita bergambar, novel, surat kabar, dan sebagainya.









  • READ MORE.......


  • Teknik Grafika dan Industri Grafika
    Antonius Bowo Wasono

    for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Autoscreen film

    autoscreen film adalah film fotografi yang mewujudkan halftone screen. Ekpos untuk continuous-tone image, akan menghasilkan pola dot otomatis sama seperti jika halftone screen telah digunakan di dalam kamera.
    autoscreen film, adalah film yang telah mengandung raster nada lengkap, apabila dipergunakan untuk memotret gambar nada penuh akan dihasilkan gambar negatif yang berpola/berbentuk titik-titik dengan sendirinya, seperti kalau digunakan raster nada lengkap pada waktu pemotretan.




  • READ MORE.......


  • for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Pad Printing

    Pad printing sangat ideal bila digunakan untuk artwork yang sangat rinci pada permukaan yang tidak teratur atau bertekstur.Hal ini dapat digunakan pada produk injection molded, extruded, dan thermoformed.
    Hal ini juga cocok untuk pekerjaan single atau multiple color untuk volume produksi yang tinggi.
    Dalam pad printing, ukiran "klise" dibanjiri dengan tinta dan kelebihan tinta dihapus menggunakan doctor blade. Sebuah pad fleksibel (biasanya karet silikon yang lembut) digunakan untuk mentransfer tinta dari pelat klise terukir (biasanya logam) untuk plastik. Ketika pad kontak dengan plate, tinta ditransfer ke pad. Pad kemudian mentransfer tinta ke permukaan plastik. Sifat lembut, fleksibel pad memungkinkan untuk mencetak pada permukaan yang tidak teratur. Tinta pad print khusus, dalam banyak aplikasi, commercial screen inks dapat digunakan jika sistem pelarut tidak merusak pad silikon.
    Pad printing menggunakan tinta cair untuk mencetak langsung ke substrat plastik. Hal ini umumnya cocok untuk pencetakan tinta wet ultraviolet dapat digunakan waktu basah di atas tinta basah (wet-on-wet). Dibandingkan dengan screen printing, pad printing menggunakan tinta lebih sedikit. Pad printing dapat berhasil dicapai pada Kopoliester Eastar dan Spectar serta polimer Eastalloy




  • READ MORE.......


  • for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    contract proofing

    Contract proofing
    lembaran kertas yang bisa di acc/ditandatangani oleh pemberi order

    Software berfungsi untuk mengontrol warna dari printer tsb supaya bisa mensimulasi warna mesin cetak
    Sofware juga mengontrol pembentukan image sehingga huruf, vektor dan gambar menyerupai hasil cetak di mesin cetak nanti

    Untuk Digital proof RIP-nya perlu tambahan fungsi Color Management
    Supaya warnanya "benar" kita perlu alat untuk mengukur warna baik dari mesin cetak sebagai reference-nya
    maupun warna dari printer sebagai alat outputnya

    Alat untuk mengukur warna tersebut adalah Spectrophotometer

    Softproof.
    Proof ini dilakukan di monitor, fungsinya membantu fotografer, desainer, operator pracetak, atau siapapun yang berhubungan dengan proses cetak

    Untuk mendapatkan softproof yang akurat perlu ada komunikasi warna antar semua bagian proses cetak
    Dimulai denga n menyepakati standar cetak yang akan dipakai
    tentu berkaitan dengan bagaimana bagian cetak nanti akan mencetak, apakah standar ISO (Fogra/Ugra, Gracol, Ifra, dll
    standar inhouse (standar percetakan itu sendiri

    Selanjutnya warna akan benar jika monitor tersebut di kalibrasi/distandar kan

    Untuk kalibrasi monitor kita perlu spectrofotometer atau calorimeter tertentu

    proofing akan dilakukan pada setiap tahap/proses
    proofing desain sudah disetujui akan dilanjutkan pada proses selanjutnya yaitu proses output film
    proses dilanjutkan dengan pembuatan acuan cetak(pelat)pemrosesan pelat




  • READ MORE.......




  • Teknik Grafika dan Industri Grafika
    Antonius Bowo Wasono

    for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Konsep warna RGB dan CMYK

    1. Warna RGB tidak bisa dikonversi secara sempurna ke CMYK.
    Tetapi perlu diingat bahwa warna adalah tampil dalam konteksnya, sehingga pada kebanyakan problem sesungguhnya bukanlah warna RGB tidak bisa dikonversi dengan baik, tetapi warna terlihat kusam karena impuritas warna.
    2. Warna CMYK yang terdiri atas lebih dari 2 channel akan tampil
    kusam. Contoh magenta 100% yellow 100% akan tampil sebagai
    warna merah yang pekat, tetapi menggunakan magenta 100% yellow 100% dan cyan 10% akan memberikan kesan kusam.

    Untuk menghindari hal itu, caranya adalah setelah mengkonversi ke CMYK, tambahkan saturasi kira-kira 10-20 dengan menu Hue/Saturation di Photoshop.
    Dalam upaya mengurangi perbedaan konversi dari RGB ke CMK, maka saat melakukan konversi RGB ke CMYK standar Photoshop, perhitungkan gamut dari perangkat output saat melakukan Mapping warna dari RGB ke CMYK. Semua warna RGB akan dicoba Mapping ke CMYK dan tidak ada warna yang cenderung flat karena di luar gamut.
    Kekurangannya jika gambar asli tidak dikoreksi dengan optimal hasilnya malah akan cenderung kusam.


  • READ MORE.......


  • Teknik Grafika dan Industri Grafika
    Antonius Bowo Wasono

    for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    contract proofing

    contract proofing
    lembaran kertas yang bisa di acc/ditandatangani oleh pemberi order

    Software berfungsi untuk mengontrol warna dari printer tsb supaya bisa mensimulasi warna mesin cetak
    Sofware juga mengontrol pembentukan image sehingga huruf, vektor dan gambar menyerupai hasil cetak di mesin cetak nanti

    Untuk Digital proof RIP-nya perlu tambahan fungsi Color Management
    Supaya warnanya "benar" kita perlu alat untuk mengukur warna baik dari mesin cetak sebagai reference-nya
    maupun warna dari printer sebagai alat outputnya

    Alat untuk mengukur warna tersebut adalah Spectrophotometer

    Softproof.
    Proof ini dilakukan di monitor, fungsinya membantu fotografer, desainer, operator pracetak, atau siapapun yang berhubungan dengan proses cetak

    Untuk mendapatkan softproof yang akurat perlu ada komunikasi warna antar semua bagian proses cetak
    Dimulai denga n menyepakati standar cetak yang akan dipakai
    tentu berkaitan dengan bagaimana bagian cetak nanti akan mencetak, apakah standar ISO (Fogra/Ugra, Gracol, Ifra, dll
    standar inhouse (standar percetakan itu sendiri

    Selanjutnya warna akan benar jika monitor tersebut di kalibrasi/distandar kan

    Untuk kalibrasi monitor kita perlu spectrofotometer atau calorimeter tertentu

    proofing akan dilakukan pada setiap tahap/proses
    proofing desain sudah disetujui akan dilanjutkan pada proses selanjutnya yaitu proses output film
    proses dilanjutkan dengan pembuatan acuan cetak(pelat)pemrosesan pelat





  • READ MORE.......




  • (bid/berbagai sumber)


    for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com



    Color Gamut RGB

    Gamut adalah istilah untuk wilayah yang bisa dicakup/direproduksi oleh sistem warna tertentu. Istilah out of gamut berarti warna itu tidak bisa direproduksi oleh proporsi warna dasar sistem yang ingin digunakan. Permasalahan out of gamut sering terjadi dalam konversi warna CMYK dengan RGB. Meskipun dirancang untuk memberi warna secara akurat, wilayah warna yang dibentuk oleh sistem CMYK kadang tidak seluas cakupan warna RGB. Misalnya warna merah dasar RGB merupakan out of gamut dari sistem CMYK. Banyak cara telah diusahakan untuk mengejar selisih ini, misalnya dengan menggunakan sistem lab colour. (wikipedia - Indonesia)
    Gambar: Color Gamut RGB yang lebih luas dibandingkan dengan Color Gamut CMYK, akibatnya banyak warna-warna RGB yang tidak dapat di mapping ke CMYK
    Gambar diambil dari Wikipedia (A comparison of RGB and CMYK color spaces. I am the creator, Annette Shacklett. 2003. Photoshop. {{No rights reserved}} Category:Color spaces)




  • READ MORE.......


  • Andi Budiansyah Teknik Grafika dan Penerbitan, Politeknik Negeri Jakarta

    for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Tugas/ pekerjaan perwajahan

    Perwajahan sebuah barang cetakan sangat menentukan kualitas dari barang cetakan tersebut. Perwajahan merupakan pintu masuk suatu naskah yang berisi pesan-pesan penulis yang akan disampaikan kepada pembaca dengan cara penyebaran melalui barang cetak. Peranan pewajah (desainer grafis) merupakan gabungan antara komunikasi dan kreasi. Sifat dari hasil karya seorang pewajah adalah sedikit berbeda dengan sifat hasil karya seniman. Dapat dikatakan sifatnya adalah “seni terapan” bukan semata-mata “seni yang murni” sebagai contoh pelukis, pemahat, dan sebagainya. Seorang pewajah tidak sebebas seperti rekan-rekan seniman didalam menciptakan hasil karyanya. Untuk mulai bekerja perlu mengingat keterbatasan yang ada, antara lain :
    1. Keterbatasan sarana produksi, antara lain : mesin cetak, mesin reproduksi film, mesin/alat yang terdapat di dalam unit penyelesaian/ penjilidan. Keterbatasan yang dimiliki oleh setiap sarana produksi ini tidak lepas dari seorang pewajah di dalam menyiapkan desain/ rencana wajah. Misalkan untuk menentukan ukuran bersih buku perlu melihat maximum format mesin cetak untuk ekonomis dan efisiennya suatu pekerjaan, tanpa
    meninggalkan segi estetis suatu ukuran barang cetak.
    2. Keterbatasan bahan, dalam menentukan ukuran barang cetak disamping memperhatikan segi estetisnya juga ukuran kertas plano kertas yang akan digunakan perlu menjadi pertimbangan. Demikian pula halnya dengan bahan yang lainnya, misalnya tinta cetak, bahan-bahan penjilidan, dan sebagainya. Banyak sedikitnya naskah tidak lepas dari pertimbangan seorang pewajah/ desainer di dalam menyiapkan suatu rencana buku.
    3. Keterbatasan biaya, disini seorang pewajah/ desainer agak mengekang diri jangan sampai ide yang paling baik untuk penyajian buku sampai berhenti untuk tidak dapat dilanjutkan proses produksi disebabkan keterbatasan biaya. Sehingga peran seorang pewajah sangat penting untuk menciptakan ide penyajian sebaik mungkin disesuaikan dengan biaya yang tersedia/ diperkirakan. Dengan demikian rencana yang disiapkan
    menjadi tidak sia-sia.
    4. Keterbatasan fungsi/ tujuan penggunaan, salah satu contoh kita ambil buku, kita ketahui bahwa fungsi buku adalah sebagai suatu sarana komunikasi. Dengan demikian seorang pewajah akan berusaha membuat rencana penyajian sedemikian rupa agar nantinya buku akan lebih efektif lagi sebagai sarana komunikasi termasuk aspek estetika. Dalam hubungannya dengan fungsi ini perlu seorang pewajah melihat siapa calon pembaca buku ini nantinya, anak-anak, orang dewasa dan seterusnya. Tujuan penggunaan buku juga tidak lepas dari pikiran seorang pewajah di dalam menyiapkan rencana wajah buku.
    5. Keterbatasan waktu, disini jelas perbedaannya dengan rekan seniman yang menyiapkan suatu hasil seni, misalkan lukisan dan sebagainya dimana unsur waktu disini tidak mutlak harus diperhatikan. Lain halnya dengan seorang pewajah unsur waktu disini penting. Keterbatasan waktu yang disediakan menjadi pedoman dalam menyelesaikan pekerjaannya. Tidak dapat dengan menunggu ide/ gagasan yang tidak pernah muncul
    sedang bagian produksi dan pemesannya menunggu pekerjaannya.


  • READ MORE.......


  • Teknik Grafika dan Industri Grafika
    Antonius Bowo Wasono


    for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Peranan Desainer Grafis dalam Produksi Cetak

    Kehidupan manusia tidak bisa lepas dari keterlibatan seni.
    Perkembangan seni itu sendiri seiring dengan perjalanan peradaban
    manusia. Peranan seni dalam kehidupan yang semakin modern sangat
    dibutuhkan. Sentuhan seni yang mendalam dapat menjadikan sesuatu
    menjadi lebih indah, berarti, dan sangat bernilai. Naluri manusia akan
    menjadi lebih manusiawi jika seni ditempatkan sebagai anugerah Tuhan
    yang maha agung.
    Benda-benda yang digunakan atau dimanfaatkan manusia untuk
    memenuhi kebutuhan hidupnya, misalnya pakaian, rumah, barang
    cetakan, alat transportasi, dan lain-lain, kesemuanya dibuat dengan
    melibatkan pertimbangan-pertimbangan seni. Seni merupakan kegiatan
    kreatif manusia untuk manusia yang dalam penciptaan atau
    perwujudannya dapat secara individual atau diperlukan orang lain. Hasil
    karya itu bersifat sosial ketika hasil karya seni tersebut dinikmati oleh
    khalayak.
    Seni rupa yang merupakan cabang dari seni yang
    membutuhkan tempat dan tahan akan
    waktu, di dalam perwujudannya
    memakai medium, yaitu :
    a. DwiMatra, meliputi: seni lukis,
    seni dekorasi, seni ilustrasi,
    seni reklame, dan seni grafis.
    b. TriMatra, meliputi: seni patung, seni kerajinan, dan seni arsitektur.
    Proses kreatif seorang seniman, khususnya seniman grafis sangat
    dibutuhkan untuk dapat menghasilkan suatu produk yang dapat
    memuaskan keinginan konsumen. Hal ini sesuai dengan manfaat bidang
    ilmu grafika. Pada perkembangannya seorang ilustrator yang dengan
    kelihaian tangannya menggambar atau melukis diatas media kertas,
    kain, kanvas atau yang lainnya akan lebih maksimal ketika dapat
    mengekplorasi kreativitasnya melalui media komputer. Ilustrator adalah
    sebutan untuk orang yang mempunyai keahlian membuat ilustrasi.
    Fenomena seperti ini menjadi sebuah kebutuhan industri grafika masa
    depan. Dengan kemampuan multi talenta, seorang ilustrator dapat
    mengkolaborasikan seni murni menjadi seni terapan yang harus
    dikomunikasikan kepada khalayak sebagai media massa.
    Ilustrator yang baik akan mencoba memahami dengan seksama,
    visi, misi, dan tujuan serta fungsi dari barang cetakan yang akan di
    produksi. Sehingga produk yang dihasilkan mencerminkan kesatuan
    harmonis antara ilustrasi dan isi, yang pada gilirannya barang cetakan
    tersebut dapat diterima oleh masyarakat. Ilustrator yang mempunyai
    kemampuan untuk dapat menuangkan keahliannya melalui media
    komputer disertai kemampuan teknisnya dibidang perwajahan barang
    cetakan dapat disebut juga sebagai seorang desainer grafis. Yang
    membedakan, seorang desainer grafis belum tentu pandai membuat
    ilustrasi sehingga belum bisa disebut sebagai seorang ilustrator.
    Desain berasal dari bahasa Latin, designare atau bahasa Inggris,
    design yang berarti rancangan. Yustiono dalam Sachari (1986 : 22),
    menyatakan istilah desain berasal dari bahasa Perancis, dessiner yang
    berarti menggambar dan kadang-kadang diartikan juga perancangan,
    bahkan ada kecenderungan yang menunjukkan bahwa bidang desain
    itu meliputi cara penanganan berbagai bidang; antara lain seni kerajinan,
    kekriyaan, dan teknologi.
    Pengertian desain bukan semata-mata mengupas persoalan
    gambar- menggambar dalam perencanaan total, dalam arti bukan hanya
    melihat perencanaan dari sudut tertentu, namun secara menyeluruh,
    mulai dari yang paling dasar sampai pada tahap penyelesaian.
    Merancang menurut Wong (1986 : 27) ialah proses mencipta rupa untuk
    maksud tertentu dengan pemenuhan kebutuhan penggunaannya.
    Dinyatakan pula bahwa karya rancang yang baik ialah ungkapan rupa
    yang sebaik-baiknya, sari pati sesuatu, entah sesuatu itu pesan atau
    kiasan untuk membuatnya tepat dan skill seorang perancang harus
    mencari cara terbaik agar sesuatu itu dapat dibentuk, dibuat, disebarkan,
    digunakan, dan dihasilkan dengan lingkungan serta mencerminkan dan
    memadukan selera jaman.
    Menurut Sachari (1986 : 53), perencanaan yang baik disesuaikan
    dengan tujuan untuk apa desain itu dibuat. Ada dua hal yang pokok yang
    perlu diamati dalam suatu perencanaan yaitu segi psikologi dan biologi.
    Segi psikologi yaitu pemenuhan yang berkaitan dengan rasa aman,
    senang, nyaman, bahagia, damai, tenteram dan sebagainya. Segi
    biologis yaitu pemenuhan hal-hal yang berkaitan dengan sentuhan indra
    peraba, rasa, penglihatan dan keselamatan tubuh manusia. Lebih lanjut
    Sachari (1986 : 149-150) menjelaskan perencanaan yang baik
    didalamnya juga mencakup beberapa tahapan, yaitu :
    (1) tahap pertama adalah proses yang ditentukan oleh besar kecilnya
    ruang lingkup desain,
    (2) tahapan kedua menyusun program, yang didasarkan pada riset
    terhadap pasar untuk selanjutnya dituangkan dalam konsep atau
    deskripsi yang sistematis dan jelas. Tahapan penyusunan program
    pada prinsipnya merupakan skenario ke arah langkah-langkah
    desain yang hendak dilakukan,
    (3) tahapan ketiga merupakan tahapan yang memvisualisasikan proses
    dan program di atas yang berupa sketsa yang dilanjutkan dengan
    memberi arti fungsi, selanjutnya merangkul suatu totalitas dari
    pemahaman ergonomik, teknik ekonomi, dan estetikanya. Pada
    bagian lain Sachari (1986 : 23) menyatakan bahwa desain sebagai
    suatu kegiatan manusia untuk menciptakan lingkungan dan
    khasanah perbendaan buatan yang diolah dari alam, khasanah ini
    kemudian sejalan dengan waktu yang selalu berubah dan penuh
    diwarnai inovasi-inovasi untuk menciptakan kehidupan budayanya.
    Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan pengertian desain
    secara umum ialah (1) perancangan, (2) gambar rencana, (3) gambar
    untuk merencanakan sesuatu, (4) rancangan sesuatu karya, (5) konsep
    atau rancangan. Sedangkan desain dalam arti khusus ada kaitannya
    dengan kegunaan benda.
    Istilah Grafis berasal dari bahasa Yunani “graphein” yang berarti
    menulis atau menggambar. Seni (cetak) grafis merupakan penggubahan
    gambar bebas karya perupa menjadi cetakan, yang melalui proses
    manual dan menggunakan material tertentu, dengan tujuan membuat
    perbanyakan karya dalam jumlah tertentu ( Susanto, 2002 : 47). Dalam
    perkembangannya grafis diartikan sebagai penataan media komunikasi
    secara cetak-mencetak dengan cita rasa keindahan ( Effendy, 1989 :
    154 ).



  • READ MORE.......



  • Teknik Grafika dan Industri Grafika
    Antonius Bowo Wasono


    Untuk langkah demi langkah illustrator simple tutorial silahkan kunjungi :

    www.illustratorsimpletutorial.blogspot.com

    Batas densitometry

    Seperti halnya teknik pemisahan warna, kerja densitometer dengan
    setelan filter untuk memproses empat warna. Alat ini menyediakan nilai
    relatif untuk ketebalan film tinta, yakni, alat ini tidak mengukur
    penampilan optik pada warna.
    Fakta ini mengatur batas tertentu untuk aplikasinya, tabel tersebut
    merupakan daftar bidang aplikasi khusus dibandiingkan dengan
    colorimeter tristimulus dan spectrophotometer.
    Satu kekurangan esensial yang dimiliki oleh densitometer adalah
    bahwa kekentalan warna yang sama tidak memicu kesan optik yang
    sama. Inilah alasan ketika substansi warna yang dibandingkan berbeda
    dari satu sama lain. Sehingga nilai setelannya tidak dapat
    dilakukan/didapat dari cetakan percobaan ataupun dari sampel lainnya.
    Restriksi/pembatasan untuk tiga filter warna yakni merah, hijau dan
    biru adalah sama pentingnya. Ketika pengaturan warna dibandingkan
    dengan lebih dari empat warna yang diproses, pengukuran warna
    tambahan menjadi problematika. Dalam beberapa kasus tidak terdapat
    filter yang sesuai untuk warna-warna tambahan, sebagai hasilnya
    dimana pengukuran nilai untuk kekentalan tinta terlalu rendah dan
    pengukuran nilai untuk dot gain tidak benar/salah.
    Kegunaan densitometer juga sangat penting untuk mengontrol
    warna pada basis potongan halftone multiwarna seperti potongan
    keseimbangan abu-abu. Jika potongan keseimbangan abu-abu diukur
    dengan tiga filter warna maka kekentalan tinta yang dihasilkan akan
    berbeda dari nilai yang dihasilkan ketika setiap warna diukur sendiri. Ini
    karena masing-masing ketiga tinta cetak berkontribusi untuk semua
    kekentalan tinta. Alasan untuk hal ini adalah bahwa warna yang diproses
    tidak sempurna dua pertiga tinta dan juga menyerap cahaya dari jarak
    spektral lainnya.
    Densitometer juga berguna dalam memonitor proses cetak pada
    mencetak empat warna. Dalam beberapa kasus densitometer
    penggunaannya terbatas.
    Dua contoh berikut ini mengilustrasikan bagaimana warna-warna
    tambahan diukur dengan sebuah densitometer.
    Corak (warna antara abu-abu dan coklat ) yang terlihat disini –
    mempunyai pemantulan yang relatif tinggi, sedikit menurun dalam jarak
    biru (380 hingga 500 nm). Karena itu, nilai kekentalan yang tertinggi
    (0,17) diukur dengan filter biru. Nilai yang rendah ini tidak dapat diubah
    dengan mudah karena perubahan dalam ketebalan film tinta hanya
    memicu pergeseran yang tidak signifikan pada kekentalan. Dalam
    prakteknya warna-warna pastel bersinar/bercahaya oleh karena itu
    diukur secara visual pada basis lembaran yang bagus dan secara
    manual benar.
    Warna-warna tambahan HKS 8 dan HKS 65 yang terlihat dalam
    contoh kedua benar-benar coraknya berbeda seperti yang dapat terlihat
    dari kurva pemantulan (lihat gambar 2.54). Untuk kedua warna itu
    penyerapan pada jarak biru (380 hingga 500 nm) adalah yang paling
    besar. Sebagai hasilnya, kekentalan tertinggi (1,60 untuk warna itu)
    diukur dengan filter biru. Nilai kekentalan yang sama diukur dengan filter
    yang sama sehingga tidak perlu mengartikan bahwa corak tersebut
    adalah sama!
    Penampilan warna itu dapat juga hanya dievaluasi secara colorimetric.





  • READ MORE.......




  • Teknik Grafika dan Industri Grafika
    Antonius Bowo Wasono





    for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Karakteristik cetakan

    Deviasi nilai halftone dalam cetakan FD terhadap nilai halftone FF dalam film dapat ditunjukkan dengan jelas untuk penggunaan langsung pada kerja/karya yang diulang-ulang dalam bentuk yang disebut dengan karakteristik cetakan.
    Untuk menentukan karakteristik cetakan, skala tahapan kasa minimal tiga, atau bahkan lebih baik lima atau lebih tahapan kasa dan
    elemen tambahan keras/tajam yang dicetak. Densitometer digunakan
    untuk mengukur kekentalan tinta dalam tambahan yang keras dan dalam tahapan kasa, dan kemudian nilai halftone dihitung. Ketika nilai yang dihasilkan itu digambar terhadap diagram nilai film yang berhubungan maka dihasilkan karakteristik transfer. Setelah menggunakan lempengan inilah yang disebut dengan karakteristik cetakan.

    Ini valid hanya bagi kombinasi tertentu pada tinta, kertas, cetakan cetakan, lapisan dan lempengan yang  ditentukan. Jika kerja/karya yang sama dicetak pada cetakan yang lain, dengan tinta yang berbeda atau kertas yang berbeda, kemudian karakteristik cetakan akan benar-benar berbeda.
    Gambar ini menunjukkan bagaimana karakteristik 1 berjalan pada sebuah sudut 450. Ia menunjukkan kasus ideal dimana pada cetakan dan film yang identik/sama secara optik, tetapi tak dapat dicapai dibawah kondisi normal. Karaktersitik 2 mereproduksi nilai halftone yang benar benar diukur dalam cetakan. Area yang ditandai antara dua garis menunjukkan dot gain.
    Untuk menentukan dot gain dalam cetakan, jarak sifat tengah merupakan yang paling penting. Karakteristik cetakan menunjukkan bahwa di sinilah nilai halftone bergeser mencapai maksimum. Artinya karakteristik 2 film kasa dapat dinilai dalam cetakan itu (dengan dot gain normal) sehingga dicapai sifat yang dikehendaki.
    Secara praktis, bagaimanapun juga, ini hanya dapat dicapai sebagian saja.



  • READ MORE.......



  • Antonius Bowo Wasono, dkk.



    untuk lebih lengkap dan update tentang illustrator simple tutorial silahkan kunjungi :

    www.illustratorsimpletutorial.blogspot.com


    FOTO REPRODUKSI (FILM MAKING) dan PLATE MAKING

    Akselerasi teknologi di bidang prepress melaju dengan sangat cepat. Produsen mesin-mesin pre-press berlomba untuk membuat mesin yang diproduksi semakin efektif dan efisien. Fenomena ini tentunya
    “mengenakkan” pelaku bisnis di bidang grafika mempunyai banyak pilihan khususnya bagi pengusaha yang bermodal besar. Konsumenpun diuntungkan, karena dari sisi waktu pengerjaannya lebih cepat, kualitas
    cetakan lebih baik, dan tentunya harganyapun juga bersaing.
    Percetakan-percetakan di Indonesia masih banyak ditemui menggunakan plate processor untuk memproses film menjadi acuan siap cetak. Karena investasi untuk menggunakan teknologi Computer to Plate sangat besar dan karakteristik pekerjaannya belum cocok untuk menggunakan teknologi tersebut. Berbeda dengan penggunaan teknologi image setter, yang digunakan untuk mentransfer data digital (dari komputer) menjadi film, masih banyak ditemui. Disamping harganya terjangkau, teknologi image setter lebih fleksibel untuk digunakan berbagai karakteristik pekerjaan, khususnya yang berkaitan dengan oplag.

    Sebelum teknologi image setter berkembang luas di pasaran, proses pembuatan film dari data komputer dipindahkan dulu melalui media kertas atau yang dikenal dengan Computer to Paper kemudian diproses dengan menggunakan kamera reproduksi baik itu kamera vertikal maupun horizontal untuk dipindahkan menjadi film dengan pengembangan manual atau dengan menggunakan film processor.

    Teknologi ini sudah semakin ditinggalkan oleh perusahaan percetakan, karena prosesnya membutuhkan waktu yang lama juga hasilnya kurang maksimal. Pembesaran titik raster (dot) menjadi semakin besar karena
    adanya tahapan demi tahapan yang harus dilalui.
    Penggunaan kamera vertikal maupun horizontal masih banyak dijumpai pada percetakan-percetakan yang mengkhususkan pada jenis atau macam cetakan yang beroplag sedikit atau cetakan-cetakan khusus, misalnya pembuatan stempel, acuan untuk foil, dan sebagainya.
    Untuk mengetahui teknologi ini, sebagai dasar keilmuan memahami teknologi yang berkembang pesat sekarang, dibawah ini diuraikan proses dari data yang dihasilkan komputer berupa kertas menjadi film
    yang siap ditransfer ke pelat cetak.


  • READ MORE.......


  • Antonius Bowo Wasono, dkk.




    untuk lebih lengkap dan update tentang illustrator simple tutorial silahkan kunjungi :

    www.illustratorsimpletutorial.blogspot.com

    Standarisasi dalam mencetak

    Dalam percetakan offset terdapat banyak tahapan antara kesalahan cetak dan hasil akhir cetakan, yaitu,  reproduksi (pembuatan progresif), percobaan, pencahayaan lempengan dan proses dalam mencetak. Pada tiap tahapan pemrosesan tersebut ukuran elemen gambar berubah: titik halftone menjadi lebih besar atau lebih kecil, garis menjadi lebih tebal atau lebih tipis.
    Kinerja yang khas pada setiap tahapan proses ini dapat digambarkan dengan karakteristik transfer, yang paling umum adalah karakteristik pencahayaan lempengan dan karakteristik cetakan.
    Keterangan :
    x = suited for process colours
    = suited for special colours
    ( ) = partially suited
    Proses reproduksi keseluruhan bertujuan untuk membuat cetakan terlihat salah cetak. Pada fase sebelum mencetak semua karakteristik transfer harus diketahui. Ini kemudian variasi elemen gambar yang dicetak sajalah yang menghasilkan dari karateristik proses yang dapat diganti. Untuk alasan efisiensi ekonomi, bagaimanapun juga, ini hanya memungkinkan jika jumlah karakteristik transfernya rendah.
    Standarisasi dalam mencetak juga bertujuan untuk menjelaskan hanya sejumlah kecil pada karakteristik transfer sepanjang toleransinya agar menghasilkan reproduksi yang berkualitas tinggi dan biayanya rendah tanpa harus mempunyai properti alat-alat pencahayaan lempengan atau alat-alat cetak.
    Semua tahapan proses ini bertujuan untuk capaian tersebut, dan kekonstanan nya harus terus dipantau. Kepingan kontrol cetak, bidang kontrol pencahayaan lempengan, dan khususnya, colorimeter pada
    mesin cetak adalah alat yang berharga dalam meraih/mencapai tujuan ini.




    Teknik Grafika dan Industri Grafika
    Antonius Bowo Wasono





  • READ MORE.......





  • for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Desain grafis adalah seni

    Pekerjaan desain grafis menuntut pemahaman terhadap esensi dunia visual dan seni (estetika). Sebab desain grafis menerapkan elemen-elemen dan prinsip-prinsip desain (komposisi) dalam memproduksi sebuah karya visual. Desain grafis menerapkan beberapa prinsip, yakni: Kesederhanan, Keseimbangan, Kesatuan, Penekanan, dan Repetisi. Sedangkan elemenelemen
    yang diusungnya meliputi Garis, Bentuk, Ruang, Tekstur, dan Warna. Dan pada akhirnya sang penikmat karya visual akan memberikan penilaian, seperti apa yang dikatakan Kant: Nilai Estetisdan Nilai Ekstra. Nilai estetis diperoleh melalui penggunaan elemen-elemen dan prinsipprinsip.
    Sedangkan nilai ekstra muncul: gerakan (animasi), percepatan, lambaian, suasana panas, atmosfer tenang dan lain sebagainya.
    Sony Kartika (2004) dalam Pengantar Estetika memaparkan tiga tingkatan basis aktivitas estetik. Pertama, pengamatan terhadap kualitas material, warna, suara, gerak sikap dan banyak lagi sesuai dengan jenis seniserta reaksi fisik yang lain. Kedua, penyusunan dan pengorganisasian hasil pengamatan. Pengorganisasian itumerupakan konfigurasi struktur bentukbentuk
    yang menyenangkan dengan pertimbangan harmoni, kontras, keseimbangan, kesatuan, keselarasan yang utuh. Ketiga, susunan hasil persepsi. Hal ini dihubungkan dengan perasaan dan emosi, yang merupakan hasil interaksi antara persepsi memori dengan persepsi visual.
    Komputer Grafis:
    Gunakan yang Paling Populer
    Dalam hal penggunaan teknologi komputer grafis, desainer grafis harus benar-benar paham menggunakan berbagai perangkat lunak komputer grafis untuk mempercepat dan mengefisienkan dalam menghasilkan sebuah karya grafis. Dalam contoh mendesain majalah anak-anak yang full colormisalnya, kalibrasi monitor dan kecocokan antar perangkat harus dipahami agar warna yang didesain sama seperti hasil ketika nanti dicetak di atas kertas. Termasuk misalnya jangan menggunakan perangkat lunak yang tidak populer, yang mana tidak digunakan oleh percetakan. Ini malahan akan merepotkan Anda sendiri.
    Beberapa perangkat lunak komputer grafis yang paling sering digunakan dalam pekerjaan desain grafis adalah AdobePagemaker, AdobePhotoshop,
    Macromedia Freehand, Quark Express, CorelDraw, Adobe Illustrator. Dan ada juga perangkat lunak pendukung untuk menghasilkan karya grafis 3D, semacam 3D Max, Maya, Poser, Terragen dan Bryce. Penggunaan kelima program populer ini bisa Anda pakai dalam menghasilkan elemen tambahan bagi karya desain Anda. Untuk membuat bola kristal yang realistik misalnya, Anda tidak perlu melukis atau menggambar dengan AdobePhotoshop atau CorelDraw, yang memang diperuntukkan memproduksi grafis dua dimensi saja.


    Panduan Mengenal Desain Grafis - Vinsensius Sitepu
    www.escaeva.com

    Gambar bitmap

    Gambar bitmap juga sering disebut juga dengan istilah raster image. Gambar dibentuk oleh sekumpulan titik yang disebut dengan pixel (picture element) dalam suatu grid. Titik-titik persegi berkumpul seperti mosaic bergabung dan memiliki warna –warna tersendiri yang membentuk gambar seperti terlihat pada layar monitor. Pixel berjajar, baik vertikal maupun horizontal seperti yang terlihat pada gambar akan terlihat pada pembesaran tertentu. Gambar bitmap merupakan resolution dependent. Kualitas gambar bergantung pada banyak atau pixel yang membentuk gambar atau yang disebut dengan istilah resolusi. Ukuran yang dipakai dalam penentuan resolusi adalah dpi (dots per inch) atau ppi (pixel per inch). Resolusi gambar bitmap yang terlihat pada layar monitor menggunakan resolusi monitor 72 atau 96 ppi, meskipun gambar memiliki resolusi 300 ppi.
    Penentuan gambar untuk pencetakan berawal dari sini. Kebutuhan gambar berkualitas tinggi diperoleh melalui proses input gambar dari meda lain seperti scanner. Umumnya resolusi yang dibutuhkan untuk menghasilkan detail gambar yang bagus 300 ppi. Meskipun demikian ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan dalam menentukan resolusi gambar yang efektif dan efisien, yaitu berdasarkan jenis kertas yang dipakai pada hasil cetakan. Standarisasi raster atau yang lebih dikenal dengan istilah screen ruling untuk setiap jenis kertas berbeda beda. 
    Setelah screen ruling diketahui barulah kita menentukan resolusi gambar bitmapnya. Umumnya penentuan resolusi gambar adalah dua kali dari screen ruling. Ukuran yang digunakan adalah lpi (line per inch). Pada tabel berikut akan terlihat penentuan image resolution pada gambar bitmap. Karena gambar bitmap sangat bergantung pada resolusi gambar (resolution dependent), sangatlah sulit bagi kita untuk melakukan pembesaran dan pengecilan pada gambar. Aktivitas tersebut akan berpengaruh pada kualitas gambar. Pada pembesaran, gambar akan membuat pixel baru dari pixel yang sudah ada sebelumnya atau yang disebut dengan istilah interpolasi. Gambar menjadi out of focus atau kabur. Sedangkan apabila kita melakukan pengecilan gambar, pixel-pixel yang membentuk gambar akan berkurang dengan sendirinya. Aplikasiaplikasi
    grafis yang berbasis bitmap diantaranya Adobe Photoshop Corel Photo Paint, Jasc Paint Shop Pro, Micrografx Picture Publishier. Ulead Photolpact, dan Microsoft Paint. Umumnya format yang digunakan oleh
    gambar bitmap adalah BMP, GIF, JPEC/JPG, PNG, PICT (Macintosh), PCX, TIFF, dan PSD (Adobe Photoshop).


    Teknik Grafika dan Industri Grafika
    Antonius Bowo Wasono



  • READ MORE.......


  • for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Screen ( # ) Ruling dan Angle

    Screen Ruling juga didefinisikan secara simple dengan tanda Hash ( yakni 133# ) ditentukan dengan jumlah dari dot halftone dihitung per linear inch. Diukur sepanjang sumbu baris dot. Oleh karena itu sebuah lembar kerja dibutuhkan guna dari 150# secara tidak langsung bahwa screen ruling dibutuhkan akan sama dengan 150 dot halftone per inch. Gambar diatas menunjukkan traditional angle yang dipakai process warna kerja ( CMYK ) dimana sumbu dari baris sama dengan angle.

    Perkerjaan Warna Single menggunakan 45 derajat untuk halftone dan pemberian warna ( percentase pengisi flat dari warna solid ). Angle ( sudut ) 45 derajat kurang kelihatan dengan jelas dan menyakitkan mata manusia mengingat sudut 90 derajat sangat jelas dan sangat menarik perhatian untuk dot-dot gambar detail ( the picture ).

    Gambar multi warna selalu mempunyai masalah yang besar sekali yang ditimbulkan untuk prepress ( sebelum cetak ) dan printer. Secara ideal setiap warna didalam gambar halftone multi warna harus tepat 30 derajat terpisah. Tetapi 90 derajat dibagi dengan 30 sama dengan 3 sehingga kami mempunyai masalah dengan sebuah proses gambar ( CMYK ) karena terdiri dari 4 warna. ( Sebuah Screen Halftone mempunyai 2 sumbu, yang satu 90 derajat terhadap sumbu yang lain yang lain. Oleh karena itu hanya 3 screen halftone merekomendasikan derajat, 30 derajat terpisah, dapat digunakan per 360 derajat sebagai situasi duplicate ( penyalinan ) untuk setiap kumpulan 90 derajat ).
    Pola yang diciptakan oleh 2 atau 3 halftone screen diletakkan pada 30 derajat untuk setiap lainnya yang dikenal dengan pola rose, nampaknya sederhana dan pola yang unobtrusive ( rendah hati ) bahkan secara normal tidak mengganggu mata. Biarpun berberbeda secara ideal kami mulai melihat pola moiré yang makin lama makin memburuk. Satu warna keluar dari 1 derajat kesesjajaran akan mulai ketidakcocokan ( bentrokan ) dengan paling sedikit satu dari warna yang lain dan merusak pola rose; ( = pola moiré ).
    Untuk mengatasi / menaggulangi situasi 4 sebagai pengganti 3. Warna contras yang paling berkurang. Yellow disudutkan secara tepat 15 derajat diantara 2 warna yang lain.Gambar hitam diatas dasar film yang jernih digunakan untuk membuat plate printing
    nampak buruk ketika overlayed namun kami tidak melihat kesalahan waktu printing.
    Secara Tradisional warna yang sebagian terbesar contras disetel / dipasang secara visual ideal sudut 45 derajat dan warna tentu saja hitam didalam CMYK jobs.
    Biarpun lebih berhati-hati ( teliti ) dalam berdagang sering kerapkali ditentukan oleh warna-warna utama ( Magenta atau red = magenta, Cyans atau Yellow-Greens = Cyan ) pada sudut 45 derajat dan Black ditempatkan pada 75 atau 105 derajat – jika black adalah gambar normal atau light.




  • READ MORE.......


  • for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    REPRODUKSI WARNA DENGAN CETAK OFFSET

    Quality control cetak offset sangat diperlukan agar terciptanya standarisasi
    Sebuah original berupa foto atau slide yang akan diproduksi(diperbanyak) melalui system cetak haruslah dipecah ke dalam 4 warna proses yaitu Cyan,Magenta,Yellow dan black atau dikenal dengan CMYK.
    Proses ini dimulai dari tahap digitalisasi melalui scanner. Foto atauslide yang di scan kedalam bentuk data digital disebut gambar bit map, karena terdiri dari kumpulan pixel (picture element).
    Banyaknya jumlah pixel dinyatakan dalam isitilah resolusi input.
    Misal: sebuah cetakan dengan screen ruling= 150 lpi, diperlukan resolusi input=2x150lpi=300 lpi atau 300 ppi.kemudian gambar bitmap tersebut bersama teks di layout dengan aplikasi grafis yang tersedia pada PC atau Mac.
    Gambar bitmap yang telah dipisahkan warna kedalam bentuk CMYK kemudian di output kedalam bentuk dot / raster melalui image setter menjadi lembaran film. Pada saat out put ke imagesetter,harus ditentukan nilai screen ruling (raster), resolusi output, jenis dot,sudut raster dan lain-lain.
    Besar kecilnya dot yang dibentuk melalui imagesetter memiliki peran yang sangat penting sebagai acuan permintaan di mesin cetak.Dalam proses pencetakan separasi warna, setiap dot akan saling bertumpuk dengan sudut yang berbeda untuk mendapatkan warna yang sesuai dengan model originalnya.
    Permintaan dan Density Cetak
    Film separasi yang sudah di out put kemudian dikontak ke pelat melaui mesin platemarking. Besar kecilnya dot pada film separasi juga akan berpindah pada pelat cetak. Variasi penyimpangan bisa saja terjadi apabila :
    Waktu penyinaran terlalu lama/cepat
    Cairan developer pada mesin prosesor sudah lemah atau terlalu kuat
    Proses pencucian pelat dilakukan secara manual
    Oleh karena itu untuk menjaga standarisasi pada output pelat harus digunakan ‘Grayscale’ misalnya dari Kodak Polychrome atau ugra, dan lain lain.
    Tinta yang tercetak pada kertas sangat dipengaruhi oleh:
    Proses pengalihan dari pelat ke blanket
    Jenis kertas atau kemampuan daya serap kertas
    Karakterisitk/ sifat tinta tersebut, dan lain-lain.
    Ketebalan Lapisan Tinta
    Bedasarkan standar DIN 16539, Ketebalan tinta pada warna proses direkomendasikan yaitu 0.7-1.1 mikron. Sedangkan pada praktek sehari-hari ketebalan tinta maksimum yang dianjurkan maksimal 3.0 mikron. Secara ideal, proses permintaan harus setipis mungkin namun pencapaian warna atau density tercapai. Hal ini sangat didukung dengan kualitas dari tinta tersebut. Semakin tebal permintaan, maka makin besar pula dot gain atau perbesaran titik yang terjadi dan semakin gelap hasil cetak yang didapat.
    Kepekaan tinta pada hasil cetak dinyatakan dalam bentuk density dan diukur melalui alat densitometer.
    Hubungan Density dan Ketebalan Tinta
    Penambahan ketebalan tinta memiliki batas maksimum,apapbila nilai maksimum dencity sudah tercapai,berapapun penambahan titik tidak akan menambah nilai density. Garis-garis putus menunjukan batas maksimum yang dianjurkan.
    Penyimpangan Dot
    Perjalanan dot mulai dari pre-press sampai cetak sangat mempengaruhi kualitas cetak dan warna hasil cetak.Perubahan besar/kecil dot dapat disebabkan beberapa faktor antara lain:
    Proses kalibrasi pada imagestter (penyinaran dan pencucian film)
    Kontak pelat di platermaking (penyinaran dan pencucian hebat)
    Di mesin cetak proses pembasahan, penintaan, kekenyalan blanket, tekanan cetak dan lain-lain
    Kertas, jenis kertas, dan kehalusan permukaan kertas
    Bentuk Perubahan Dot
    Pada saat pencetakan di mesin cetak, bentuk dot dapat berubah.Perubahan bentuk dot juga turut mempengaruhi kualitas cetak. Secara umum perubahan bentuk dot dikategorikan sebagai berikut :
    Dot gain, yaitu terjadinya pembesaran dot baik secara simetris gradual (teratur), maupun asimetris (memperbesar dengan ujung tak teratur)
    Filling in, yaitu pengurangan non aera yang seharusnya bersih tetapi berubah menjadi shadow (samar-samar) atau tertutup sama sekali oleh dot. Umumnya terjadi pada pencetakan diapositif.
    Sharpening, yaitu ukuran dot lebih kecil dari ukuran dot film.
    Sluring, yaitu bentuk dot berubah memanjang atau oval, baik kearah lateral maupun kearah circumferensial.
    Doubling, yaitu bentuk dot berubah menjadi dua,satu merupakan dot sebenarnya dan kedua merupakan dot bayangan.bentuk dot bayangan bergantung arah.
    Offseting, yaitu bentuk dot berubah seperti sluring tetapi bagian ujungnya lancip seperti matahari.
    Penumpukan Tinta
    Penumpukan tinta/ Ink trapping adalah seberapa kuat melekatnya tinta saat mencetak dua warna yang bertumpuk diatas kertas. Hal ini dipengaruhi oleh urutan pencetakan pada mesin cetak ( mesin cetak 1 warna, 2 warna atau 4 warna ).
    Penumpukan warna dapat terjadi pada dua kondisi:
    Basah diatas basah (contoh mesin 2 warna atau 3 warna)
    Basah diatas kering (contoh mesin 1 warna)
    Contoh urutan pencetakan standar pada mesin 1,2 dan 4 warna
    Mesin 4 warna (basah diatas basah) :
    Black+Cyan+Magenta+Yellow
    Mesin 2 warna (basah diatas basah):
    Cyan+Magenta+kemudian Black+Yellow
    Mesin 1 warna (basah diatas kering):
    Cyan,Magenta,yellow,Black atau Black,Cyan,Magenta,Yellow
    Alat Bantu Pengontrolan Warna
    Pada umunya alat bantu yang digunakan untuk pengontrolan warna selain berupa alat ukur seperti spektrondensitometer ada juga print control strip. Pemakaiannya dilakukan pada pelat cetak dan sangat berguna untuk mengontrol parameter warna dan aspek-aspek yang memperngaruhi kualitas cetak seperti: konrol warna solid,control raster halftone, kontrol sulling,dan doubling, kontrol untuk solid traping, kontrol pelat untuk melihat kualitas penyinaran di platemarking.
    Quality kontrol pada cetak offset sangat diperlukan agar terciptanya standarisasi, hal ini membutuhkan :
    Parameter yang jelas
    Diperlukan peralatan densitometer atau spectrophometer
    Digunakan alat bantu seperti Print Control Strip untuk mengontrol kualitas cetakan dengan parameter yang jelas.
    Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi mutu cetakan antara lain; tinta cetak, jenis kertas, kualitas film separasi, kualitas pelat cetak, pengoperasian mesin cetak (SDM), suhu ruangan, kondisi alat ukur, kondisi cairan chemical, dan lain-lain.


    (bid/berbagai sumber)




  • READ MORE.......


  • for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Ringkasan Raster Image Processor work flow Halftone FM Screens Bitmap Ink Presetting

    Raster Image Processor
    menterjemahkan bahasa postscript utk imagesetter 

    imagesetter : mesin yg menghasilkan keluaran resolusi tinggi pd film
    menterjemahkan image mjd raster
    menterjemahkan bitmap mjd halftone

    work flow teknologi untuk meningkatkan kecepatan proses dan kemudahan dalam pengolahan data secara elektronik
    langsung cetak


    RIP(express)

    RipExpress dirancang dengan basis Configurable PostScript Interpreter (CPSI) dari Adobe untuk menginterpretasi file PostScript dengan akurat dan konsisten.

    RipExpress buatan Monotype Systems ini adalah perangkat lunak
    RIP yang serbaguna ini dapat menangani file warna dan monochrome dari PostScript 3

    RipExpress yang mengkombinasikan kinerja yang optimum dengan antar muka ekslusif dan mudah diggunakan
    tersedia untuk platform Sun UltraSPARC dan Window NT di Pentium PC.

    RipExpress adalah sebuah implementasi penuh dari perangkat lunak PostScript 3 dari Adobe
    yang menwarkan peningkatan kinerja dan keuntungan seperti pemrosesan dan percetakan langsung file-file berformat PDF.

    Super Screens diggunakan untuk menunjukan hasil akhir yang terlihat superior. ,
    Dengan Super Screens, 'banding' dapat dihilangkan dari sistem-sistem imagesetting dan direct-to-plate
    dan dapat menghasilkan 4096 tingkat grey pada alat-alat beresolusi tinggi ini.

    Preview warna menyediakan preview warna penuh dari pekerjaan yang telah diRIP pada layar

    Gambar bitmap yang telah dipreview dapat langsung dikirim ke perekam beresolusi tinggi atau
    secara alternatif di cetak ke sebuah proofer warna untuk evaluasi yang lebih dalam.

    Fitur-fitur RipExpress yang mudah digunakan dengan antar muka grafik

    Menggunakan CPSI Adobe untuk menjamin keselarasan sempurna dengan bahasa PostScript 3 murni.

    Output ke Laserbus untuk menghubungkan segala macam recorder dengan menggunakan Personality Interfaces

    Fasilitas input spooling dan hold, dan output spooling dan hold

    Preview halaman berwarna pada layar.

    Halftone dan tabel kalibrasi.

    Sekumpulan 136 fonts yang disediakan secara standar.

    Bermacam input dengan menggunakan Ethertalk, TCP/IP, LPR, drop folder dan input spesial MGS3.

    Penghematan penggunaan media dengan Trim Page yang menghilangkan kelebihan area berwarna putih dibawah halaman

    Film Saving yang secara otomatis memutar halaman kalau dengan begitu bisa menghemat bahan.

    Anamorphic scaling dengan kontrol skala X & Y yang terpisah

    Kompresi dan dekompresi ditempat untuk bitmap file

    Pilihan Tambahan RIP to TIFF: Output dapat disetel untuk menghasilkan file 1 bit TIFF sebagai uncompressed, Packbits, CCITT Huffman, Fax Group 3 dan Fax Group 4.

    OPI dapat menyediakan penunjuk dimana MGS3 dapat menaruh gambar beresolusi tinggi saat mereka login ke sistem
    Kemudian substitusi OPI dapat terjadi pada RIP saat halaman dicetak

    FM Screens: Stochastic screening dengan menggunakan Adobe Brilliant Screens


    PrintExpress Snap Shots PrintExpress/CPM
    adalah sebuah sistem jalur kerja digital yang mencakup sejumlah perangkat lunak
    yang digunakan untuk menghubungkan aplikasi pembuat halaman dan percetakan press.

    PrintExpress menangani tahapan dari menerima sebuah halaman dalam format PostScript atau PDF melalui
    pengeRIPan, pagepairing, spooling, proofing, tracking dan transmisi jarak jauh sampai kepercetakan di tempat yang berbeda-beda

    Kumpulan modul yang mencakup PrintExpress adalah:
    PostScript / PDF Spooler Modul ini menerima file berformat PostScript atau PDF dari sistem lain
    seperti mesin pembuat halaman pada PC atau Mac atau sebuah server OPI.
    Modul ini menggunakan protokol input standar seperti PAP (Apple), TCP/IP, drop file atau dari server OPI MG3.

    Disini file input dispool untuk ditransfer ke spooler lain atau ke fungsi PDF Export
    untuk disimpan sebagai file untuk kepentingan pengarsipan atau untuk digunakan oleh mesin lain.
    PrintExpress RIP Modul PrintExpress RIP menggunakan Adobe PostScript3 CPSI untuk menciptakan file bitmap dari file postscript atau PDF.
    Seperti modul-modul PrintExpress lainnya, beberapa program dapat berjalan disatu platform secara bersamaan

    Kalibrasi warna dan pengaturan gambar lainnya diatur pada tahap ini.
    Beban yang disebabkan oleh program-program RIP yang berjalan dapat diratakan oleh spooler PostScript / PDF

    Bitmap Spoolers Modul ini men'spool' dan membentuk antrian file output dari program RIP disampaikan ke Bitmap Spooler lainnya
    bisa di lokasi percetakan) atau ke modul lain untuk pemrosesan tambahan seperti pemasangan halaman, double burning, rotation

    Bitmap Color Proof Opsi ini menerima seperasi bitmap beresolusi tinggi untuk dikombinasi
    dan diproses menjadi sebuah layout proof pada plotter berwarna seperti HP Design Jet
    Semua ini bisa dijalankan melalui Laserbus atau Ethernet.

    Tidak seperti cara-cara yang mengharuskan pekerjaan diRIP sendiri-sendiri untuk proofing
    cara ini memastikan agar proof serupa dengan cetakan akhir dan tidak ada variasi yang disebabkan oleh RIP pada saat menghasilkan pemisahan

    Bitmap Ink Presetting
    Opsi ini menghitung luas area yang menggunakan tinta dari pemisahan bitmap dan memformatnya untuk kontrol percetakan

    FOTO REPRODUKSI (FILM MAKING) dan PLATE MAKING

    Akselerasi teknologi di bidang prepress melaju dengan sangat
    cepat. Produsen mesin-mesin pre-press berlomba untuk membuat mesin
    yang diproduksi semakin efektif dan efisien. Fenomena ini tentunya
    “mengenakkan” pelaku bisnis di bidang grafika mempunyai banyak
    pilihan khususnya bagi pengusaha yang bermodal besar. Konsumenpun
    diuntungkan, karena dari sisi waktu pengerjaannya lebih cepat, kualitas
    cetakan lebih baik, dan tentunya harganyapun juga bersaing.
    Percetakan-percetakan di Indonesia masih banyak ditemui
    menggunakan plate processor untuk memproses film menjadi acuan
    siap cetak. Karena investasi untuk menggunakan teknologi Computer to
    Plate sangat besar dan karakteristik pekerjaannya belum cocok untuk
    menggunakan teknologi tersebut. Berbeda dengan penggunaan
    teknologi image setter, yang digunakan untuk mentransfer data digital
    (dari komputer) menjadi film, masih banyak ditemui. Disamping harganya
    terjangkau, teknologi image setter lebih fleksibel untuk digunakan
    berbagai karakteristik pekerjaan, khususnya yang berkaitan dengan
    oplag.

    Sebelum teknologi image setter berkembang luas di pasaran,
    proses pembuatan film dari data komputer dipindahkan dulu melalui
    media kertas atau yang dikenal dengan Computer to Paper kemudian
    diproses dengan menggunakan kamera reproduksi baik itu kamera
    vertikal maupun horizontal untuk dipindahkan menjadi film dengan
    pengembangan manual atau dengan menggunakan film processor.
    Teknologi ini sudah semakin ditinggalkan oleh perusahaan percetakan,
    karena prosesnya membutuhkan waktu yang lama juga hasilnya kurang
    maksimal. Pembesaran titik raster (dot) menjadi semakin besar karena
    adanya tahapan demi tahapan yang harus dilalui.


    Antonius Bowo Wasono, dkk.







  • READ MORE.......


  • for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Mengerjakan scanning gambar atau mengolah gambar dari kamera digital

    Elemen grafis yang berupa gambar dapat kita peroleh dengan cara memindai gambar yang sudah ada atau me-scanner dan dari kamera digital. Untuk menghasilkan kualitas cetakan yang baik, resolosi gambar
    yang cukup sangat dibutuhkan. Ada beberapa cara agar hasil scan yang kita hasilkan sesuai dengan harapan, yaitu :
    1. Scan gambar dengan resolusi yang cukup, minimal 300 dpi.
    2. Usahakan gambar yang discan melekat sempurna pada bidang kaca scanner.
    3. Pada saat me-scan sebaiknya Menu Unsharp masking diaktifkan, meskipun nantinya akan dapat dibantu di menu Sharpness di Photoshop.
    4. Setelah diperoleh hasil scan, lakukan pengeditan ulang di adobe photoshop, terutama dilakukan pada posisi dan croping terlebih dahulu, dan kemudian pada kualitas level; dengan mengatur levelnya, sehingga didapat hasil warna yang tajam.
    5. Jangan lupa bersihkan permukaan scanner, sehingga didapat bersih dari noda-noda yang tidak diinginkan. Scanner yang mempunyai kemampuan menangkap gambar yang tinggi akan sangat berpengaruh terhadap kualitas gambar yang kita peroleh.

    Antonius Bowo Wasono, dkk.


  • READ MORE.......


  • for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    PRINSIP-PRINSIP DESAIN GRAFIS

    Di sini kiata akan mengupas sedikit tentang prinsip - prinsip desain grafis yang sangat berguna bagi kita sebagai desainer.
    Prinsip-prinsip desain sangat membantu menentukan bagaimana kita menggunakan elemen desain.
    Ada empat prinsip desain yang perlu kita ketahui yaitu:
    - keseimbangan
    - penekanan
    - irama
    kesatuan.
    Prinsip-prinsip desain membantu kita untuk menggabungkan berbagai elemen desain ke dalam tata letak yang baik.
    Keseimbangan
    Setiap elemen pada susunan visual berat yang telah ditentukan oleh ukurannya, kegelapan atau keringanan, dan ketebalan dari baris.
    Ada dua pendekatan dasar untuk menyeimbangkan.
    Yang pertama adalah keseimbangan simetris yang merupakan susunan dari elemen agar merata ke kiri dan ke kanan dari pusat.
    Yang kedua adalah keseimbangan asimetris yang merupakan pengaturan yang berbeda dengan berat benda yang sama di setiap sisi halaman.
    Warna, nilai, ukuran, bentuk, dan tekstur dapat digunakan sebagai unsur balancing.
    Simetris bisa menjadi kekuatan dan stabilitas publikasi, presentasi, dan situs web.
    Asimetris dapat menyiratkan kontras, berbagai gerakan, mengejutkan dll.
    Hal ini cocok untuk modern dan publikasi hiburan, presentasi, dan situs web.
    Untuk menciptakan keseimbangan:
    1. Ulangi bentuk tertentu secara berkala, baik secara vertikal maupun horizontal.
    2. Pusat elemen pada halaman.
    3. Menempatkan beberapa visuals kecil di satu daerah untuk menyeimbangkan satu blok besar gambar atau teks.
    4. Gunakan satu atau dua bentuk aneh dan membuat bentuk biasa.
    5. Keringanan teks potong-berat dengan terang, berwarna-warni visual.
    6. Meninggalkan banyak spasi besar sekitar blok teks atau foto gelap.
    7. Offset besar, gelap foto atau ilustrasi dengan beberapa lembar teks kecil, masing-masing dikelilingi oleh banyak spasi.




  • READ MORE.......


  • for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Perangkat Lunak (software) Pendukung Desain

    Install software disesuaikan tujuan pemakaian. Untuk proses mendesain dapat dipertimbangkan, antara lain : Pagemaker, Ilustrator, Photoshop, Quark X-press, Corel Draw, Free Hand, atau software yang lainnya yang mendukung proses mendesain. Perlu diperhatikan,semakin banyak kita memasukkan software di komputer kita, akan
    membebani memori harddisk kita. Aplikasi-aplikasi dalam sistem desktop publishing dapat dikelompokkan berdasarkan fungsinya :

    1. Aplikasi Pengolah Kata
    Aplikasi ini biasanya untuk mengolah kata, baik grammar dan spelling-nya. Aplikasi ini dikhususkan untuk mengolah format teks atau membuat tagging. Aplikasi ini mampu melakukan penataan halaman, walaupun dalam konteks sederhana seperti yang dilakukan oleh Microsoft Word. Aplikasi ini banyak digunakan oleh kalangan akademis/ mahasiswa /pelajar untuk membuat jurnal ilmiah, skripsi, karya ilmiah, atau tugas-tugas lainnya yang mengedepankan fungsi sebagai pengolah kata.Yang termasuk
    aplikasi ini, misalnya Microsoft Word, Wordstar,dan Corel WordPerfect.

    2. Aplikasi Pengolah Gambar/ Foto
    Aplikasi ini untuk mengolah foto atau gambar bitmap dan gambar realistis lainnya. Photoshop merupakan salah satu aplikasi yang cukup familier di kalangan desainer grafis untuk ngolah foto, memanipulasi foto, retouching image, dan color correction. Selain Photoshop ada pengolah foto yang lain, seperti Fractal Design
    Painter, dan Corel Photo Paint.

    3. Aplikasi Pengolah Ilustrasi
    Aplikasi ini berfungsi untuk mengolah gambar dalam bentuk vektor, seperti ilustrasi dan logo. Gambar yang dihasilkan oleh aplikasi jenis ini adalah gambar vektor. Dalam perkembangannya, aplikasi ini juga mampu mengolah gambar bitmap. Aplikasi pengolah ilustrasi yang banyak digunakan oleh para desainer grafis, seperti
    Adobe Illustrator, Macromedia Freehand, Corel Draw, dan Beneba Canvas.

    4. Aplikasi Pengolah Layout.
    Aplikasi ini untuk mengatur halaman. Aplikasi pengolah kata yang sering digunakan Adobe Pagemaker, QuarkXpress, dll. Sedangkan pengolah layout yang digunakan untuk mempermudah imposisi halaman buku, majalah, dll., yaitu: QuarkXtension, DK&A
    Imposition, Impose (Barco), Signastation (Heidelberg), dan lain-lain Dengan dukungan dari perangkat-perangkat yang menunjang seorang pewajah (desainer grafis) tidak dipusingkan oleh rendahnya kinerja komputer.


    Antonius Bowo Wasono
    Teknik Grafika dan Industri Grafika






  • READ MORE.......



  • for more details and updates about graphics design please visit.........

    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

    Quick Start Secrets To Printing Better Halftones

    Member Academy of Screen Printing Technology
    Halftone printing is all about the dots. The whole concept of printing various tones by
    fooling the eye is the very definition of a halftone. The tones we get are determined by
    the accuracy of the dots we print. Big dots mean dark tones. Small dots mean light
    tones. Where printers get themselves in trouble is they forget the simple fact that in
    order to print accurate tones or values, we have to accurately print the right size dots.
    What follows is a collection of neat, quick techniques that will definitely help you to
    print better work, faster, easier, and more profitably. This is not a fix all, cure all program,
    but rather the beginning of a journey where you will ultimately be able to print
    any job, the first time, with great results and minimal hassle.
    Only deliberate practice and experience will get you there. The goal here is to concentrate
    on the easy, quick methods that will go the furthest toward making your work
    look great with the least amount of effort.
    How we See Tone and Color
    It helps a great deal to visualize what you are trying to achieve. Our natural vision
    sees color as tone. We see light pinks, vibrant crimson reds, and deep, rich
    mahoganies.
    By printing a deep red with dots of various sizes, we can achieve all of these colors
    with only one color ink. It is the same for all colors we print and combine. I f we are
    not accurate in printing the right size dot, the color will be wrong.
    My approach is to start at the beginning of the process and work through to the end.
    Each step along the way has an impact, and you cannot easily build on a step that
    was performed poorly.
    The process is sequential. Each progressive step is based on the properly prepared
    previous step. Another way of saying this is, if you screw-up in the beginning, it can
    only get worse from there.
    Before you even begin the separation process, ask yourself how accurate you need
    to be. If pleasing color is good enough, you can easily be very successful.
    Pleasing color is the best place to start. This means that the color only needs to look
    believable, it does not have to match.
    If you need to have a perfect match of 10 different corporate logos, you are pretty
    much up against it. These are called memory or reference colors. The closer to a
    match you are, the more careful you have to be. My suggestion is to avoid this kind
    of work in the beginning.
    Agood rule of thumb is to ask yourself if the image looks hard to print. If it does, it will
    be.
    With that out of the way, here are my Top Ten Quick Start Secrets to Better
    Halftone Printing. I can’t cover everything in the detail I would like here. This will get
    you rolling, with really good results.


    By Mark A. Coudray
    Copyright 2003 Mark Coudray • All rights reserved • Unauthorized duplication is unlawful

    tampilan visual

    Mengenai ilustrasi untuk dapat mewujudkan suatu tampilan visual, ada beberapa unsur visual yang diperlukan, antara lain :

    Garis
    Garis secara umum terdiri unsur-unsur titik yang mempunyai peran tersendiri. Adapun sifat garis secara umum yaitu garis lurus, garis lengkung, dan bersudut. Sebagai unsur visual, garis memiliki pengertian, yaitu :
    (1) tanda atau markah yang memanjang yang membekas pada suatu permukaan dan mempunyai arah,
    (2) batas suatu bidang atau permukaan, bentuk, atau warna
    (3) sifat atau kualitas yang melekat pada objek lanjar/memanjang.

    Pengertian pertama, garis merupakan garis grafis dan benarbenar nyata, bersifat konkrit. Misalkan garis yang terbentuk dari goresan kapur di papan tulis, tarikan pena di kertas, dan lain sebagainya. Garis grafis yang nyata dapat berpenampilan macam macam, tergantung dari alat yang digunakan dan permukaan yang menerimanya. Garis dapat berpenampilan halus dan rata, bergerigi, terputus-putus, berpangkal dan berujung tumpul atau runcing, dan sebagainya.

    Pengertian kedua dan ketiga, garis lebih bersifat konsep, karena hanya dapat dirasakan keberadaannya. Misalnya garis yang dapat kita rasakan karena adanya pertemuan dua buah permukaan atau bidang warna, batas keliling suatu bentuk atau sifat memanjang pada kawat, benang, dan sebagainya.
    Menurut Suradjijo (1985 : 53) garis dimulai dari titik ke titik, garis merupakan sebuah bekas yang dibuat oleh titik yang bergerak. Secara tidak langsung garis
    merupakan pernyataan gerakan. Sidik (1981: 4) menyatakan bahwa garis adalah suatu goresan atau batas limit suatu benda, masa ruang, warna dan lain-lain. Garis hanya berdemensi memanjang serta mempunyai arah dan sifat-sifat : panjang, pendek, vertikal, horisontal, lurus, melengkung, berombak dan lain-lain. Garis dalam
    pengertian umum adalah tanda yang berarti menunjukkan arah, gerak dan juga energi. Garis dapat disebut juga sebagai tanda yang dibuat dengan alat-alat tertentu dan ditarik memanjang. Garis yang dibuat dengan alat dan kesengajaan sehingga menimbulkan bekas tersebut, disebut garis nyata atau garis aktual. Garis yang
    mengesankan arah, gerak, dan juga energi merupakan garis dalam pengalaman penghayat.




    Antonius Bowo Wasono
    Teknik Grafika dan Industri Grafika




  • READ MORE.......






  • for more details and updates about graphics design please visit.........
    www.graphicsdesignsimple.blogspot.com

     
     
     

    Total Pageviews